Ronaldo dan Messi Masuk Daftar Kandidat Pemain Terbaik di Eropa 2015-16

Pemain Terbaik di Eropa, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

UEFA merilis daftar pemain yang akan bersaing untuk jadi Pemain Terbaik di Eropa 2015-16. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Antoine Griezmann termasuk di dalamnya.

Daftar itu didasarkan dari pilihan jurnalis dari ke-55 anggota asosiasi UEFA yang memilih lima pemain terbaik versi mereka; posisi pertama mendapat lima poin, posisi kedua empat poin, dan seterusnya.

Pada prosesnya terpilih 10 pemain dengan perolehan poin paling banyak. UEFA.com menyebut mereka akan memasuki fase pemilihan kedua, yang bakal menentukan tiga finalis pada 5 Agustus mendatang.

Pemenang kemudian akan ditentukan oleh pilihan juri, dengan pengumuman tersebut dilakukan pada pengundian fase grup Liga Champions di Monacoo pada 25 Agustus mendatang.

Penghargaan Pemain Terbaik di Eropa ini sendiri diberikan kepada para pesepakbola yang bermain untuk klub Eropa dan dikategorikan tampil paling jempolan pada musim sebelumnya.

Musim lalu penghargaan itu disabet oleh Lionel Messi dari Barcelona. Itu merupakan kali kedua ia meraih penghargaan tersebut.

Selain Messi ada pula nama-nama Cristiano Ronaldo, Franck Ribery, dan Andres Iniesta yang pernah menyandang penghargaan itu sejak diciptakan UEFA 2011 lalu.

  • Berikut 10 kandidat untuk musim 2015-16 (menurut susunan alfabetis):

Gareth Bale (Real Madrid & Wales)

Gianluigi Buffon (Juventus & Italia)

Antoine Griezmann (Atlético Madrid & Prancis)

Toni Kroos (Real Madrid & Jerman)

Lionel Messi (Barcelona & Argentina)

Thomas Müller (Bayern Munich & Jerman)

Manuel Neuer (Bayern Munich & Jerman)

Pepe (Real Madrid & Portugal)

Cristiano Ronaldo (Real Madrid & Portugal)

Luis Suárez (Barcelona & Uruguay)

Secara keseluruhan, ada 37 pemain yang menjaring suara dalam pemilihan awal; mereka yang tidak masuk daftar nominator 10 besar adalah sebagai berikut sesuai posisi finisnya:

11 Riyad Mahrez (Leicester & Aljazair)

12 Jamie Vardy (Leicester & Inggris)

13 Dimitri Payet (West Ham & Prancis)

14 Jérôme Boateng (Bayern Munich & Jerman)

15 Arturo Vidal (Bayern Munich & Chile)

16 Luka Modri (Real Madrid & Kroasia)

17 N’Golo Kanté (Leicester & Prancis)

18 Zlatan Ibrahimovi (Paris Saint-Germain/Manchester United & Sweden)

19= Eden Hazard (Chelsea & Belgia)

19= Andrés Iniesta (Barcelona & Spanyol)

19= Neymar (Barcelona & Brasil)

19= Renato Sanches (Benfica/Bayern Munich & Portugal)

23 Robert Lewandowski (Bayern Munich & Polandia)

24 Gonzalo Higuaín (Napoli & Argentina)

25= Giorgio Chiellini (Juventus & Italia)

25= Diego Godin (Atlético Madrid & Uruguay)

25= Will Grigg (Wigan & Irlandia Utara)

25= Hugo Lloris (Tottenham & Prancis)

25= Paul Pogba (Juventus & Prancis)

30= Toby Alderweireld (Tottenham & Belgia)

30= Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund & Gabon)

30= Kevin De Bruyne (Manchester City & Belgia)

30= Kevin Gameiro (Sevilla & Prancis)

30= Grzegorz Krychowiak (Sevilla/Paris Saint-Germain & Polandia)

30= Blaise Matuidi (Paris Saint-Germain & Prancis)

30= Georges-Kévin N’Koudou (Marseille & Prancis)

30= Jan Oblak (Atlético Madrid & Slovenia)

Sumber : Detik.com

Pemandangan Memilukan Bus Parade Juara Prancis

bus timnas Prancis

Keberhasilan Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 menjadi pukulan telak untuk tuan rumah timnas Prancis. Les Bleus yang kalah di final gagal mengadakan parade juara yang sudah direncanakan.

Pada final yang digelar, Senin (11/7/2016) dini hari WIB di Stade de France, Paris, striker Portugal, Eder, mencetak gol kemenangan untuk Portugal pada menit ke-107. Hasil ini mengobati kegagalan Seleccao di final Piala Eropa 2004.

Bagi timnas Prancis, untuk pertama kalinya mereka gagal juara dengan status sebagai tuan rumah. Sebelumnya, pada Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998, ketika menjadi tuan rumah, Prancis mampu menjadi tuan rumah.

Seperti yang dilansir dari Gazzetta World, sebuah bus bertingkat dengan corak biru kebanggaan Timnas Prancis melintasi jalan raya menuju Saint-Denis, lokasi bentrokan Portugal kontra Prancis berlangsung. Kendaraan dengan atap terbuka tersebut bertuliskan Champions d’Europe 2016 atau Juara Eropa 2016 lengkap dengan lambang ayam jantan milik Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Selain bertuliskan juara Eropa, di bagian belakang bus juga terdapat kata Merci yang berarti terima kasih dengan ukuran besar. Blunder yang dibuat FFF ini menjadi viral di media sosial, karena anak-anak asuhan Didier Deschamps itu harus puas sebagai runner-up Piala Eropa 2016.

Sehari setelah final digelar, seluruh pemain dan pelatih diterima oleh Presiden Prancis Francois Hollande di Istana Élysée, Paris. Mereka dijamu makan siang bersama presiden dan Menteri Olahraga Patrick Kanner.

Sebagai runner-up, timnas Prancis diganjar hadiah sebesar 23,5 juta euro atau senilai Rp. 343,1 miliar. Sedangkan juara baru Portugal adalah sebesar 25,5 juta euro atau senilai Rp. 372,3 miliar, sudah termasuk ‘upah tampil’ 8 juta euro untuk 24 tim peserta.

Sumber : Liputan6.com

Membandingkan Musim Panas Ronaldo dengan Messi

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi

Keberhasilan Cristiano Ronaldo juara Piala Eropa 2016 ikut memunculkan nama Lionel Messi. Memang, Messi tak main di Euro. Tapi namanya ikut disebut-sebut terkait statusnya dengan Ronaldo sebagai dua pemain terbaik dunia pada saat ini.

Ronaldo dan Messi adalah pesepakbola yang dalam beberapa waktu terakhir jadi langganan berada di jajaran pemain paling jempolan di dunia. Setumpuk pencapaian dari mereka turut memunculkan perdebatan mengenai siapa yang paling unggul.

Ada berbagai kriteria yang dapat dipilih-pilih dalam argumentasi tersebut, dengan Ronaldo dan Messi juga punya masing-masing pengagum dan barisan pendukung. Apa pun, faktanya tak terbantahkan kalau mereka kini merupakan “dewa” lapangan sepakbola. Read more “Membandingkan Musim Panas Ronaldo dengan Messi”

Griezmann Top Skorer, Renato Sanches Pemain Muda Terbaik

Antoine Griezmann, Renato Sanches

Antoine Griezmann tak tergoyahkan di puncak daftar pencetak gol terbanyak di Piala Eropa 2016. Sementara itu, predikat Pemain Muda Terbaik jadi milik Renato Sanches.

Griezmann memang gagal bikin gol saat Prancis dikalahkan Portugal 0-1 di final, Senin (11/7/2016) dinihari WIB. Akan tetapi, penyerang Atletico Madrid itu tetap menjadi top skorer karena tak ada yang mampu melewati koleksi enam gol yang telah dicetaknya. Dia pun berhak membawa pulang Golden Boot. Read more “Griezmann Top Skorer, Renato Sanches Pemain Muda Terbaik”

‘Together Stronger’, Lagu yang Mengiringi Wales di Piala Eropa 2016

Manic Street Preachers, Piala Eropa 2016, timnas Wales

Kecintaan terhadap negara sendiri bisa diekspresikan dalam bentuk apa pun. Salah satunya, jika Anda musisi dan suka sepakbola, adalah membuatkan lagu untuk tim nasional Anda.

Demikianlah yang dilakukan oleh Manic Street Preachers, band rock alternatif asal Wales yang beranggotakan James Dean Bradfield, Nicky Wire, dan Sean Moore. Pada era 1990-an dan menjelang awal 2000-an, Manic berevolusi dari band punk dan glam rock menjadi band rock alternatif dengan hook yang ikonik. Lirik-lirik mereka cerdas dan sering berisi protes terhadap pemerintahan atau keadaan sosial secara keseluruhan.

Salah satu single mereka yang paling terkenal, ‘If You Tolerate This, Your Children Will Be Next’, terinspirasi oleh perang sipil Spanyol puluhan tahun silam dan jurnal pribadi George Orwell, ‘Homage to Catalonia’. Video klip single tersebut sendiri dibuka dan ditutup dengan nada music box yang mendendangkan ‘L’Internationale’, sebuah anthem yang biasa dinyanyikan oleh mereka yang berhaluan kiri dan sosialis.

Kendati kerap menyandingkan diri mereka dengan citra berat dan kritis, bukan berarti Manic Street Preachers tidak bisa bersenang-senang. Single teranyar mereka yang dibuat untuk mengiringi langkah timnas Wales di Piala Eropa 2016 adalah salah satu contohnya.

DetikSport sempat membahas sedikit soal single berjudul ‘Together Stronger’ tersebut pada bulan Maret silam, ketika Manic baru menyatakan bakal merilis single tersebut. Kini, single tersebut sudah bisa dinikmati dan didengarkan.

Tentu saja, lagu tersebut bukan sekadar lagu pengiring, tetapi juga merupakan sebentuk kelegaan orang-orang Wales terhadap tim nasional sepakbola mereka. Sebab, untuk pertama kalinya, tim nasional mereka akhirnya berpartisipasi di Piala Eropa.

Lagu ‘Together Stronger’ itu sendiri tidak hanya mendendangkan kesenangan, tetapi juga mengenang berbagai kegagalan tragis di masa lalu: “Russia was Giggsy’s last chance, Paul Bodin’s penalty miss, that 85 night was so tragic…”

Tidak ketinggalan pula kenangan dan penghormatan untuk Gary Speed, salah satu gelandang andalan mereka di masa lalu, yang meninggal dunia secara tragis pada 2011. “Lets not forget Gary Speed, he wore his heart upon his sleeve.”

Setelah bernostalgia dengan kegagalan, Manic Street Preachers kemudian membuat lagu mereka menjadi lebih menghentak di bagian reff. Hentakan di reff tersebut menyuarakan optimisme mereka setelah melihat skuat saat ini, yang dihuni Aaron Ramsey dan Gareth Bale, bakal meraih hasil lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Selain Ramsey dan Bale, nama-nama seperti Ashley Williams dan pelatih mereka, Chris “Chrissy” Coleman, juga ikut disebut-sebut.

“So Come on Ramsey

Lets set the world alight

When Gareth Bale plays

We can beat any side

So come on Wales

So come on Wales

With Ashley Williams

We can win any fight.”

Timnas Wales, meskipun berstatus debutan, berhasil lolos dari fase grup Piala Eropa 2016 dengan status juara grup. Mereka pun melaju ke babak perempatfinal usai mengalahkan Irlandia Utara di babak 16 besar.

Kini, mereka akan mencoba untuk melaju ke semifinal dengan mengalahkan Belgia di perempatfinal. Belgia sendiri tidak sekali pun bisa mengalahkan Wales di babak kualifikasi Piala Eropa 2016. Laga antara Wales vs Belgia tersebut akan dihelat di Stade Pierre-Mauroy, Lille, pada Sabtu (2/7/2016) dini hari pukul 02.00 WIB.

Sumber : Detik.com

Istri Rooney Sewot Putranya Jadi Bahan Sindiran Kegagalan Inggris

Coleen Rooney

Istri Wayne Rooney, Coleen Rooney, naik darah ketika mengetahui putranya, Kay, menjadi sampul The Sun. Sampul dengan wajah Rooney, Roy Hodgson, dan Kai tersebut terpampang tanpa seizin keluarganya Rooney.

Sampul media asal Inggris itu menunjukkan gestur yang mirip antara Wayne Rooney, Hodgson, dan Kai, yakni tangan memegang kening tanda kecewa. Hal itu sebagai bentuk sindiran The Sun terhadap kegagalan Inggris di Piala Eropa 2016.

Seperti diketahui, Inggris harus tersingkir di babak 16 besar turnamen antarnegara Eropa. Parahnya, The Three Lions kalah dari negara kecil seperti Islandia, yang sebelumnya bahkan tidak difavoritkan untuk lolos dari penyisihan grup.

Coleen bereaksi keras atas kebijakan The Sun yang menaruh foto putranya yang baru berusia enam tahun itu tanpa izin. Wanita berusia 30 tahun ini menunjukkan kemarahannya di akun media sosial Twitter pribadinya, @ColeenRoo.

“Ya, saya melihat itu (foto Kai) di halaman depan (The Sun) dan itu benar-benar mengejutkan saya,” tulis Coleen.

The Sun sendiri diyakini mengambil foto Kai sebagai bentuk sindiran kepada Coleen, yang diajak ke Prancis untuk menyaksikan laga Inggris pekan lalu. Padahal, Kai harus sekolah dan keputusan Coleen mengajak putra pertamanya menyaksikan ayahnya bermain di Piala Eropa sempat mendapat kritikan.

Kala itu, Coleen Rooney membela diri dengan alasan bahwa Kai sudah mengikuti sekolah pribadi. Jadi, Kai tidak bolos sekolah dan tidak ketinggalan pelajaran karena menyaksikan langsung Piala Eropa 2016 di Prancis.

Sumber : Liputan6.com

Italia Janjikan Performa Berbeda Lawan Spanyol

Timnas Italia, Euro 2016

Timnas Italia kalah dari Republik Irlandia di laga terakhir fi fase grup Euro 2016. Sudah ditunggu Spanyol di babak 16 besar, Italia janjikan penampilan yang berbeda.

Timnas Italia, yang sudah dipastikan jadi juara Grup E Euro 2016, melakukan sejumlah perubahan kala menghadapi Republik Irlandia di laga terakhir fase grup, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB. Antonio Conte melakukan rotasi pemain, termasuk memasang Salvatore Sirigu di bawah mistar gawang.

Sepanjang laga, Italia banyak ditekan oleh Republik Irlandia yang butuh kemenangan untuk mengamankan posisi di babak 16 besar. Italia tercatat cuma melepaskan lima tembakan dan hanya satu yang mengarah ke gawang. Sementara Republik Irlandia tampil agresif dengan melepaskan 12 tembakan, empat di antaranya on target.

Pada akhirnya, Italia menelan kekalahan 0-1. Gol Republik Irlandia dibuat oleh Robbie Brady lima menit jelang laga usai lewat sebuah sundulan meneruskan umpan Wes Hoolahan.

Hasil tersebut memang tak menggoyahkan Italia dari puncak klasemen Grup E dengan enam poin. Sementara lewat kemenangan ini, Republik Irlandia yang punya empat poin melaju ke babak 16 besar melalui jalur peringkat tiga terbaik.

Di babak 16 besar, Italia sudah ditunggu oleh sang juara bertahan, Spanyol. Sirigu menjamin Italia akan tampil beda melawan La Furia Roja.

“Sayang sekali soal hasilnya dan kesalahan bodoh di akhir. Kami mencoba untuk main maksimal malam ini, meski sudah mendapat posisi pertama, tapi kecewa dengan cara kekalahan ini didapat,” ucap Sirigu kepada Rai Sport seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami kurang akurasi malam ini, tapi juga beberapa hal bagus,” lanjut Sirigu.

” Timnas Italia yang berbeda akan melawan Spanyol dan kami juga akan bermain dengan level psikologi yang berbeda,” katanya menambahkan.

Sumber : Detik.com

Ini Pemain Tercepat dan Berdaya Jelajah Tertinggi di Euro Sejauh Ini

 Kingsley Coman

Tidak sampai menyamai kecepatan lari Usain Bolt tentu saja, tapi Kingsley Coman sejauh ini adalah pelari terkencang di Piala Eropa 2016.

Pemain muda Prancis itu sempat berlari dengan kecepatan mencapai 32,8 km/jam, yaitu saat timnya bertanding melawan Swiss. Dicatat situs resmi Euro, itulah rekor pelari terkencang sampai hari Selasa (21/6) lalu.

  • Daftar 10 pemain tercepat di Euro 2016 (dalam km/jam)

32,8: Kingsley Coman (Prancis v Swiss)

31,6: Richard Guzmics (Hongaria v Austria)

31,5: Kolbeinn Sigthorsson (Islandia v Portugal)

31,4: Birkir Savarsson (Islandia v Portugal)

31,4: Xherdan Shaqiri (Swiss v Prancis)

31,2: Jonny Evans (Irlandia Utara v Polandia)

31,2: Dragos Grigore (Rumania v Albania)

31,1: Ragnar Sigurdsson (Islandia v Portugal)

31,0: Nani (Portugal v Islandia)

30,9: Georgi Schennikov (Rusia v Slovakia)

  • Sebagai pembanding:

389 km/jam: Kecepatan tertinggi yang pernah dilakukan seekor elang pemburu (falcon) saat terbang menukik untuk mengejar mangsanya. Dialah anggota tercepat dalam kerajaan hewan (animal kingdom).

120,7 km/jam : Rekor kecepatan sprint seekor cheetah, mamalia terkencang di dunia.

41 km/jam: Kecepatan Usain Bolt saat mencetak rekor lari 100 meter di Manchester pada tahun 2009.

34 km/jam: Kecepatan sprinter Amerika Serikat, Donald Lippincott, kala membukukan rekor pertama untuk lari nomor 100 meter yang diakui IAAF (federasi atletik internasional), yaitu 10,6 detik pada Juli 1912.

0,12 km/jam: Adalah top speed untuk sebuah kemalasan.

  • Parolo dan Darida si pelari maraton

Adapun kategori pemain dengan daya jelajah tertinggi, sejauh ini pemenangnya adalah Marco Parolo. Gelandang Italia itu mencatat jarak sejauh 12.570 m (12,58 km) ketika turut bertanding melawan Belgia.

Meski demikian, Vladimir Darida boleh jadi “tukang angkut air” sesungguhnya. Buktinya, dalam dua pertandingan dia selalu tercatat sebagai “pelari maraton terjauh”, yakni saat Republik Ceko menghadapi Kroasia dan Spanyol.

  • Daftar 10 pemain dengan daya jelajah tertinggi per pertandingan di Euro 2016 (dalam meter).

12.570: Marco Parolo (Italia v Belgia)

12.563: Vladimir Darida (Republik Ceko v Kroasia)

12.374: Emanuele Giaccherini (Italia v Belgia)

12.341: Vladimir Darida (Republik Ceko v Spanyol)

12.290: Peter Pekarik (Slovakia v Wales)

12.268: Adam Nagy (Hongaria v Austria)

12.150: Taras Stepanenko (Ukraina v Jerman)

12.143: Amir Abrashi (Albania v Swiss)

12.081: Adam Lallana (Inggris v Rusia)

12.081: Marcelo Brozovic (Kroasia v Republik Ceko)

Sumber : Detik.com

Jeremy Menez Menuju Pintu Keluar dari Milan

Jeremy Menez, AC Milan

Jeremy Menez sepertinya tidak akan lagi berseragam AC Milan musim depan. Sebab, Menez diklaim bakal meninggalkan San Siro di musim panas ini.

Karier Jeremy Menez sepanjang musim lalu boleh dibilang terbilang mengecewakan. Dia hanya tampil 12 kali di seluruh kompetisi dan membuat empat gol dengan waktu main 383 menit.

Cedera punggung dan pinggul membuat penampilannya terbatas. Sudah begitu Menez juga punya hubungan tak harmonis dengan Sinisa Mihajlovic yang membuatnya tak jadi pilihan utama tim.

Kondisi ini mau tak mau membuat Menez gerah. Ditambah situasi internal Milan yang sedang tak kondusif menyusul kemungkinan adanya kepemilikan baru, maka Menez pun memilih untuk pergi dari klub tersebut musim depan.

Disebut beberapa klub Prancis tertarik untuk memboyong Menez yang sejatinya masih terikat kontrak hingga 2017.

“Dia masih punya sisa kontrak setahun dengan Milan dan saya rasa dia bakal meninggalkan klub, jadi di momen itu kami akan memikirkan soal masa depannya,” ujar agen Menez, Alain Migliaccio, seperti dikutip Football Italia.

“Kapan dia akan pergi? Musim panas ini. Kami akan melihat tawaran yang datang. Ligue 1? Kenapa tidak,” sambungnya.

Jeremy Menez, 29 tahun, bergabung dengan AC Milan sedari 2014 setelah dilepas kontraknya oleh Paris St-Germain. Selama dua musim di Milan, Menez tampil 46 kali di seluruh kompetisi dengan 20 gol dan empat assist.

Sumber : Detik.com

Jadwal Piala Eropa 2016 : Siaran Langsung Nanti Malam

Slovakia vs Inggris

Laga pamungkas Grup B penyisihan grup Piala Eropa 2016 akan digelar serentak pada Selasa (21/6/2016) dini hari WIB. Persaingan sengit bakal terjadi di laga terakhir karena keempat tim masih berpeluang lolos.

Saat ini Inggris memimpin klasemen Grup B dengan empat poin. Namun mereka hanya unggul satu angka dari Wales dan Slovakia serta tiga poin dari Rusia. Di laga terakhir Inggris akan bersua Slovakia, sedangkan Rusia melawan Wales.

Inggris yang paling berpeluang besar melaju ke 16 besar. The Three Lions cuma butuh hasil imbang saja. Sedangkan ketiga tim lainnya sama-sama butuh kemenangan untuk bisa lolos.

Laga seru Inggris melawan Slovakia akan disiarkan langsung oleh RCTI mulai pukul 02.00 WIB. Sedangkan Rusia kontra Wales disiarkan tunda.

  • Jadwal Piala Eropa 2016 nanti malam :

02.00 WIB: Slovakia vs Inggris (live RCTI)

Sumber : Liputan6.com