Pelatih Sriwijaya FC Bicara Insiden Kontroversial Strikernya

Pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro berbicara soal insiden yang terjadi dalam laga lawan Bali United, Selasa (7/2/2017). Dia mengaku sedikit kecewa karena seharusnya timnya bisa menang di laga tersebut.

Ya, dalam laga ini sempat terjadi peristiwa kontroversial ketika Hilton Moreira dianggap oleh hakim garis telah terperangkap offside ketika sudah berhadapan dengan kiper Bali United. Dan Widodo menganggap keputusan wasit tersebut merugikan timnya.

“Sebetulnya saya berpengalaman main bola dan tentu pertandingan tadi sudah ada yang mengawasi. Kalian (wartawan) yang melihat sendiri. Dari tribun kalian tentu terlihat lebih jelas,” kata Widodo usai pertandingan.

“Saya tak melihat jelas, tapi saya dapat laporan dari tayangan televisi itu tidak offside. Sudah ada yang mengadili, ada pengawas. Saya tidak mau mengomentari soal itu,” kata Widodo menambahkan.

Dalam laga ini Hilton sempat membawa Sriwijaya FC unggul sebelum Marcos Flores dan Abdulrahman sukses mencetak gol bagi tuan rumah. Beruntung Beto Goncalves mampu membuat Sriwijaya mengakhiri laga dengan satu poin.

“Saya sangat bangga dan berterima kaksih atas kerja keras seluruh pemain. Pertandingan berat karena diguyur hujan deras. Tapi itu tidak menjadi kendala. Kami ketinggalan, tapi bisa mengejar,” tuturnya antusias.

“Saya pernah mengatakan di Piala Presiden semua bisa dikalahkan dan mengalahkan. Organisasi bagus belum tentu juga memenangkan pertandingan. Tim yang paling siaplah yang memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Sumber : Liputan6.com

Cek juga berita lainya di http://www.soloruns.com/, portal berita bola yang paling lengkap.

Firman Utina Bantah Gabung Persija

Gelandang Sriwijaya FC Firman Utina menjawab isu kepindahannya ke Persija Jakarta jelang kompetisi Liga 1 Maret 2017 mendatang. Firman mengakui hanya menjalin komunikasi dengan salah satu pemain klub Ibukota tersebut, Bambang Pamungkas.

Rumor kembalinya Firman ke klub lamanya itu berawal dari pengakuan pelatih anyar Macan Kemayoran Stefano Cugurra Teco. Teco menyebutkan telah melakukan kontak dengan salah satu gelandang serang lokal.

“Belum. Saat ini belum ada komunikasi dengan Persija karena saya masih ada ikatan kontrak dengan Sriwijaya FC sampe Maret. Jadi saya belum tahu musim depan akan kemana,” ucap Firman saat ditemui di Senayan, pada Kamis (2/2/2017) sore.

Eks-gelandang Arema dan Persib Bandung tersebut juga menegaskan bahwa nasibnya baru akan ditentukan setelah Piala Presiden. Meski tak ikut bermain dalam turnamen ini, dia masih berstatus pemain Sriwijaya.

“Kontak saya dengan Persija hanya dengan Bambang Pamungkas untuk sekedar tanya kabar. Setelah Piala Presiden saya baru memutuskan klub mana yang akan dipilih untuk kompetisi resmi,” kata Firman.

“Saat ini ada beberapa klub yang sudah menawarkan, dari klub ISL dan Divisi Utama. Tapi saya akan bicarakan dengan keluarga dulu. Mungkin agar dekat denan keluarga di Tangerang,” tuturnya.

Sumber : Liputan6.com

Persib Pilih Stadion Si Jalak Harupat untuk Piala Presiden

Sebagai tuan rumah di Grup 3 Piala Presiden 2017, Persib Bandung akhirnya memilih Stadion Si Jalak Harupat sebagai lokasi laga-laga di grup tersebut.

Sebelumnya, Persib memiliki dua opsi yaitu Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (SGBLA). Namun, dengan berbagai pertimbangan, Persib memilih stadion Jalak Harupat.

“Ya, kami pilih Jalak Harupat sebagai kandang kami nanti di Piala Presiden. Kalau GBLA kemungkinan buat liga sekarang kondisinya belum (ideal),” ujar Manajer Persib Umuh Muchtar kepada detiksport, Rabu (1/2/2017).

Terkait perizinan, dia optimistis sudah tidak ada masalah. “Proses izin masih berjalan,” katanya.

Persib menjadi tuan rumah di Grup 3 yang dihuni bersama PSM Makassar, Persiba Balikpapan, dan Persela Lamongan. Laga pertama ‘Maung Bandung’ adalah melawan PSM, Senin (6/2).

Umuh berharap di laga pertama melawan PSM Makassar, timnya bisa meraih kemenangan agar bisa membuka peluang lolos dari fase grup. Pada Piala Presiden tahun ini, Atep dkk. ditargetkan bisa mempertahankan gelar juara.

“Mudah-mudahan menang di laga perdana agar tim juga pede di pertandingan selanjutnya ” katanya.

Sumber : Detik.com

Jenazah AK Akan Dimakamkan di Tangerang

Kiper Arema FC, Achmad Kurniawan dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (10/1) sore di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang. Selanjutnya, jenazah kiper yang biasa disapa AK ini akan makamkan di Tangerang.

AK meninggal karena mengalami serangan jantung. Berdasarkan pada info yang digali oleh Bola.net, kiper berusia 37 tahun ini meninggal pada pukul 17.00 WIB.

AK meninggal setelah mengalami koma selama satu pekan terakhir dan terus menjalani perawatan intensif.

“Mewakili manajemen, kita berduka sedalam-dalamnya. Kemarin AK menggantikan Kurnia Meiga tiba-tiba. Memberi kebanggaan tinggi pada kami. Kami berduka AK dipanggil seperti ini,” kata Eko Hendro Prasetio, Divisi Legal Arema FC.

“Dengan kebaikan ini, semoga diterima di sisi-Nya,” sambung Eko.

Rencananya, jenazah AK akan segara diterbangkan ke Tangerang oleh manajemen Arema FC. Jenazah akan singgah di rumah duka keluarga AK yang berada di Singosari, Kabupaten Malang.

Sumber : Bola.net

PSSI Undang 107 Voter untuk Kongres Tahunan

PSSI mengundang 107 voter untuk Kongres Tahunan pada akhir pekan. Kongres tersebut juga diharapkan bisa berlangsung aman dan tertib.

107 voter tersebut terdiri dari 18 klub Indonesia Super League (ISL), 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 16 Divisi Utama (DU), 14 Divisi Satu, 22 Liga Nusantara (Linus), dan 3 Asosiasi.

Sekjen PSSI Ade Wellington mengatakan bahwa undangan kepada 107 voter telah dilakukan sejak dua minggu sebelum kongres. Hal itu sudah sesuai dengan prosedur FIFA dan AFC.

“Jumlah voter ada 107. Undangan juga sudah kami sebar. Kami berharap kongres berjalan aman, sukses dan lancar,” ujar Ade.

PSSI akan menggelar kongres tahunan di Hotel Arya Duta, Bandung, Minggu (8/1). Ada beberapa agenda penting yang bakal dibahas. Selain permasalahan tujuh klub, PSSI juga akan merancang program dan anggaran.

Berikut Daftar 107 Voter yang Diundang di Kongres Tahunan PSSI:

  • ASPROV:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Kepulauan Riau

Sumatera Selatan

Bangka Belitung

Bengkulu

Lampung

Banten

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Kalimantan Utara

Gorontalo

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Barat

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Maluku

Maluku Utara

Papua

Papua Barat

  • ISL:

Arema

Semen Padang

Persib Bandung

Persija Jakarta

Pelita Bandung Raya

Sriwijaya FC

Barito Putera

Gresik United

Persik Kediri

Persebaya Surabaya

Persipura Jayapura

Mitra Kukar

Persela Lamongan

PSM Makassar

Persiram Raja Ampat

Persiba Balikpapan

Pusam Samarinda

Perseru Serui

  • DIVISI UTAMA:

Pro Duta FC

PSPS Pekanbaru

PS Bangka

Persikabo Kabupaten Bogor

PSCS Cilacap

PSGC Ciamis

PSIS Semarang

Persis Solo

PSS Sleman

Persinga Ngawi

Borneo FC

Martapura FC

Persewangi Banyuwangi

Persebo Bondowoso

Persiwa Wamena

Persigubin Gunung Bintang

  • DIVISI SATU:

PS Pidie Jaya

PSGL Gayo Lues

PSP Padang

Cilegon United FC

Perserang Serang

Persibas Banyumas

Persibat Batang

Persatu Tuban

Perseden Denpasar

PS Badung Bali

Persipan Paniai

Persikos Kota Sorong

UNI Bandung

Persiyali Yalimo

  • LIGA NUSANTARA:

Persip Pase

PS Patriot Medan

Persitas Takengon

PS Batam

Nabil FC Pekanbaru

PS Benteng

Persipas Pangkal Pinang

Persija Muda

Bandung Barat United

Persimuba Musi Banyuasin

Persigar Garut

Persitas Tasikmalaya

Laga FC

Persekap Kabupaten Pekalongan

Blitar United

Perssu Sumenep

Persipal Palu

Pro Kundalini

PU Putra Palangka Raya

Persintan Intan Jaya

Persma 1960

Kaimana FC

  • ASOSIASI:

Pemain

Futsal

Pelatih.

Sumber : Detik.com

Bantah Hengkang, Gelandang Persib Tunggu Keputusan Manajemen

David Laly diisukan memilih meninggalkan Persib Bandung dan bergabung dengan salah satu klub di Indonesia. Rumor tersebut sempat menjadi viral dan akun sosial pribadi mantan pemain Persipasi Bandung Raya (kini Madura FC) itu dibanjiri komentar para bobotoh, sebutan pendukung skuat Maung Bandung.

Tapi, David membantah hal tersebut. Ia mengaku belum memutuskan pergi dari tim berjuluk Maung Bandung itu. David masih menunggu kepastian dari manajemen tentang nasibnya pada awal Januari 2017 nanti.

“Aku sampai sekarang saja belum dapat surat dari manajemen juga, jadi belum pasti kan. Tunggu keputusan saja,” kata David kepada Liputan6.com di Bandung, Kamis (22/12/2016).

David mengatakan selama ajang Torabika Soccer Championship 2016 Presented by IM3 Ooredoo, penampilannya bersama Persib jauh dari kata maksimal, terutama pada putaran kedua.

“Kalau dari aku musim kemarin khususnya di putaran pertama mungkin kontribusi sudah cukup bagus. Tapi di putaran kedua jujur aku belum kontribusi sama sekali. Paling tidak kekurangan kemarin jadi evaluasi buat ke depan,” ujar pemain yang bergabung dengan Persib pada 2016.

Disinggung soal prediksi ajang ISL 2017, David menuturkan jika kompetisi nanti bakal berjalan sengit dan semakin kompetitif. Namun, tim-tim papan atas tetap menjadi favorit juara.

“Musim depan pasti lebih seru dan mungkin tim-tim besar yang akan kembali meramaikan kompetisi untuk bersaing jadi juara,” ujarnya.

“Kalau untuk liga pastinya tim-tim besar akan kembali bersaing. Tetapi, tetap ada kejutan karena kualitas pemain Indonesia sekarang tidak jauh berbeda.”

Sumber : Liputan6.com

Cedera, Andik Vermansyah Bakal Absen di Leg Kedua Lawan Thailand?

Kemenangan 2-1 timnas Indonesia atas timnas Thailand yang tercipta di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016) malam kemarin, memakan ‘tumbal’. Gelandang timnas Indonesia, Andik Vermansyah terkena cedera dan berisiko tak bisa bermain di leg kedua Final Piala AFF 2016.

“Saya tidak tahu, tapi saya pikir dia tidak akan bermain di leg kedua,” ujar pelatih timnas, Alfred Riedl dalam jumpa pers usai pertandingan.

Andik Vermansah harus ditarik keluar pada menit ke-18. Andik mengalami cedera setelah berbenturan dengan salah satu pemain Thailand dalam perebutan bola.

Usai benturan tersebut, pemain dengan julukan ‘Lionel Messi’ Indonesia sempat bermain lagi. Namun akhirnya, pemain Selangor FA itu tidak dapat menahan rasa sakit pada kaki kirinya. Andik pun harus ditandu keluar lapangan dan diganti oleh Zulham Zamrun pada menit ke-18.

Meski berbenturan dengan pemain Thailand, Riedl mengatakan Andik tidak cedera karena hal tersebut. “Dia cedera sendiri. Biasanya kalau seperti ini masalah otot. Malam ini (kemarin malam, red) Andik langsung dibawa ke rumah sakit untuk scan MRI,” ujar Riedl.

Sementara itu, dokter timnas, Syarif Alwi saat dihubungi mengatakan Andik langsung dibawa ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. “Saat ini belum ada hasil.  Tunggu 45 menit lagi, baru ada hasilnya,” kata Syarif, Kamis (15/12/2016) dinihari WIB.

Leg kedua Final Piala AFF 2016 akan dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016).  Dengan kemenangan 2-1, Indonesia cukup meraih hasil imbang 0-0 di laga tersebut untuk merengkuh juara Piala AFF 2016.

Sumber : Liputan6.com

Riedl: Vietnam Tak Pernah Berubah

Alfred Riedl pernah melatih Vietnam dan tahu betul seperti apa karakter bekas timnya itu. Yang tak berubah menurutnya adalah semangat pantang menyerah.

Vietnam membuktikannya saat menghadapi Indonesia di leg kedua semifinal AFF Suzuki Cup 2016 di Suzuki Cup di My Dinh Stadium, Rabu (7/12/2016) malam WIB. Tertinggal lebih dulu dan harus bermain dengan 10 orang, Vietnam justru mampu membalikkan keadaan untuk memaksakan babak perpanjangan waktu.

Vietnam kebobolan lebih dulu setelah Stefano Lilipaly mencetak gol di menit ke-54. Perjuangan Vietnam tampak lebih berat setelah kiper mereka, Tran Nguyen Manh, dikartu merah di menit ke-76.

Tapi Vietnam justru mampu mencetak gol balasan lewat Vu Van Thanh dan Vu Minh Tuan di 10 menit akhir pertandingan. Skor 2-1 untuk keunggulan Vietnam di waktu normal membuat laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Tapi Indonesia lah yang akhirnya sukses melangkah ke final. Manahati Lestusen mencetak gol untuk Indonesia lewat titik putih di awal babak pertama extra time untuk mengubah skor menjadi 2-2. Dengan demikian, Indonesia berhak lolos dengan agregat 4-3.

Soal Vietnam, Riedl melihat ada yang tak berubah dari tim dibandingkan saat dia melatih dulu. Pelatih asal Austria itu pernah menangani Vietnam dua kali. Yang pertama di rentang tahun 1997-2000, sementara yang kedua 2005-2007.

“Saya ingat bahwa saat saya masih menjadi pelatih di sini, tak ada yang berubah. Semangat juangnya selalu luar biasa. Mereka merupakan salah satu tim dengan keinginan yang paling kuat di Asia Tenggara. Mereka cuma sedikit tak beruntung,” kata Riedl seusai pertandingan.

“Mereka bermain melawan tim dengan pertahanan yang kuat hari ini, yang tak memberi mereka cukup banyak peluang emas. Kebanyakan peluang itu di babak kedua.”

“Saat babak tambahan kita bisa melihat mereka sedikit kelelahan. Kita bisa melihat mereka tak bisa bermain dengan antusiasme yang sama seperti sebelumnya,” tambah pelatih berusia 67 tahun itu.

Meski peatih Vietnam, Nguyen Huu Thang, gagal di ajang AFF Suzuki Cup kali ini, Riedl memberikan dukungan untuk eks anak asuhnya itu.

“Saya harap federasi Vietnam mempertahankan pelatih mereka. ini bukan untuk ditertawakan, ini untuk masa depan. Dia pelatih bagus dan saya tahu itu,” kata Riedl.

Sumber : Detik.com

Berharap Lagi pada Kreasi Rizky Pora dan Ketajaman Boaz

Boaz Solossa dan Rizky Pora merupakan dua pemain penting timnas Indonesia di ajang AFF Suzuki Cup 2016. Keduanya akan kembali menjadi tumpuan di laga melawan Vietnam.

Dalam empat pertandingan yang sudah dilakoni Indonesia, Boaz dan Rizky selalu menjadi starter. Sebanyak tujuh dari delapan yang diciptakan skuat ‘Garuda’ selalu melibatkan kedua pemain ini.

Boaz merupakan pemain tersubur Indonesia dengan catatan tiga gol yang sudah dibuat. Salah satu gol Boaz dicetak saat Indonesia memetik kemenangan 2-1 atas Vietnam di laga leg I yang berlangsung di stadion Pakansari pada akhir pekan lalu.

Selain gol, Boaz juga sudah menyumbangkan satu assist. Dia menjadi otak gol Stefano Lilipaly saat menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Singapura di pertandingan terakhir fase grup.

Boaz, yang bermain selama 351 menit di sepanjang turnamen, dicatat Fox Sports mampu melakukan 114 operan dan 170 kali menyentuh bola.

Sementara itu, Rizky sudah menunjukkan diri menjadi salah satu pemain sayap yang paling berbahaya di AFF Suzuki Cup tahun ini. Dia menyumbangkan sebanyak tiga assist.

Berharap Lagi pada Kreasi Rizky Pora dan Ketajaman BoazFoto: Rachman Haryanto

Assist Rizky itu berbuah gol Boaz saat Indonesia kalah 2-4 dari Thailand, gol Andik Vermansah di laga melawan Singapura, dan gol dari Hansamu Yama Pranata di pertandingan leg 1 semifinal melawan Vietnam

Pertandingan semifinal AFF Suzuki Cup 2016 antara Vietnam melawan Indonesia akan dihelat, Rabu (7/12) malam hari ini. Tim ‘Merah-Putih’ tinggal membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak puncak.

Sementara itu, Vietnam harus memetik kemenangan dengan skor minimal 1-0 atau margin dua gol agar bisa lolos ke babak puncak.

Sumber : Detik.com

Bepe Enggan Komentari Penampilan Timnas Indonesia

bambang-pamungkas

Legenda tim nasional (timnas) Bambang Pamungkas enggan berkomentar banyak soal penampilan Indonesia di Piala AFF 2016. Bepe berujar kalau dirinya bukan bagian dari Skuat Garuda lagi, dan tak berhak menilai kinerja mereka yang telah menang 2-1 atas Vietnam dalam leg pertama semifinal tersebut.

Indonesia sukses menekuk Vietnam berkat gol Hansamu Yama Pranata serta Boaz Solossa. Hasil ini menjadi modal bagus sebelum tim asuhan Alfred Riedl tersebut bertandang pada leg kedua 7 Desember mendatang di Hanoi.

“Saya tidak bisa jawab karena saya bukan pemain tim nasional lagi,” kata Bepe usai jumpa pers peluncuran game sepak bola ASTARK Football, Minggu (4/12/2016) siang di Senayan, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, striker Persija Jakarta tersebut hanya mengakui kalau dirinya punya pemain favorit di timnas saat ini, yakni striker sekaligus kapten Boaz Solossa. Boaz adalah pemain paling senior yang masih memperkuat Piala AFF, selain penjaga gawang Kurnia Meiga.

Di sisi lain, Bepe juga bungkam soal spekulasinya pensiun dari sepak bola. Sebelumnya, Bepe sempat mengatakan ingin pensiun sebagai pemain Persija Jakarta, tim yang telah membesarkannya.

“Pensiun? Lihat saja nanti,” katanya.

Jelang penutupan turnamen Torabika Soccer Champhionship presented by IM3 Ooredoo yang menyisakan dua laga lagi, Bepe baru mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist untuk Persija. Namanya berada di bawah pencetak gol terbanyak Macan Kemayoran, seperti Emmanuel Kenmonge, Gunawan Dwi Cahyo, Greg Nwokolo (4 gol), dan Ramdani Lestaluhu (2 gol).

Sumber : Liputan6.com