Resmi, Zein Al Hadad Tangani Persija Jakarta

Muhammad Zein Al Hadad, Persija Jakarta

Mantan asisten pelatih timnas U-23 Indonesia, Muhammad Zein Al Hadad resmi ditunjuk menangani Persija Jakarta pada putaran kedua Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Zein memulai sesi latihan pertamanya pada Rabu (31/8) pagi di lapangan Yon Zikon 14, Srengseng Sawah,  Jakarta.

Pelatih yang akrab disapa Mamak itu memiliki memiliki tugas berat untuk mengangkat Persija dari papan bawah klasemen. Hingga penutupan paruh musim TSC, Macan Kemayoran finis di peringkat 17 lewat raihan 14 poin dari 17 penampilan.

“Muhamad Zein Al Hadad resmi menjadi pelatih kepala Persija mulai hari ini #Persija #TSC2016ID,” begitulah pengumuman dalam akun Twitter Persija.

Lewat penunjukkan Mamak, caretaker Jan Saragih akan kembali menjadi asisten pelatih. Sebelumnya, manajemen juga telah mengumumkan wajah baru yang akan membela Persija di putaran kedua ini, yakni gelandang asal Brasil, Tarik Boschetti.

Mamak akan langsung melatih pada pekan ke-18 TSC melawan Semen Padang, Sabtu (3/9/2016) mendatang di Stadion H Agus Salim, Padang. Jadwal ini dimajukan sehari karena tim nasional Indonesia akan menjalani laga uji coba pada 6 September 2016 berhadapan dengan Malaysia.

Sebagai pelatih yang telah mengantongi lisensi pelatih A AFC, Mamak belum memiliki prestasi cemerlang. Di level klub, dia pernah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Piala Indonesia (Copa Dji Sam Soe) 2009 bersama Deltras.

Sumber : Liputan6.com

Pengorbanan Zabaleta yang Berbuah Manis

Pablo Zabaleta

Pablo Zabaleta harus mengambil keputusan sulit pada musim panas ini. Keputusan yang diambilnya itu memberinya kesempatan untuk menghidupkan lagi kariernya di Manchester City.

Kedatangan Pep Guardiola sebagai manajer baru City sempat membuat masa depan Zabaleta dispekulasikan. Dengan usianya yang sudah 31 tahun, Zabaleta sempat diduga tak akan masuk ke dalam rencana Guardiola. Dia bahkan disebut-sebut akan hengkang ke AS Roma.

Apalagi, Zabaleta musim lalu telah kehilangan posisinya sebagai pilihan pertama di posisi bek kanan City. Pemain asal Argentina itu terus bergelut dengan cedera engkel dan akhirnya kalah bersaing dengan Bacary Sagna.

Namun, tenaga Zabaleta ternyata masih dibutuhkan oleh Guardiola. Saat Sagna harus absen karena cedera hamstring, Zabaleta menjadi andalan sang manajer di sisi kanan pertahanan The Citizens.

Apa yang dilalui Zabaleta saat ini tak terlepas dari pengorbanan yang dia lakukan. Dia harus melewatkan kesempatan tampil di Copa America Centenario bersama timnas Argentina demi menjalani operasi engkel.

“Saya telah bermain selama lebih dari setahun dengan cedera engkel dan melaluinya dengan injeksi. Jika melihat ke belakang, mungkin melakukan injeksi bukanlah keputusan yang tepat,” ujar Zabaleta, yang kembali masuk skuat Argentina untuk laga melawan Uruguay dan Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Saya harus mengatasi masalah itu dan menjalani operasi untuk menghilangkan pengapuran yang telah membatasi pergerakan saya. Saya harus beristirahat selama tiga bulan setelah operasi dan saya menghabiskan musim panas untuk memulihkan engkel saya dan kembali ke puncak kebugaran,” jelasnya.

“Saya harus melewatkan kesempatan bermain untuk negara saya di Copa America, yang mana merupakan salah satu keputusan tersulit dalam karier saya,” tutur Zabaleta.

“Butuh waktu empat tahun sampai Copa America datang lagi, dan saya akan berumur 35 tahun. Anda tak pernah tahu, tapi itu mungkin adalah kesempatan terakhir saya. Namun, saya merasa jauh lebih baik sekarang dan tak merasakan sakit apapun,” katanya.

Di bawah arahan Guardiola, Zabaleta bukan hanya bertugas sebagai bek kanan. Saat City menguasai bola, dia juga diminta bergerak ke tengah dan menjadi semacam gelandang tengah tambahan. Bagi Zabaleta, ini bukan hal baru.

“Kami punya peran yang berbeda musim ini. Kadang-kadang bermain lebih ke tengah dan menjadi bagian dari proses membangun serangan, lalu dengan cepat kembali ke posisi ketika kami kehilangan bola,” ujarnya.

“Saya bermain sebagai gelandang tengah di bawah (manajer-manajer City sebelumnya) Mark Hughes dan Roberto Mancini. Jadi, ini bukan hal baru bagi saya,” kata Zabaleta seperti dikutip Mirror.

Sumber : Detik.com

Tampil Cemerlang, Ibrahimovic Mendapat Perlakuan Istimewa

Manchester United, Zlatan Ibrahimovic

Bintang anyar Manchester United Zlatan Ibrahimovic banyak menuai pujian berkat penampilannya di awal musim Liga Premier Inggris. Mantan pemain Paris Saint Germain ini, mampu memenuhi harapan manajer MU Jose Mourinho.

Ibrahimovic menikmati awal mengesankan dalam karirnya bersama MU. Dia selalu mencetak gol di tiga pertandingan awalnya bersama MU.

Gol pertamanya buat MU lahir di partai Community Shield melawan Leicester City. Ibra lalu mencetak satu gol saat MU melawan AFC Bournemouth, dan dua gol ketika melawan Southampton.

Pemain Swedia ini memang terus menerus dimainkan Mourinho. Ibra kini menjadi senjata andalan tim “Setan Merah”.

Khawatir dengan kondisi pemain andalannya, Ibrahimovic akan mendapat waktu istirahat tambahan selama jeda internasional. Hal ini disampaikan langsung Mourinho, seperti dikutip laman ESPN.

Mourinho sepertinya ingin melindungi asset berharganya itu. Menurut Mourinho, pada usia 34 tahun, seorang pemain perlu istirahat banyak. Sang pemain tak bisa bermain pada 70 pertandingan dalam satu musim.

“Karena itu saya memberikan istirahat dua hari kepada para pemain yang tidak memperkuat timnasnya, dan saya memberi empat hari untuk Zlatan,” kata Mourinho.

Ibrahimovic, belum lama ini, telah masuk buku sejarah MU sebagai pemain ke-9 yang mencetak gol di tiga pertandingan beruntun. Terakhir kali rekor itu tercipta pada 1971/72 atas nama Ian Storey-Moore.

Sumber : Liputan6.com

Leganes Boleh Juga

Atletico Madrid vs Leganes

Pada kota yang warganya (hampir) semua mendukung Atletico atau Real Madrid, Leganes boleh berbangga atas start mereka di La Liga. Dua laga, mereka belum kalah dan belum kebobolan.

Butarque, Minggu (28/8/2016) dinihari WIB memanggungkan laga derby yang tak pernah sebelumnya dihelat di stadion tersebut. Pada pekan kedua La Liga Primera, Leganes menjamu tim kuat Atletico Madrid.

Seluruh statistik setelah laga tersebut tuntas menunjukkan keunggulan tim tamu. Atletico lebih banyak mengusai bola (63:36), punya prosentase umpan sukses lebih besar (75:61), dan lebih sering melepaskan tembakan (10:6). Tapi saat peluit akhir dibunyikan wasit papan skor masih menunjuk angka 0-0. Tidak ada gol. Tapi Leganes pantas mengklaim sebagai ‘pemenang’ dalam pertandingan itu atas suksesnya mengecewakan Atletico.

Kesampingkan dulu soal Atletico yang sedang tampil di bawah performanya pada awal musim ini. Juga Leganes yang tampil ekstra defensif, yang membuat Marca bereloroh bahwa ‘penjual tiket di Leganes ikut bertahan’.

Terlepas dari faktor tersebut, Leganes tetap sangat pantas bangga dengan apa yang sudah mereka raih dari laga tersebut. Hasil 0-0 itu melanjutkan start oke klub yang bermarkas 11 km di sisi selatan Kota Madrid itu.

Di pekan perdana, yang menjadi pertandingan pertama sepanjang sejarah Leganes di La Liga Primera, kemenangan berhasil didapat atas Celta Vigo. Padahal ketika itu Leganes berstatus tim tamu. Sebuah gol Víctor Díaz di menit 75 memberi poin petrtama sekaligus kemenangan pertama klub tersebut di La Liga.

“Kami tidak punya tembakan (ke target) dan kami tidak menciptakan masalah. Kami harus berkembang secara signifikan. Kami sama sekali tidak bermain baik,” ucap pelatih Leganes, Asier Garitano, usai pertandingan terang-terangan mengakui inferioritas timnya atas Atletico.

Leganes adalah salah satu dari tiga tim yang dapat promosi ke La Liga Primera musim ini. Satu hal yang membuat cerita mereka lebih menarik dibanding Alaves dan Osasuna adalah fakta bahwa Leganes tak pernah sebelumnya masuk level teratas sepakbola Spanyol.

Sepanjang sejarah klub, yang baru berumur 88 tahun, Leganes lebih banyak berkutat di divisi regional (level 4-6 dari strata sepakbola Spanyol). Mereka baru merasakan bermain di Segunda Division pada 1993/1994. Dengan kondisi seperti itu maka laga derby terbesar yang sebelumnya pernah dihadapi Leganes adalah menghadapi Getafe. Itupun lebih banyak dengan Getafe B.

Leganes mengalami lompatan performa yang luar biasa setelah Garitano datang melatih di tahun 2013. Pelatih 46 tahun itu pernah bercerita betapa Leganes tidak memiliki lapangan untuk berlatih sementara lapangan kandang mereka terdapat banyak lubang. “Kami cuma punya tujuh pemain (saat itu) – dan tiga di antaranya tidak saya inginkan,” cerita Garitano di Guardian.

Kemajuan besar Leganes sebenarnya dimulai sejak 2009, saat klub tersebut dibeli oleh Felipe Moreno Romero. Romero lantas menjalankan klub tersebut bersama istrinya María Victoria Pavón, dan melakukan investasi sebesar tiga juta euro untuk memperbaiki skuat dan tim. Sementara anak laki-laki mereka, Felipe, ditunjuk menjadi Direktur Olahraga. Mereka bertiga, plus pelatih Garitano, membuat Leganes dapat dua promosi dalam tiga tahun dan akhirnya bisa merasakan berlaga di La Liga Primera.

Masuk ke La Liga Primera bahkan tidak menjadi target Leganes. Tidak ada beban yang dirasakan Martín Mantovani dkk, yang mungkin justru membantu mereka tampil lepas dan bisa dapat tiket ke level teratas liga. “Kami cukup bahagia berada di Divisi Dua,” cetus Garitano pada suatu waktu.

Tapi Leganes tidak mudah puas. Setelah finis di posisi 10 pada musim 2014-15, mereka akhirnya menuntaskan liga di posisi dua dan dapat tiket ke La Liga. Meski cuma dua kali menang di 12 pertandingan pertama, Leganes kemudian bangkit dan meraih banyak poin.

Satu kemenangan dan satu hasil imbang membuat Leganes saat ini duduk di posisi tujuh klasemen, cukup aman dari prediksi banyak pihak di mana mereka akan berkutat di zona degradasi. Leganes kini malah jadi satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan. Perjuangan mereka di La Liga jelas masih sangat panjang. Tapi setidaknya Leganes sudah membuat 185.000 warga kotanya luar biasa bangga.

“Jangan terjaga; mimpi itu terus berlanjut,” tulis sebuah spanduk yang dibentangkan suporter Leganes di Stadion Butarque, akhir pekan kemarin.

Sumber : Detik.com

Conte Persilakan Fabregas Tinggalkan Chelsea

Cesc Fabregas dan Antonio Conte

Masa depan Cesc Fabregas di skuat Chelsea tengah tidak jelas. Antonio Conte kabarnya mempersilakan Fabregas bila ingin meninggalkan The Blues musim panas ini.

Seperti dilansir El Confidencial, hingga jendela transfer ditutup nanti, Fabregas masih berpeluang hengkang. Dalam kemenangan 3-0 Chelsea atas Burnley, Sabtu (27/8/2016), Fabregas tidak diturunkan dan duduk di bangku cadangan.

Hal itu seolah menyiratkan Conte tidak memasukkan mantan pemain Barcelona itu dalam rencananya ke depan. Tanpa Fabregas, Chelsea tetap mampu memenangi tiga laga awal di Liga Primer Inggris.

Conte sendiri diketahui bukan salah satu pelatih yang menyukai permainan Fabregas. Kehadiran N’Golo Kante di posisi gelandang bertahan menggeser Nemanja Matic lebih ke tengah dan membuat Fabregas rela dibangkucadangkan.

Menurut sumber di klub asal London Barat itu, Conte menilai Fabregas kurang bekerja keras untuk tim. Oleh karena itu, gelandang asal Spanyol tersebut mesti duduk di bangku cadangan.

Performa Fabregas dalam mengawali musim ini juga dianggap menurun oleh Conte. Jika pelatih asal Italia itu tidak melihat perubahan dalam diri Fabregas, nasib eks kapten Arsenal itu harus siap-siap meninggalkan Stamford Bridge.

The Blues sendiri sekarang telah mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan perdana Liga Primer Inggris 2016-2017. Fabregas baru bermain sekali, itu pun sebagai pemain pengganti dan hanya tampil 12 menit.

Sumber : Liputan6.com

Cerita Fellaini Menyelamatkan Seorang Wanita dari Himpitan Kerumunan Suporter

Marouane Fellaini

Gol dari Marcus Rashford membuat pendukung Manchester United berhamburan ke pinggiran tribun. Situasi itu membuat seorang pendukung ‘Setan Merah’ terhimpit.

Kejadian itu terjadi pada laga Hull City vs United di KC Stadium, Sabtu (27/8/2016). Wajar kalau para pendukung United berhamburan. Pasalnya, gol yang dicetak oleh Rashford itu tercipta di injury time babak kedua. Ada kelegaan tersendiri, mengingat sepanjang pertandingan mereka kesulitan menembus pertahanan Hull. Read more “Cerita Fellaini Menyelamatkan Seorang Wanita dari Himpitan Kerumunan Suporter”

Pemain Leicester Diprediksi Merinding Dengar Lagu Liga Champions

Claudio Ranieri, Leicester City

Pengundian grup Liga Champions musim 2016-2017 telah selesai digelar, pada Kamis (25/8/2016) malam tadi di Monaco. Manajer Leicester City Claudio Ranieri berharap timnya bisa menorehkan dongeng baru saat turun sebagai debutan di turnamen ini.

Leicester difavoritkan sebagai juara grup dengan status pemegang titel Liga Premier Inggris. The Foxes tergabung dalam Grup G bersama FC Porto, Club Brugge dari Belgia dan klub asal Denmark, FC Copenhagen.

“Ini tak bakal mudah melawan juara hebat seperti Porto, seperti yang lainnya, saya penasaran untuk melihat penampilan para pemain saya,” kata Ranieri dilansir dari Daily Star.

Ranieri berharap dia dan pemainnya bisa mendengar lagu resmi Liga Champions lebih dari babak penyisihan grup. Selama menjadi pelatih, pria asal Italia tersebut pernah membawa Chelsea ke babak semifinal pada 2004. “Musik ini emosional dan spesial,” kata Ranieri.

“Sepanjang hidup pemain saya mereka hanya menyaksikannya di TV tapi sekarang mereka tampil di sini, di lapangan, ketika musik dimainkan dan mereka akan menemukan sedikit perbedaan,” ucapnya.

“Saya ingin jantung mereka berdebar ketika mendengar musik Liga Champions ini dan berharap mereka terinspirasi,” ujar Ranieri.

Sumber : Liputan6.com

Antusiasnya Pochettino Pimpin Spurs di Liga Champions

Mauricio Pochettino

Setelah beberapa tahun absen, Tottenham Hotspur akan kembali tampil di Liga Champions. Pertama kali berkompetisi di Liga Champions sebagai manajer, Mauricio Pochettino mengaku amat bersemangat.

Spurs sudah lima tahun absen di Liga Champions. Kali terakhir The Lilywhites tampil di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu adalah saat menembus babak perempatfinal tahun 2011.

Setelah musim lalu finis di peringkat tiga Premier League, Spurs berhak tampil di Liga Champions. Mereka tergabung di Grup E bersama CSKA Moskow, Bayer Leverkusen, dan AS Monaco.

Bagi Pochettino, ini akan menjadi musim perdananya di Liga Champions sebagai manajer. Pria asal Argentina itu pun tak sabar merasakan kompetisi itu bersama Harry Kane dkk.

“Kami sangat bersemangat karena ini akan jadi kesempatan pertama saya memainkan sepakbola Liga Champions sebagai manajer,” ujar Pochettino seperti dikutip dari Sky Sports.

“Ini akan menyenangkan untuk saya dan juga para pemain. Untuk banyak pemain, ini adalah kali pertama mereka bermain di Liga Champions.”

“Bermain di Wembley adalah kemungkinan menyenangkan lainnya. Bermain di hadapan 90.000 orang akan jadi momen luar biasa bagi kami, Tottenham, dan juga suporter kami,” kata Pochettino.

Spurs akan memainkan laga kandangnya di Liga Champions di Stadion Wembley. Spurs akan mengawali dengan menjamu AS Monaco pada 14 September.

Sumber : Detik.com

Mantan Pemain Porto Resmi Gabung Persib

Persib Bandung konrak Diogo Alexandre Alves Ferreira

Persib Bandung resmi mengontrak mantan pemain FC Porto, Diogo Alexandre Alves Ferreira untuk kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 Presented by IM3 Ooredoo.

Diogo menjadi pemain kedua asal Australia yang berlabuh di tim juara ISL 2014 setelah Robbie Gaspar. Pemain keturunan Portugal ini merupakan pemain serba bisa. Dia dapat bermain di beberapa posisi seperti, bek tengah, bek kanan, gelandang bertahan, gelandang bertahan, dan sayap kanan.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengatakan pertimbangan tim berjuluk Maung Bandung membawa Diogo selain muda, sang pemain memenuhi kriteria yang diinginkan pelatih Djadjang Nurdjaman.

“Yang pasti menurut pelatih sangat cocok dengan kebutuhan dan bagus umur juga masih muda jadi sangat bagus untuk masa depan kita juga kalau mainnya bagus,” katanya saat ditemui di kantor PT PBB, Kemis (25/8/2016).

Umuh menjelaskan dari hasil tes medis sendiri sang pemain memenuhi syarat yang diinginkan manajemen.

Diogo akan dikontrak selama setengah musim. Jika Diogo bisa mengangkat performa Maung Bandung maka akan mendapat perpanjangan kontrak.

“Kita lihat selama setengah musim ini, kalau bagus pasti kita perpanjang kan ada kalusanya. Kalau soal harga tergolong murah untuk pemain sekelasnya,” ujar Umuh.

Sumber : Liputan6.com

Leicester Bertemu Chelsea di Babak Ketiga Piala Liga Inggris

Leicester City

Duel seru tersaji di babak ketiga Piala Liga Inggris. Juara bertahan Premier League, Leicester City, akan bertemu dengan klub besar yang sedang berusaha bangkit, Chelsea.

Dari hasil undian yang dilakukan pada Kamis (25/8/2016) dinihari WIB, Leicester akan bertindak sebagai tuan rumah pada laga tersebut. The Foxes langsung lolos ke babak ketiga, sementara Chelsea harus berjuang dari babak kedua dan sukses menyingkirkan Bristol Rovers.

Manchester City juga harus menghadapi sesama tim Premier League. Juara bertahan Piala Liga Inggris itu akan bertandang ke markas Swansea City.

Sementara itu, tim-tim besar lainnya mendapatkan lawan dari divisi bawah. Manchester United akan ditantang klub League One, Northampton Town. Arsenal sudah ditunggu klub Divisi Championship, Nottingham Forest.

Liverpool akan bertemu klub Championship lainnya, Derby County. Adapun Tottenham Hotspur akan menjamu klub League One, Gillingham.

Babak ketiga Piala Liga Inggris akan dimainkan pada pekan yang dimulai pada 19 September 2016.

  • Hasil Undian Babak Ketiga Piala Liga Inggris:

Nottingham Forest vs Arsenal

Leeds United vs Blackburn Rovers

Queens Park Rangers vs Sunderland

West Ham vs Accrington Stanley

Southampton vs Crystal Palace

Swansea vs Manchester City

Fulham vs Bristol City

Bournemouth vs Preston North End

Tottenham vs Gillingham

Everton vs Norwich City

Derby County vs Liverpool

Northampton vs Manchester United

Brighton vs Reading

Newcastle United vs Wolverhampton Wanderers

Stoke City vs Hull City

Leicester City vs Chelsea.

Sumber : Detik.com