Chelsea Rasa Juventus Makin Menakutkan

antonio-conte

Chelsea makin menjadi-jadi. Revolusi yang dilakukan Manajer Antonio Conte membuat The Blues tak hanya bermain cantik, tapi juga ngotot dan selalu habis-habisan di lapangan.

Finis di peringkat 10 musim lalu, The Blues kemudian mendatangkan Conte sebagai manajer baru. Perlahan tapi pasti, Conte sukses mengubah Chelsea menjadi tim yang menakutkan.

Begitu datang, Conte tak langsung mengubah Chelsea secara drastis. Ia mencoba mengikuti pakem formasi yang digunakan The Blues dalam satu dekade terakhir, yakni 4-2-3-1 atau 4-3-3.

Hasilnya, performa Chelsea kurang oke. Dari enam pertandingan di Liga Inggris, Chelsea hanya memetik tiga kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Parahnya lagi, The Blues kebobolan sembilan gol.

Conte pun mencari solusi. Ia mencoba formasi 3-4-3 dan 3-5-2 yang membantunya sukses besar di Juventus. Hasilnya, performa Chelsea sempurna.

Dari tiga pertandingan melawan Hull City, Leicester City dan Manchester United, The Blues selalu menang. Tak sampai di situ, Diego Costa dan kawan-kawan juga mampu melesakkan sembilan gol dan tak kebobolan.

“Penting bagi manajer untuk menemukan solusi, bersama-sama dengan para pemain. Ketika Anda kebobolan, itu bukan masalah hanya untuk pertahanan, tapi juga seluruh tim,” kata Conte di Mirror.

“Pertahanan adalah masalah besar dan kami bekerja untuk memecahkan masalah ini. Kami juga ingin meningkatkan serangan, memenangkan bola kembali dan tetap kompak.”

“Kami sedang bekerja pada banyak prinsip, tetapi ini tidak mudah. Ketika Anda bekerja dengan tim baru, tidak mudah mentransfer ide-ide baru. Kami berkembang secara perlahan,” Conte menambahkan.

Perjudian dengan mengganti formasi ikut mengangkat Chelsea di klasemen. Kini, The Blues bertengger di peringkat empat. Eden Hazard dan kawan-kawan hanya terpaut satu angka dari Manchester City, Arsenal dan Liverpool di singgasana.

“Kami telah berkembang dan harus terus bekerja keras. Hanya dengan bekerja keras kami bisa berkembang,” ujar Conte.

“Penting untuk memahami misi kami. Kami kini harus melihat ke laga hari Rabu melawan West Ham dan bersiap untuk itu,” tutur manajer asal Italia tersebut.

Sumber : Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *