Jelang Derby Manchester di Beijing, MU dan City Diadang Banyak Masalah

Manchester United, Manchester City

Manchester United dan Manchester City mendapatkan pengalaman tak mengenakkan di China. Banyak masalah yang mengadang kedua klub itu sebelum bertanding pada laga derby.

MU dan City dijadwalkan bertanding di Stadion Nasional Beijing, Senin (25/7/2016), di ajang International Champions Cup. Laga ini merupakan derby Manchester pertama yang digelar di luar Inggris.

Meski berlabel laga pramusim, pertemuan MU dan City di Beijing itu menyedot perhatian dari seluruh dunia. Keberadaan sosok Jose Mourinho dan Pep Guardiola di kursi manajer masing-masing kubu makin memanaskan atmosfer pertandingan.

Sayangnya, banyak problem yang mengganggu persiapan jelang pertandingan tersebut. Salah satu masalah utamanya adalah kondisi lapangan.

MU dan City tak bisa berlatih di Stadion Nasional pada Minggu (24/7) karena kondisi lapangan yang buruk. Buruknya kondisi lapangan itu akibat hujan deras yang mengguyur Beijing dalam beberapa waktu terakhir. Kedua tim pun terpaksa melakukan latihan di Stadion Olympic Sports Centre.

Lapangan di Stadion Nasional kabarnya ditumbuhi jamur setelah terus diguyur hujan akhir-akhir ini. Kubu City sampai mengirim perawat lapangan mereka, Craig Knight, ke China demi membereskan masalah ini.

Konferensi pers jelang pertandingan juga tak berjalan sesuai rencana. Mourinho harusnya menemui media di ruangan konferensi pers Stadion Olympic Sports Centre. Tapi, karena ruangan tersebut terlalu sempit dan panas, Mourinho pun terpaksa menemui para jurnalis di pinggir lapangan.

Beberapa jam sebelumnya, Guardiola dan Fernandinho melakukan konferensi pers di ruangan itu ketika suhu ruangan lebih bersahabat. Namun, tetap saja keduanya kepanasan dan sampai meminta handuk untuk mengelap keringat.

Sehari sebelumnya, rombongan MU juga mendapatkan masalah lain. Akibat cuaca buruk, sebagian anggota rombongan terlambat tiba di Beijing dalam perjalanan dari Shanghai.

MU membagi anggota rombongan tur ke dalam dua pesawat untuk penerbangan ke Beijing. Pesawat pertama mendarat sesuai jadwal, tapi pesawat kedua terpaksa melakukan pendaratan di Tianjin, yang berjarak sekitar 120 km dari Beijing.

Salah satu pemain yang berada di pesawat kedua adalah Memphis Depay. Depay akhirnya bisa sampai di Beijing, tapi pada tengah malam. Situasi ini membuat Mourinho tidak senang.

“Yang naik pesawat pertama beruntung karena kami mendarat dengan selamat. Kami sampai di hotel dalam kondisi bagus untuk makan malam,” jelas Mourinho di Daily Mail.

“Kelompok kedua tidak beruntung. Pesawatnya tidak bagus, mereka menghadapi badai, dan harus mendarat selama beberapa jam. Mereka berusaha untuk pindah ke bus, lalu mereka mendapat pesawat dan mereka tiba di hotel untuk makan malam pada pukul 1 dinihari,” katanya.

Dengan beragam masalah yang dialami timnya selama berada di China, tak mengherankan kalau Mourinho sudah tak sabar untuk kembali ke Inggris.

“Ini adalah hari terakhir, pertandingan terakhir, dan setelahnya kita bisa pulang dan berlatih dalam kondisi yang bagus, kondisi di mana para pemain merasa nyaman, aman, dan bisa meningkatkan level konsentrasi dan intensitasnya lagi,” ujarnya.

“Saya tak bisa meminta apapun dari sudut pandang taktik atau level performa. Saya cuma berharap para pemain tetap tenang, tidak membiarkan motivasi mereka turun dengan semua masalah yang harus mereka hadapi dalam beberapa hari terakhir,” tambah Mourinho.

Jika Manchester United bisa langsung pulang ke Inggris setelah pertandingan, tidak demikian halnya dengan Manchester City. City masih harus menghadapi Borussia Dortmund di Shenzen, Kamis (28/7) mendatang.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *