Menanti Gebrakan Si ‘Setan Merah’ di Piala Eropa 2016

Euro 2016, timnas Belgia, Marc Wilmots

Belgia menjadi salah satu tim yang dinantikan di Euro 2016 kali ini. Berbekal skuat bertabur bintang, tim asuhan Marc Wilmots diharapkan mampu tampil maksimal demi mendapatkan posisi sebagai penguasa Eropa.

Di sisi lain, generasi emas timnas Belgia pun sudah mencapai usia matangnya. Oleh karena itu, ekspektasi tinggi dibebankan ke pundak Eden Hazard dkk.

Jalan Belgia menuju trofi Henri Delaunay dipastikan tidak akan gampang-gampang saja. Belgia tergabung di Grup E, salah satu grup berat di Euro 2016. Belgia akan bersaing dengan Italia, Swedia, dan Republik Irlandia. Di pertandingan pertama, Belgia akan akan menghadapi Italia, Selasa (14/6/2016) dini hari WIB.

Sebelum turnamen berlangsung, ‘Setan Merah’ –demikian julukan untuk timnas Belgia– mendapat bencana ketika kapten sekaligus bek andalan mereka, Vincent Kompany, cedera sehingga dipastikan tidak dapat berlaga di Prancis. Namun, pelatih Marc Wilmots tidak perlu pusing karena Belgia masih memiliki duo bek tengah Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen.

Alderweireld dan Vertonghen mampu membawa Spurs hanya kebobolan 35 gol di Liga Inggris musim 2015/2016 –membuat Spurs, bersama Manchester United, menjadi klub yang paling sedikit kebobolan di liga. Di bawah mistar gawang juga ada kiper Chelsea, Thibaut Courtois. Chelsea memang tidak menjalani musim yang baik, tetapi penjaga gawang berusia 24 tahun itu tetap merupakan salah satu kiper terbaik di dunia.

Belgia sendiri memilki lini tengah dan depan yang sangat kuat dan dalam. Di posisi gelandang tengah, ada pemain keturunan Batak, Radja Nainggolan, pemain Manchester United, Marouane Fellaini, pemain Zenit St. Petersburg, Axel Witsel, dan gelandang Tottenham Hotspur yang tengah bersinar, Moussa Dembele.

Pemain-pemain ini akan menyokong bintang-bintang Belgia seperti Eden Hazard, yang didapuk menjadi kapten di turnamen ini, dan Kevin De Bruyne. De Bruyne sendiri digadang-gadang akan menjadi salah satu penantang untuk gelar pemain terbaik pada turnamen ini.

Di posisi striker, Romelu Lukaku akan bersaing dengan dua striker Liverpool, Christian Benteke dan Divock Origi, serta salah satu komoditas panas di bursa transfer musim ini, Michy Batshuayi. Marc Wilmots bisa jadi pusing ketika memilih siapa saja yang akan menghuni posisi tengah dan depan di timnya.

Belgia memiliki pemain-pemain yang relatif muda. Hanya bek Laurent Ciman dan Thomas Vermaelen, serta kiper Jean Francois Gillet, yang berusia diatas 30 tahun. Dengan skuat yang segar, Belgia diharapkan mampu untuk memberikan permainan yang menarik.

Ada beberapa pemain muda di bawah 23 tahun yang berpotensi untuk bersinar di Prancis nanti. Selain Lukaku, Origi, dan Michy Batshuayi yang sudah disebutkan, masih ada pencetak gol di final Liga Champions untuk Atletico Madrid, Yannick Ferreira Carrasco. Carrasco bisa menjadi kartu as bagi ‘Setan Merah’ di turnamen ini.

Di lini belakang, ada adik dari Romelu, Jordan Lukaku, yang berposisi sebagai bek sayap. Dapat dipastikan bahwa pemandu bakat dari tim-tim besar akan mengerubungi tim dengan talenta muda ini.

Walaupun begitu, Belgia masih memiliki beberapa kelemahan. Absennya Kompany menjadi kerugian utama bagi Belgia. Kepemimpinan Kompany akan sangat dirindukan oleh rekan-rekannya di lapangan. Baik Hazard maupun Vertonghen masih belum dapat menggantikan karisma Kompany sebagai kapten. Belgia juga belum teruji mentalitas dan konsistensinya ketika berhadapan dengan tim-tim besar.

Di babak kualifikasi, timnas Belgia berhasil menang besar menghadapi tim-tim semacam Siprus dan Andorra. Namun, Belgia harus kalah ketika melawan Wales. Pada laga uji coba pun, Belgia memang berhasil menang melawan calon lawannya, Italia, tetapi Belgia juga harus tunduk kepada Portugal.

Dalam laga perdananya melawan Italia nanti, Belgia relatif diunggulkan untuk menang. Performa Belgia dalam lima pertandingan terakhir lebih baik dibanding lawannya. Rekor Belgia dalam lima pertandingan terakhir terhitung seimbang, dengan Belgia dan Italia masing-masing mencatatkan dua kali kemenangan dan satu seri.

Belgia juga relatif lebih diunggulkan karena materi pemain yang lebih baik ketimbang Italia. Namun, Belgia harus bekerja keras untuk menembus pertahanan Italia yang dikawal oleh BBC versi Juventus: Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.

” Kami telah mempelajari gaya bermain Italia, mereka memiliki pertahanan kuat yang digalang oleh pemain-pemain Juventus. Kami harus mencari solusi untuk mencetak gol, ” ucap Hazard seperti dikutip dari AFP.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *