Roma Dipermalukan Sampdoria 2-3

AS Roma menelan kekalahan saat melakoni pertandingan lawatan ke markas Sampdoria. Sempat unggul dua kali, Giallorossi kalah dengan skor 2-3.

Saat melakoni pertandingan lanjutan Liga Italia di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Minggu (29/1/2017) dini hari WIB, Roma bisa unggul cepat lewat Bruno Perez. Dia mencetak gol di menit kelima.

Gol itu berawal dari tendangan jarak jauh Emerson yang bisa ditepis oleh kiper Sampdoria, Christian Puggioni. Bola rebound mengarah ke Peres yang dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.

Sampdoria bisa menyamakan kedudukan di menit 21. Dennis Praet yang mencatatkan namanya di papan skor. Luis Muriel yang menjadi kreatornya, dengan satu umpan silang mendatar dari sisi sayap kiri. Praet yang mendapatkan kawalan pemain belakang Roma, bisa menyontek bola masuk ke gawang.

Roma kembali unggul di menit 66. Kali ini, Edin Dzeko yang menjadi pencetak golnya. Dia sukses mengkonversi bola sodoran dari Emerson dari sayap kiri,

Keunggulan Roma itu tak bertahan lama, setelah Patrik Schick membobol gawang yang dikawal oleh Wojciech Szczesny lima menit berselang. Muriel lagi-lagi kreatornya, kali ini dengan satu sundulan kepala. Schick sempat mengontrol bola dengan dada, sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat.

Muriel akhirnya menjadi penentu kemenangan dengan gol yang dicetak pada menit 73. Dia mengemasnya dengan satu tendangan bebas. Sempat mengenai pagar hidup, bola eksekusinya mengecoh Szczesny.

Di sisa pertandingan, Roma tetap tak bisa menyamakan kedudukan. Di sepanjang pertandingan, mereka mampu mencatatkan sebanyak enam tembakan on target, dalam data yang dilansir oleh Soccerway. Sementara itu, Sampdoria membukukan tiga gol hanya dalam empat tembakan on target.

Dengan kekalahan ini, Roma pun tertinggal empat poin dari Juventus di posisi pertama klasemen. Roma mengumpulkan 47 angka ada di posisi kedua. Sementara itu, Sampdoria ada di posisi 12 dengan raihan 27 angka.

  • Susunan Pemain:

Sampdoria: Puggioni; Bereszynski, Silvestre, Skriniar, Regini; Praet (Linetty 62), Torreira, Barreto; Bruno Fernandes (Schick 69); Quagliarella, Muriel (Djuricic 84)

Roma: Szczesny; Rudiger, Fazio, Vermaelen (Paredes 88); Bruno Peres (El Shaarawy 77), Strootman, De Rossi (Totti 77), Emerson; Nainggolan, Perotti; Dzeko.

Sumber : Detik.com

Juventus Maksimalkan Terpelesetnya Para Rival

Kemenangan Juventus atas Sassuolo di giornata 22 menjadi lebih berharga. Hasil tersebut menjauhkan Bianconeri dari kejaran para rival, yang terpeleset pada akhir pekan kemarin.

Juventus mengatasi perlawanan Sassuolo dengan skor 2-0 di Mapei Stadium, Minggu (29/1/2017). Gol-gol Gonzalo Higuain dan Sami Khedira memastikan tim tamu pulang dengan tiga poin.

Pada saat yang bersamaan, AS Roma yang menjadi pesaing terdekat Juve di Serie A kalah 2-3 di kandang Sampdoria. Beberapa jam setelahnya, Napoli di luar dugaan cuma bisa memetik hasil seri 1-1 saat menjamu tim papan bawah Palermo.

Dengan demikian, Juve makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan perolehan 51 poin dari 21 laga. Mereka unggul empat poin atas AS Roma yang berada di posisi kedua dan enam poin atas Napoli. Jarak tersebut masih bisa melebar karena Juve masih punya satu laga simpanan di tangan.

“Kami meraih tiga poin penting, terutama karena Roma kalah,” ujar kiper Juve, Gianluigi Buffon, di situs resmi klub.

“Kami harus terus fokus ke diri kami sendiri,” kata Buffon.

Juventus selanjutnya akan menjalani big match melawan Inter Milan di Turin, Minggu (5/2) mendatang. Mereka akan berupaya melakukan revans setelah kalah 1-2 pada pertemuan pertama.

Sumber : Detik.com

‘Kritik terhadap Bravo Tidak Adil’

Claudio Bravo dikritik habis menyusul penampilan kurang meyakinkan Manchester City di musim ini. Namun, hal itu bukan sepenuhnya kesalahan si kiper.

Manajer City Josep Guardiola ngotot mendatangkan kiper Chile itu dari Barcelona karena dinilai mampu mendukung sistem permainannya. Kehadiran Bravo lantas menggusur kiper nomor 1 City selama bertahun-tahun: Joe Hart, yang mesti dipinjamkan ke Torino.

Akan tetapi, performa Bravo tak lebih baik dari Hart, bahkan ada yang menganggap justru lebih buruk. Dalam 22 pertandingan Premier League yang telah bergulir, gawang City telah jebol 28 kali terbanyak diantara tim-tim di tujuh besar klasemen sementara.

Kiper berusia 33 tahun itu bertanggung jawab atas 25 gol yang bersarang di gawang timnya, dan baru membuat empat kali clean sheet di liga. Statistik itu diperburuk dengan fakta bahwa Bravo tak mampu melakukan penyelamatan dalam 180 menit penampilannya.

Alhasil, City pun tercecer dari perburuan gelar juara. The Citizens kini terlempar dari empat besar dengan selisih 12 poin dari Chelsea yang memuncaki klasemen sementara.

Mantan kiper City di awal 2000-an, David James, mengira ada kesalahan Guardiola dalam performa buruk Bravo.

“Bravo disorot besar-besaran belakangan ini, saya pikir itu tidak adil,” nilai James, yang dilansir Soccer Way. “Halitu hampir seperti sebuah klise, seperti ‘ini kesalahan Bravo’. Bukannya, Anda menganalisa gol-gol yang sudah terjadi dan dia begitu terbuka.”

“Coba pikir, kalau semua orang maju ke depan, dan saya harus kembali ke sudut pandang analisis saya bahwa seseorang seperti (Kevin) De Bruyne yang, sebelum dia bergabung City, mungkin ada gelandang yang sempurna. Dia maju ke depan, mengkreasi gol, mencetak banyak gol, tapi dia juga melakukan tekel di areanya sendiri. Sekarang saya tidak melihat dia yang demikian, di musim ini.”

“Lagi, kalau kritik untuk setiap pemain harus ditantang dengan pemahaman sebenarnya tentang apa yang sebenarnya diinginkan manajer. Kalau Pep Guardiola ingin Bravo bermain dengan cara tertentu, yang sudah pasti dilakukannya, maka si pemian kan harus melakukan apa yang diinginkan manajer,” simpul eks pemain timnas Inggris itu.

Di akhir pekan ini, City akan menghadapi Crystal Palace di babak kelima Piala FA. Setelahnya Bravo dkk. akan menyambangi markas West Ham untuk melakoni lanjutan Premier League di tengah pekan.

Sumber : Detik.com

Teka-Teki Undangan untuk Ronaldo di Pesta Pernikahan Messi

Perencanaan pesta pernikahan megabintang Barcelona, Lionel Messi dan sang kekasih, Antonella Roccuzzo sudah disusun dengan rapi.

Dilansir media Argentina PrimiciasYa, rentetan prosesi pernikahan Messi akan digelar musim panas mendatang, bertepatan dengan jeda kompetisi.

Messi akan menikahi Antonella pada 24 Juni mendatang, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-30. Upacara pemberkatan bakal digelar di Gereja Katedral Rosario dan resepsi pernikahan akan dilaksanakan di Arroyo Seco, wilayah di mana Messi biasanya tinggal ketika pulang kampung.

Pesta pernikahan Messi diperkirakan bakal dihadiri total 600 undangan, termasuk para bintang lapangan hijau, atlet olahraga lain serta selebritis hiburan dunia.

Satu hal menarik dari pesta ini adalah teka-teki akan hadir atau tidaknya bintang Real Madrid sekaligus rival Messi, Cristiano Ronaldo. Namun kabar santer menyebutkan bahwa Messi tak mengundang Ronaldo ke pesta pernikahannya.

Sumber : bola.net

Kritik Carragher kepada Sturridge

Jamie Carragher menilai Liverpool seperti main dengan 10 orang lawan Southampton karena Daniel Sturridge tidak berkontribusi maksimal.

Liverpool kalah 0-1 dari Southampton dalam partai leg kedua semifinal Piala Liga Inggris di Anfield, Kamis (26/1/2017) dinihari WIB. The Reds pun tersingkir dengan agregat 0-2.

Di akhir pertandingan Carragher sangat kecewa dengan penampilan Sturridge yang bermain penuh dalam pertandingan dinihari tadi. Apalagi menurut Whoscored, Sturridge hanya melepaskan satu tembakan terarah dari empat percobaan.

“Ketika dia tidak mencetak gol, ini seperti bermain dengan sepuluh orang karena dia tidak memberi efek apa pun, sama sekali,” ujar pria yang akrab disapa Carra itu, yang dikutip The Telegraph.

Ketika baru berseragam Liverpool, Sturridge langsung mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan di Premier League 2012/13, dan musim selanjutnya ia mampu cetak 21 gol dalam 29 penampilan. Carragher pun membandingkan hal itu dengan performanya saat ini.

“Sekarang Sturridge telah menjadi pemain yang berbeda dengan apa yang ia lakukan ketika pertama kali datang. Anda bisa menghubungkan performa dia dengan (Sadio) Mane ketika pertama kali datang,” sambung pria kelahiran 28 Januari 1978 itu.

“Satu-satunya alasan untuk memiliki Sturridge pada tim saat ini karena penyelesaian akhirnya. Tapi dia tidak lagi melakukan hal-hal itu dalam permainan, seperti apa yang dia lakukan saat pertama kali datang. Saya tidak tahu apakah kemampuannya sudah benar-benar hilang, atau dia hanya khawatir dengan cedera,” tutupnya.

Sumber : Detik.com

Wenger Temui Xhaka, Bahas Kasus Rasis

Arsene Wenger disebut sudah bertemu empat mata dengan Granit Xhaka, usai sang gelandang dituding melakukan tindakan rasis pada seorang pekerja bandara, menurut The Mirror.

Wenger bertemu dengan Xhaka di markas latihan Arsenal pekan ini, usai sebelumnya beredar kabar bahwa sang pemain ditanyai oleh polisi, setelah ia dilaporkan karena menghina salah seorang petugas di bandara Heathrow.

Xhaka membantah semua tudingan tersebut dan Arsenal ingin mengetahui detail kejadiannya dari yang bersangkutan

Wenger sendiri lantas diyakini sudah mengingatkan Xhaka akan tanggung jawabnya sebagai bagian dari klub.

Sementara itu, Wenger sepertinya tidak akan mengajukan banding atas dakwaan FA, usai ia pekan lalu bentrok dengan wasit Anthony Taylor, ketika tim menang 2-1 atas Burnley di Emirates pekan lalu.

Hal tersebut dilakukan oleh pria Prancis dengan harapan FA akan meringankan hukuman yang nanti akan diberikan padanya.

Sumber : Bola.net

Rooney Masih Berguna bagi MU

Mantan bek Manchester United (MU) Jonny Evans mengaku yakin Wayne Rooney masih berguna bagi Setan Merah. Evans percaya karier Rooney belum habis.

Rooney sering dikritik musim ini. Bagaimana tidak, ia hanya mampu mencetak dua gol dalam 16 pertandingan Liga Inggris. Alhasil, mantan pemain Everton itu tak lagi masuk tim utama.

Meski demikian, pemain 31 tahun itu tak patah semangat. Ia terus bekerja keras sampai akhiirnya sukses memecahkan rekor gol Sir Bobby Charlton di MU dan Timnas Inggris. Rooney kini resmi jadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Setan Merah dan The Three Lions.

“Bukan musim ini saja Rooney bermain untuk MU, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan bahwa ia telah bermain di sebagian besar pertandingan setiap musim dengan intensitas yang sama,” kata Evans di situs resmi klub.

“Rasanya luar biasa melihat cara dia melakukannya. Dia masih bisa memberikan banyak hal. Dia masih mencetak gol untuk MU dan saya pikir dia akan mendapatkan beberapa gol lagi sebelum musim berakhir,” Evans menambahkan.

Rooney sendiri kini sedang diincar klub Tiongkok. Mereka siap membayar pemain nasional Inggris itu satu juta pound (Rp 16 miliar) per pekan.

Tawaran mewah ini diharapkan akan membuat Rooney tergoda pindah ke Tiongkok musim panas nanti. Pasalnya gaji yang diterima Rooney lebih dari tiga kali lipat dibanding yang diberikan MU sebesar 300.000 pound per pekan.

Sumber : Liputan6.com

Lamela Tegaskan Ada di Roma Hanya untuk Pemulihan Cedera

Erik Lamela membantah isu yang menyebut dirinya ingin kembali ke AS Roma. Lamela menegaskan dirinya ada di Roma hanya untuk urusan pemulihan cedera.

Lamela sudah absen membela Tottenham Hotspur sejak bulan Oktober 2016 lalu karena cedera pinggul. Terakhir kali Lamela merumput adalah saat Spurs kalah 1-2 dari Liverpool di Piala Liga Inggris, 25 Oktober 2016.

Demi menyembuhkan cederanya, Lamela diizinkan untuk kembali ke bekas klubnya, Roma, untuk menemui fisioterapis lamanya. Namun hingga kini, kondisi pemain asal Argentina itu belum juga menunjukkan sinyal positif.

Sejumlah rumor lantas beredar. Laporan di Telegraph menyebut bahwa kondisi Lamela juga terpengaruh oleh kematian anjing peliharaannya. Selain itu, adik laki-lakinya juga sempat mengalami kecelakaan dan mengalami cedera serius. Laporan lain menyebut bahwa Lamela ingin kembali ke Roma secara permanen.

Untuk meredam segala spekulasi yang beredar soal dirinya, Lamela angkat bicara. Lewat akun Twitter-nya, Lamela menegaskan bahwa dirinya masih menjalani pemulihan di Roma.

“Untuk jelasnya, saya di Roma saat ini sedang pemulihan cedera dan tidak untuk hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola!” tulis Lamela seperti dikutip dari ESPN FC.

“Merindukan White Hart Lane setiap menit! Terima kasih untuk semua yang mendorong saya setiap hari!” lanjutnya.

Lamela direkrut Spurs dari Roma pada musim panas 2013 lalu. Pemain berusia 24 tahun itu masih terikat kontrak dengan Spurs hingga 2019.

Sumber : Detik.com

Gerrard Kembali ke Liverpool, Ini yang Bakal Klopp Lakukan

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, berjanji akan melakukan semua yang dia bisa untuk membantu Steven Gerrard mewujudkan ambisinya menjadi seorang pelatih. Beberapa hari lalu, mantan kapten Liverpool itu diumumkan kembali bergabung dengan klub asal kota kelahirannya sebagai pelatih akademi, mulai Februari 2017 nanti.

Klopp juga mengatakan, Gerrard akan diyakinkan dengan dukungan darinya dalam memulai babak baru di karier sepak bolanya. Menurut Klopp, dirinya memiliki komunikasi yang sangat bagus dengan Gerrard dan sempat berbincang dalam waktu yang lama.

“Semua orang di ruangan ini tahu kalau dia adalah pria yang hebat, dan itu penting untuk mengetahui apa yang diinginkan Steven. Dia mengatakan, ingin menjadi seorang pelatih di masa depan. Itu keren,” kata Klopp, dikutip dari Goal.

“Saya akan melakukan semuanya untuk membantu dia dalam perjalanan untuk menjadi manajer terbaik. Saya siap untuk ini, dan saya ingin melakukannya,” ucap Klopp menambahkan.

Dengan mengawali karier sebagai pelatih akademi, Klopp menilai hal itu sebagai langkah sempurna. Terutama akan baik bagi pihak Liverpool. Maklum, banyak pelatih top di Eropa dan dunia lahir dari akademi. Sebut saja Josep Guardiola atau Luis Enrique yang mengawali kariernya di skuat junior Barcelona. Ada juga Zinedine Zidane di Real Madrid.

“Menjadi manajer adalah pekerjaan Anda dan itu harus belajar. Ketika orang seperti Steven Gerrard dan pemain lain siap untuk membuat langkah-langkah, itu berita bagus untuk sepak bola,” ucap pelatih asal Jerman itu.

“Menggabungkan pengalaman bermain dengan semua hal saat masih aktif, termasuk di Liverpool, dia akan belajar dari sekarang untuk masa depan yang cerah. Ini brilian,” ujar Klopp menuturkan.

Sumber : Liputan6.com

Tolak Berkarier di China, Yaya Toure Termotivasi Ibrahimovic

Tak mengutamakan uang, Yaya Toure menolak tawaran klub China. Toure hanya ingin terus bersaing di kompetisi tertinggi seperti Zlatan Ibrahimovic.

Belakangan ini banyak pesepakbola top yang hijrah ke China kendati mereka masih dalam usia emas. Tawaran gaji dengan nilai selangit menjadi daya tarik klub-klub Liga Super China.

Oscar, misalnya, meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Shanghai SIPG. Gelandang berusia 25 tahun itu ditransfer dengan harga mencapai 60 juta poundsterling.

Toure juga mendapat tawaran dari klub China. Gelandang Manchester City itu kabarnya akan mendapat gaji sebesar 430 ribu poundsterling per pekan (sekitar Rp 7,1 miliar) dari Jiangsu Suning.

Tapi Toure menolak tawaran tersebut. Sang agen, Dimitri Seluk, menyebut bahwa kliennya tak mementingkan uang dan lebih mengutamakan sepakbola.

Toure sendiri masih punya motivasi besar untuk bersaing di kompetisi tertinggi seperti Ibrahimovic. Gelandang berusia 33 tahun itu juga mempertanyakan motivasi pemain-pemain yang meninggalkan kompetisi level tinggi untuk berkarier di China.

“Saya? Tidak. Saya masih terlihat muda, kan? Saya ingin bermain di Eropa, khususnya di Inggris. Saya ingin terus melakukan itu selama beberapa tahun,” ujar Toure seperti dikutip dari Telegraph.

“Saya selalu bilang bahwa jika saya pindah ke China saya akan merasa marah di sana. Apakah Anda bermain sepakbola karena Anda cinta sepakbola atau karena ingin dapat uang?”

“Saya, saya cuma ingin terus bermain sepakbola karena saya menikmatinya. Saya cinta bermain sepakbola. Saya menikmati membantu teman-teman setim, saya menikmati bermain melawan pemain-pemain besar dan tim-tim besar,” lanjut pemain asal Pantai Gading itu.

“Saya ingin terus seperti itu. Beberapa orang punya mentalitas bahwa mereka ingin melakukan itu (pindah ke China) untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Tapi bagi saya, perasaan saya adalah saya ingin lebih bermain sepakbola.”

“Lihat teman saya Ibrahimovic. Dia 35 tahun dan dia akan bermain mungkin tiga tahun lagi? Dia punya mentalitas seperti saya. Dia adalah pemain besar, seorang juara yang cinta sepakbola.”

“Sepakbola yang utama. Apapun setelahnya adalah bonus. Anda bisa beruntun bermain untuk klub besar dan masih mendapat banyak uang. Tapi mereka yang pergi ke China? Saya tidak berpikir seperti itu,” katanya.

Sumber : Detik.com