Ranieri: Okazaki Adalah Bel yang Membangunkan Leicester

shinji-okazaki

Dilly ding, dilly dong. Claudio Ranieri punya bel imajiner untuk menjaga fokus skuat Leicester City. Andai bel itu berbentuk, Shinji Okazaki-lah wujudnya.

Istilah dilly ding, dilly dong menjadi populer ketika Ranieri berhasil membawa Leicester menjuarai Premier League musim kemarin. Bel imajiner itu menjadi salah satu metode Ranieri di sesi latihan, untuk menjaga fokus para pemainnya.

Selain bel tersebut, Ranieri juga punya cara lain untuk menjaga motivasi para pemain. Yakni dengan mentraktir timnya pizza jika berhasil menang dengan clean sheet.

Tapi setelah musim lalu tampil mengejutkan, Leicester mengalami kesulitan di musim ini. Entah apakah bel imajiner Ranieri sudah menurun pengaruhnya atau pizza mulai berkurang daya tariknya, tapi Leicester dalam beberapa kesempatan dinilai kehilangan gairah dan daya juang tinggi di musim lalu.

Namun Ranieri beruntung punya sosok Okazaki di dalam tim. Jika sebelumnya dia hanya mengandalkan bel imajiner, kini dia punya perwujudan dari bel tersebut dalam diri penyerang internasional Jepang itu.

Okazaki adalah pemain yang punya etos kerja tinggi dan amat gigih. Kehadirannya di tim disebut Ranieri sudah menyadarkan rekan-rekannya setiap kali fokus tim menurun.

“Dia adalah seorang pekerja keras. Terkadang dia memang tidak begitu dekat dengan gawang, tapi ketika bola ada di sekitar kotak penalti, Shinji selalu ada di sana,” kata Ranieri dikutip Sky Sports.

“Dia penting untuk tim karena dia banyak melakukan tekanan. Dia adalah dilly ding, dilly dong kami. Dia membangunkan para pemain kami, dia punya belnya,” imbuhnya.

Okazaki mencetak satu gol kala Leicester menang 3-1 atas Crystal Palace di akhir pekan lalu. Dia tampil penuh di pertandingan tersebut, pertama kali di musim ini.

Di laga itu pula dia kembali menjadi starter sejak kali terakhir 10 September kala Leicester takluk 1-4 dari Liverpool. Sejak laga kontrak Liverpool itu, Okazaki sempat ditepikan di tiga laga dan cuma bermain sebagai pengganti saat melawan Southampton.

Leicester sementara ini ada di posisi 12 klasemen dengan nilai 11 dari sembilan pekan. Kemenangan atas Palace mengembalikan Leicester ke jalur positif usai tiga laga tanpa kemenangan.

Sumber : Detik.com

Klopp Minta Liverpool Waspadai Hazard

eden-hazard

Bos Liverpool, Jurgen Klopp, berharap para pemainnya sudah belajar dari performa Eden Hazard di Anfield awal tahun ini, ketika mereka menghadapinya di Stamford Bridge pekan ini.

Hazard kembali menunjukkan penampilan terbaiknya di lima laga terakhir Chelsea musim lalu, setelah mampu mencetak empat gol, termasuk satu gol solo yang apik ketika bermain di Anfield.

Pemain Belgia juga kembali bermain bagus di bawah asuhan Antonio Conte musim ini, dan itulah mengapa Klopp sedikit khawatir dengan winger Belgia pekan ini. Manajer Jerman berharap sang pemain akan belajar dari performanya awal tahun ini, ketika tim bermain di London Barat nanti.

“Ia amat luar biasa di Anfield musim lalu, namun kami tidak bertahan dengan baik ketika menghadapi dirinya. Kami harus bisa lebih baik lagi,” tutur Klopp menurut Squawka.

Liverpool sendiri baru saja memetik kemenangan besar ketika mereka menghadapi sang juara bertahan Premier League, Leicester City, di laga terakhir mereka pekan lalu.

Sumber : Bola.net

Leicester Menjadi Inspirasi Klub-Klub Underdog

Leicester City dan Claudio Ranieri

Pelatih Leicester City, yakni Claudio Ranieri mengungkapkan bahwa dirinya memiliki harapan untuk keberhasilan The Foxes menjadi klub yang berada dalam posisi puncak klasemen dan berpeluang besar menjadi juara Premier League dapat menjadi inspirasi untuk para tim kecil lainnya.

Seperti yang diketahui, tidak ada yang menduga bahwa tim yang pada musim lalu ini masih merangkak dan berjuang tak terdegradasi berubah menjadi salah satu klub terkuat juara Premier League musim ini. Leicester City yang dulunya menjadi klub underdog kini menjelma menjadi klub yang disegani.

Memiliki lima laga yang tersisa musim ini, Jamie Vardy dan rekan-rekannya kini berada di posisi teratas klasemen dengan tujuh poin lebih banyak dari peringkat kedua, Tottenham Hotspur. Andai menjadi juara, ini merupakan prestasi besar bagi The Foxes untuk pertama kalinya.

” Kami bangga dengan pencapaian yang telah kami peroleh saat ini. Ini menjadi hal yang sangat menyenangkan. Untuk itu, kami membuka hati untuk semua klub. Tim-tim kecil yang dianggap biasa-biasa saja dengan para pemain yang tidak dikenal dan biasa saja. Ingatlah, inilah yang dinamakan sepakbola yang bagus. Berkembang dan berharap pesan ini untuk semua orang. Hal ini sungguh luar biasa, ” ujar Claudio Ranieri.

Walau demikian, Ranieri juga menegaskan bahwa semua hasil ini merupakan perjuangan timnya yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Ini juga menjadi pekerjaan yang belum usai sama sekali karena masih ada lima laga final yang menanti dan menjadi penentu musim ini.

” Ini sama sekali belum selesai bagi Leicester City. Kami harus tetap berupaya, fokus dan memiliki konsentrasi yang baik, apapun itu kami harus melewatinya dengan baik dan berharap hasil yang memuaskan untuk kedepannya, khususnya untuk menjadi juara Premier League ” tandas Claudio Ranieri.

Prediksi Arsenal Vs Watford Dalam Laga Besok

Masih teringat dalam benak Arsenal saat mereka gagal meraih juara FA Cup musim ini karena dikalahkan oleh Watford dalam laga babak perempat final bulan Maret yang lalu. Kini, dua tim ini akan kembali berlaga untuk pertama kalinya sejak kekalahan tersebut. Laga Premier League ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu (2/4) besok.

Berlaga di Emirates yang lalu, Arsenal disebut sebagai tim yang kurang beruntung. Dua gol yang berhasil menyerang gawang The Gunners menjadi dua tembakan on target oleh Watford sepanjang pertandingan. Padahal sebelumnya, The Gunners merupakan tim yang selalu berhasil dalam lima laga sebelumnya.

Pertempuran pada Premier League kali ini akan diselenggarakan di kandang The Gunners. Ini menjadi waktu yang tepat untuk pasukan Arsene Wenger jika ingin melakukan pembalasan dendam. Pada pertandingan terakhir, The Gunners baru saja memperoleh kemenangan dengan skor 0-2 ketika bertandang ke markas Everton.

Sementara itu, The Hornets sedang dalam kondisi negatif. Dalam empat laga terakhir, mereka tidak dapat menang bahkan tiga pertandingan terakhir selalu gagal baik bermain di kandang atau tandang. Kegagalan ini menjadikan pasukan Sanchez Flores kini menduduki posisi ke-14 yang sebelumnya duduk di papan tengah.

Wenger dipastikan tidak akan membuat perubahan posisi pemain saat menghadapi tim lawan. Skuad yang diturunkan untuk mengalahkan Everton sebelum jeda internasional yang akan kembali digunakan. David Ospina dipercaya sebagai penjaga gawang sementara karena Petr Cech masih absen karena cedera. Danny Welbeck kembali masuk bersama Iwoby dan Elneny yang pada laga lalu menampilkan penampilan yang mengesankan sejak menit awal.

Sama halnya dengan kubu Watford. Mereka akan memasang dengan posisi pemain yang sama ketika skuad mereka dapat mengalahkan Arsenal bulan lalu dengan formasi 4-3-3. Tiga penyerang top mereka yakni Amrabat, Ighalo, dan Deeney siap diturunkan. Secara keseluruhan, The Hornets tidak memiliki kendala terkait gangguan cedera. Ini sangat mendukung tim dalam laga ini.

Baik Arsenal dan Watford sama-sama memiliki modal yang baik saat berhadapan nanti. Setelah mengalahkan Everton, The Gunners memiliki bekal yang bagus untuk menjalani laga Premier League kali ini. Sementara, kegagalan The Gunners, menjadikan The Hornets mempunyai motivasi.