Roma Menang Telak, Dzeko: Bukan Laga yang Mudah

Angka penuh dikantongi AS Roma usai menggebuk Fiorentina 4-0. Meskipun menang besar, penyerang Roma Edin Dzeko menilai timnya tidak menjalani laga yang mudah.

Menjamu Fiorentina di Olimpico, Rabu (8/2/2017) dinihari WIB, Roma mesti menunggu nyaris selama 40 menit sebelum Dzeko memecah kebuntuan untuk menyudahi babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Setelah turun minum, Federico Fazio memperbesar keunggulan Roma di menit 58 yang disusul gol dari Radja Nainggonan 17 menit kemudian. Pada 10 menit terakhir laga, Dzeko mencetak gol keduanya untuk melengkapi kemenangan tim ruan rumah.

Kemenangan ini melanjutkan tren positif Roma di kandang sendiri, di mana mereka tidak terkalahkan di liga sejak November 2015. Selain itu, ‘Il Lupi’ berhasil tetap di jalurnya setelah kekalahan 2-3 dari Sampdoria, sepekan lalu.

“Memang tampak selalu mudah untuk menang di Olimpico, tapi tidak demikian,” ujar striker Bosnia itu yang dilansir Football Italia. “Di babak pertama, kami kesulitan dan setelah gol pembuka laga baru berjalan lebih baik. Jadi kami harus meneruskan tren ini.”

“Tidak mudah untuk kembali ke jalur usai kekalahan dari Sampdoria dan kesulitan saat kami menghadapi Cesena (di Coppa Italia, Roma menang 2-1). Jadi memang lebih baik ketika kami harus menghadapi sebuah klub besar pada hari ini,” kata Dzeko.

Dua gol tambahan itu membuat Dzeko kini mengoleksi 24 gol dalam 32 penampilan kompetitif untuk Roma di musim ini. Mantan striker Wolfsburg dan Manchester City itu menjadi kandidat kuat Capocannoniere (17 gol).

“Sistemnya bekerja dengan baik dan aku hanya bisa mencetak gol kalau operan yang pas datang kepadaku. Tanpa sebuah tim, tidak ada Dzeko,” ucap dia merendah.

Roma kini menduduki peringkat kedua klasemen dengan perolehan 50 poin hasil 23 pertandingan. Pasukan Luciano Spalletti itu berjarak empat poin dari Juventus, yang masih menyimpan satu laga, dan unggul dua poin dari Napoli di posisi ketiga.

Sumber : Detik.com

Pemain Cadangan Inter Diklaim Selevel Toni Kroos

Saudara dari Geoffrey Kondogbia, Evans, mengklaim bahwa gelandang Inter Milan tersebut merupakan salah satu pemain terbaik dunia. Kondogbia disebut punya kualitas yang sama dengan pemain Real Madrid, Toni Kroos.

Bukan hanya Kroos, pemain yang baru tampil pada 10 laga bersama dengan Inter, tiga di antaranya sebagai pemain pengganti, diklaim punya level yang sama dengan Sergio Busquets. Kondogbia hanya kalah dari Paul Pogba.

“Pogba adalah pemain terbaik di dunia pada posisinya. Setelahnya, ada Kondogbia, bersama dengan Toni Kroos dan Sergio Busquets,” tutur Evans kepada So Foot.

“Mereka adalah pemain yang bisa menggerakkan permainan timnya, merebut kembali penguasaan bola tapi tidak mencetak banyak gol,” sambung sosok yang juga berkarir di sepakbola ini.

Kondogbia sendiri cukup kesulitan mendapatkan posisi utama di Inter pada musim 2016/17. Ia kalah bersaing di lini tengah Inter sejak awal musim. Namanya pun meredup, tidak seperti saat masih berkiprah di AS Monaco dan Sevilla.

Meski begitu, Evans tak sepakat jika Kondogbia disebut bermain buruk. Menurut sosok berusia 27 tahun ini, Kondogbia tetap menunjukkan aksi terbaiknya.

“Saya banyak mendengar mereka mengatakan Kondogbia bermain dengan buruk di Inter, tapi saya sudah membaca statistiknya, dribbling, umpan sukses dan merebut bola. Tidak ada masalah,” kata Evans membela.

“Kondogbia memiliki kekuatan mental yang sangat mengesankan,” tutupnya.

Sumber : Bola.net

Roma Dipermalukan Sampdoria 2-3

AS Roma menelan kekalahan saat melakoni pertandingan lawatan ke markas Sampdoria. Sempat unggul dua kali, Giallorossi kalah dengan skor 2-3.

Saat melakoni pertandingan lanjutan Liga Italia di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Minggu (29/1/2017) dini hari WIB, Roma bisa unggul cepat lewat Bruno Perez. Dia mencetak gol di menit kelima.

Gol itu berawal dari tendangan jarak jauh Emerson yang bisa ditepis oleh kiper Sampdoria, Christian Puggioni. Bola rebound mengarah ke Peres yang dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.

Sampdoria bisa menyamakan kedudukan di menit 21. Dennis Praet yang mencatatkan namanya di papan skor. Luis Muriel yang menjadi kreatornya, dengan satu umpan silang mendatar dari sisi sayap kiri. Praet yang mendapatkan kawalan pemain belakang Roma, bisa menyontek bola masuk ke gawang.

Roma kembali unggul di menit 66. Kali ini, Edin Dzeko yang menjadi pencetak golnya. Dia sukses mengkonversi bola sodoran dari Emerson dari sayap kiri,

Keunggulan Roma itu tak bertahan lama, setelah Patrik Schick membobol gawang yang dikawal oleh Wojciech Szczesny lima menit berselang. Muriel lagi-lagi kreatornya, kali ini dengan satu sundulan kepala. Schick sempat mengontrol bola dengan dada, sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat.

Muriel akhirnya menjadi penentu kemenangan dengan gol yang dicetak pada menit 73. Dia mengemasnya dengan satu tendangan bebas. Sempat mengenai pagar hidup, bola eksekusinya mengecoh Szczesny.

Di sisa pertandingan, Roma tetap tak bisa menyamakan kedudukan. Di sepanjang pertandingan, mereka mampu mencatatkan sebanyak enam tembakan on target, dalam data yang dilansir oleh Soccerway. Sementara itu, Sampdoria membukukan tiga gol hanya dalam empat tembakan on target.

Dengan kekalahan ini, Roma pun tertinggal empat poin dari Juventus di posisi pertama klasemen. Roma mengumpulkan 47 angka ada di posisi kedua. Sementara itu, Sampdoria ada di posisi 12 dengan raihan 27 angka.

  • Susunan Pemain:

Sampdoria: Puggioni; Bereszynski, Silvestre, Skriniar, Regini; Praet (Linetty 62), Torreira, Barreto; Bruno Fernandes (Schick 69); Quagliarella, Muriel (Djuricic 84)

Roma: Szczesny; Rudiger, Fazio, Vermaelen (Paredes 88); Bruno Peres (El Shaarawy 77), Strootman, De Rossi (Totti 77), Emerson; Nainggolan, Perotti; Dzeko.

Sumber : Detik.com

Juventus Maksimalkan Terpelesetnya Para Rival

Kemenangan Juventus atas Sassuolo di giornata 22 menjadi lebih berharga. Hasil tersebut menjauhkan Bianconeri dari kejaran para rival, yang terpeleset pada akhir pekan kemarin.

Juventus mengatasi perlawanan Sassuolo dengan skor 2-0 di Mapei Stadium, Minggu (29/1/2017). Gol-gol Gonzalo Higuain dan Sami Khedira memastikan tim tamu pulang dengan tiga poin.

Pada saat yang bersamaan, AS Roma yang menjadi pesaing terdekat Juve di Serie A kalah 2-3 di kandang Sampdoria. Beberapa jam setelahnya, Napoli di luar dugaan cuma bisa memetik hasil seri 1-1 saat menjamu tim papan bawah Palermo.

Dengan demikian, Juve makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan perolehan 51 poin dari 21 laga. Mereka unggul empat poin atas AS Roma yang berada di posisi kedua dan enam poin atas Napoli. Jarak tersebut masih bisa melebar karena Juve masih punya satu laga simpanan di tangan.

“Kami meraih tiga poin penting, terutama karena Roma kalah,” ujar kiper Juve, Gianluigi Buffon, di situs resmi klub.

“Kami harus terus fokus ke diri kami sendiri,” kata Buffon.

Juventus selanjutnya akan menjalani big match melawan Inter Milan di Turin, Minggu (5/2) mendatang. Mereka akan berupaya melakukan revans setelah kalah 1-2 pada pertemuan pertama.

Sumber : Detik.com

Inter Sekarang Sudah Beda

Inter Milan melanjutkan tren positifnya dengan mengalahkan Bologna di Coppa Italia. Inter menunjukkan bahwa mereka kini sudah berbeda.

Inter harus bertarung hingga perpanjangan waktu untuk mengatasi Bologna dengan skor 3-2 di babak 16 besar Coppa Italia. Dalam pertandingan di Giueseppe Meazza, Rabu (18/1/2017) dinihari WIB, kemenangan Inter ditentukan oleh Antonio Candreva di menit ke-98.

Bagi Inter, itu adalah kemenangan ketujuh yang mereka bukukan secara beruntun di semua kompetisi musim ini. Dalam catatan Opta, tak pernah sebelumnya Nerazzurri melaju sebaik ini sejak November 2012.

“Kami sekarang adalah Inter yang berbeda dan kami tidak pernah menyerah,” ujar striker Inter, Rodrigo Palacio, seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Saya senang dengan gol saya dan saya senang untuk tim. Kami harus lolos dan kami berhasil melakukannya. Bagaimanapun kami harus terus melaju.”

“Kami sangat bagus di babak pertama dan sayang kami kebobolan gol yang kurang beruntung itu,” lanjut Palacio.

“Kami terus berlari dan bertarung untuk setiap bola di babak kedua, meski kebobolan gol penyama, dan kami pantas lolos. Sekarang kami harus mengalihkan fokus ke Palermo,” ucapnya.

Inter berpeluang untuk memperpanjang rentetan kemenangannya akhir pekan ini. Tim arahan Stefano Pioli itu akan menghadapi tim papan bawah, Palermo, di lanjutan Serie A, Minggu (22/1/2017).

Sumber : Detik.com

Sambangi Torino, Ini Daftar Lengkap Skuat AC Milan

Tim legendaris AC Milan bakal bertandang ke markas Torino dalam lanjutan Serie A, Selasa dinihari WIB (17/1/2017). Pelatih AC Milan, Vicenzo Montella telah menetapkan 23 nama yang akan diboyong dalam tur kali ini.

Situs resmi AC Milan melaporkan, trio Donnarumma, Plizzari, dan Storari masih jadi stok Montella di bawah mistar gawang. Di barisan pertahanan, Montella memboyong delapan nama, yakni Abate, Calabria, Ely, Gomez, Paletta, Romagnoli, Vangioni, Zapata. Sedangkan untuk memperkuat lini tengah, Montella membawa Bertolacci, Bonaventura, Honda, Kucka, Locatelli, Pasalic, dan Sosa.

Carlos Bacca yang mengakhiri paceklik golnya bersama Milan, pekan lalu, kembali mengisi amunisi penyerang Rossoneri. Montella juga tidak lupa membawa wonderkid Milan, Patrick Cutrone. Sedangkan tiga nama lainnya dihuni oleh Lapadula, Niang, dan Suso.

AC Milan saat mini masih berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 36 poin dari 18 laga. Rossoneri terpaut sembilan poin dari pimpinan klasemen Juventus yang telah mengoleksi 45 poin dari 19 pertandingan.

Usai jumpa pers jelang pertandingan, Montella masih menyempatkan pasukannya berlatih sebelum meninggalkan Turin. Selanjutnya para pemain Rossoneri mengawali persiapannya di pusat kebugaran sebelum kemudian menjajal lapangan utama. Latihan di awali dengan permainan di lapangan kecil dan dilanjutkan dengan pematangan strategi dan taktik yang dipimpin langsung oleh Montella.

Sumber : Liputan6.com

Juventus : Evra Sedang Pertimbangkan Masa Depannya

Patrice Evra tak masuk skuat Juventus pada laga melawan Bologna. Bek kiri asal Prancis itu absen karena tengah mempertimbangkan masa depannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Manajer Umum Juventus, Giuseppe Marotta. Menurut Marotta, absennya Evra merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Evra masih bersama kami. Dia tidak dipanggil lewat kesepakatan bersama karena dia sedang mempertimbangkan masa depannya,” ujar Marotta kepada Mediaset Premium.

Evra, yang menjalani musim ketiganya bersama Juve, belakangan ini diisukan akan kembali ke Manchester United. Dia kabarnya juga diminati oleh klub Spanyol, Valencia.

“Memang sudah benar dia mengambil waktu sejenak untuk merenung karena kontraknya akan habis pada bulan Juni. Dia berusia 35 tahun dan akan menuju 36. Kita lihat saja pekan depan,” ujar Marotta.

“Saya pikir kami tak butuh pemain pengganti karena di dalam tim kami sudah ada pilihan-pilihan seperti Kwadwo Asamoah dan Federico Mattiello,” katanya.

Agen Evra, Federico Pastorello, baru-baru ini menyatakan bahwa kliennya bukannya tidak betah di Juve dan hanya ingin lebih sering main. Evra musim ini rutin tampil sebagai starter di Liga Champions, tapi lebih sering jadi cadangan di Serie A.

Sumber : Detik.com

Lumat Lazio, Inter Catatkan Kemenangan Tiga Kali Beruntun

Inter Milan menang meyakinkan atas Lazio dalam pertemuan Serie A pekan ke-18 di San Siro, Kamis (22/12).  Kemenangan ini merupakan kemenangan tiga kali beruntun bagi Nerazzurri.

Berkat kemenangan ini, Inter naik ke peringkat tujuh dengan mengumpulkan 30 poin, hanya berjarak tiga poin dari AC Milan yang menduduki tempat terakhir zona Eropa.

Ever Banega menjadi pembuka keunggulan Inter atas Lazio di menit 54. Gol tersebut kemudian diikuti gol kedua yang dicetak oleh Mauro Icardi pada menit 56. Sepuluh menit kemudian, Icardi kembali mencatatkan namanya di papan skor yang membuat Inter menang dengan skor 3-0.

Ketika pertandingan dimulai, Inter tak mengawali pertandingan dengan bagus. Tim tamu justru beberapa kali mengancam gawang Samir Handanovic. Baru saja memasuki menit kedua, Ciro Immobile memaksa kiper Inter jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Gawang Handanovic kembali terancam di menit 19. Namun sejauh ini, gawang Inter masih terselamatkan.

Ketika pertandingan berjalan setengah jam, Inter baru bisa menemukan tempo permainannya. Sejumlah peluang pun mampu diciptakan. Namun hingga babak pertama usai, tak ada perubahan skor dalam pertemuan antara kedua kesebelasan.

Usai kembali dari ruang ganti, Inter menunjukkan permainan lebih bagus. Peluang pertama di babak kedua dari Inter diciptakan oleh Ivan Perisic. Namun gol pembuka baru tercipta di menit 54 lewat tendangan keras Banega dari luar kotak penalti.

Gol pertama tersebut tampaknya menginspirasi gol kedua Inter. Dua menit kemudian, Inter kembali mencetak gol. Setelah Danilo D’Ambrosio mengirim bola ke dalam kotak penalti, Icardi melakukan pergerakan ciamik dan menyambut bola dengan kepalanya. Bola meluncur indah ke dalam gawang Federico Marchetti dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 di menit 56.

Tak lama setelah itu, Icardi hampir saja mencetak gol lagi. Tapi penyerang asal Argentina tersebut baru menemukan gol keduanya di menit 65 setelah mendapat hadiah tendangan bebas. Bermula dari tembakan Banega, Icardi menyambutnya dengan sepakan mendatar kaki kanannya. Marchetti sempat membendungnya, namun laju bola yang keras terus bergulir melewati garis gawang dan masuk.

Tertinggal 3 gol, Lazio tampak belum menyerah dan ingin mengejar ketertinggalan di waktu tersisa. Namun hingga waktu habis, tak gol balasan yang mampu diciptakan. Maka, pertandingan pun ditutup dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.

  • Susunan Pemain

Inter Milan: Handanovic; D’Ambrosio, Murillo, Miranda, Ansaldi (Nagatomo 63); Brozovic, Kondogbia; Candreva (Gabriel Barbosa 85), Banega (Palacio 74), Perisic; Icardi

Lazio: Marchetti; Basta, De Vrij, Wallace, Patric (Keita 59); Parolo, Biglia (Cataldi 82), Milinkovic-Savic; Felipe Anderson, Immobile, Lulic (Lombardi 71).

Sumber : Bola.net

Inter Tak Peduli Permainan Cantik, yang Penting Bisa Menang

Menjamu Lazio tengah pekan ini, Inter Milan akan fokus saja meraup angka penuh. Soal estetika permainan, bagi Nerazzurri sementara ini dikesampingkan dulu.

Inter akan menjamu Lazio di Giuseppe Meazza, Kamis (22/12/2016) dinihari WIB di laga terakhir mereka tahun ini. Meraup angka penuh akan krusial untuk upaya mereka menapak naik di papan klasemen.

La Beneamata saat ini ada di posisi tujuh dengan nilai 27 dari 17 pekan. Sedang Lazio ada di urutan empat dengan 34 poin, atau tujuh angka di depan Inter.

Bagi Inter, kemenangan atas Lazio juga akan menjaga momentum kemenangan beruntun mereka berlanjut. Sudah tiga laga terakhir dimenangi.

Pelatih Inter Stefano Pioli mengantisipasi sebuah laga sulit melawan Lazio. Dia menegaskan fokusnya saat ini adalah membawa Inter meraih hasil maksimal, sementara soal main cantik nanti dulu.

“Kami menghadapi seorang rival yang sedang tampil baik. Mereka di depan kami di klasemen dan setiap laga yang memberikan kesempatan untuk kami merenggut sejumlah poin akan penting untuk kami,” kata Pioli dikutip Football Italia.

“Akan ada laga-laga besar lainnya, tapi kami ingin tampil baik. Sekarang ini kami tidak peduli dengan permainan cantik, tapi soal klasemen dan hasil yang mana satu-satunya yang dianggap saat ini,” tambahnya.

Pioli sebelumnya sudah menyatakan tekadnya untuk membawa Inter finis di zona Liga Champions.

Sumber : Detik.com

Jelang Duel, Roma dan Juventus Saling Memuji

Diego Perotti percaya AS Roma mampu meraih scudetto musim ini. Penyerang sayap asal Argentina itu menilai kualitas Tim Serigala Ibukota tidak kalah dengan pemuncak klasemen, Juventus.

Saat ini Roma masih berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi 35 poin dari 16 laga. Sementara Juventus berada di posisi pertama dengan selisih empat poin.

Menariknya kiper Juventus, Gianluigi Buffon menyampaikan Roma merupakan pesaing berat timnya mempertahankan gelar. Sehingga Juve tidak akan meremehkan kekuatan tim yang diasuh Luciano Spaletti tersebut.

“Buffon benar menyebut kami bisa memenangkan gelar. Kami telah mengalahkan Napoli, AC Milan, Inter, dan Lazio musim ini dan itu tidak mudah,” kata Perotti seperti dilansir Soccerway.

“Memang kami sempat kehilangan beberapa poin krusial. Namun sekarang Roma hanya berselisih empat poin dan siap bersaing dengan Juve,” katanya menambahkan.

Kedua tim akan bertarung pada Minggu (18/12/2016) mendatang. Dan laga ini tidak lepas dari persaingan duo striker, Edin Dzeko dan Gonzalo Higuain.

“Keduanya pemain hebat karena bisa mencetak gol dan assist. Namun saya lebih memilih Dzeko,” kata Perotti.

Sumber : Liputan6.com