Conte Tegaskan Costa Bahagia di Chelsea

Antonio Conte berharap spekulasi soal masa depan Diego Costa berakhir. Dia menegaskan bahwa Costa bahagia dan masih terikat kontrak dengan Chelsea.

Costa dikabarkan jadi incaran klub China, Tianjin Quanjian. Tawaran ‘wah’ mencapai 80 juta pounds disebut-sebut sudah disiapkan oleh Tianjin untuk memboyong Costa.

Di tengah rumor tersebut, Costa juga kemudian dikabarkan berselisih dengan pelatih kebugaran Chelsea. Permasalahan tersebut lantas berujung dicoretnya Costa dari skuat Chelsea untuk laga melawan Leicester City pekan lalu meski kemudian Conte menyebut bahwa striker internasional Spanyol itu mengalami cedera punggung.

Costa kembali ke starting XI Chelsea dalam laga melawan Hull, Minggu (22/1/2017) malam WIB, dan mencetak satu gol. Conte mengaku puas dengan penampilan Costa di laga tersebut.

Conte juga ingin menyudahi spekulasi yang terus bergulir soal masa depan Costa. Manajer Chelsea itu menegaskan bahwa Costa bahagia di Stamford Bridge dan masih punya kontrak dua tahun.

“Diego masih punya dua tahun dalam kontraknya di Chelsea. Saya pikir kontraknya mengakhiri spekulasi,” ujar Conte seperti dikutip dari Sky Sports.

“Saya ulangi, dia sangat bahagia bertahan di Chelsea. Bagi kami, sangat penting untuk berkonsentrasi di masa kini,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu (apakah dia akan ditawari kontrak baru), ini adalah keputusan yang harus diambil bersama klub.”

Sumber : Detik.com

Ayo Langsung Bangkit, Chelsea!

Antonio Conte yakin Chelsea tak akan terlalu larut dalam kekecewaan usai dikalahkan Tottenham Hotspur. Chelsea akan berusaha untuk merangkai kemenangan lagi.

Laju 13 kemenangan beruntun Chelsea dihentikan oleh Spurs. Bertanding di White Hart Lane, Kamis (5/1/2017) dinihari WIB, The Blues takluk 0-2 dari tuan rumah.

Kendati kalah, Chelsea masih belum tergusur dari takhtanya di puncak klasemen. Eden Hazard dkk. masih kukuh di puncak klasemen dengan 49 poin dari 20 pertandingan, unggul lima angka dari Liverpool yang menjadi pesaing terdekatnya.

Apa yang diraih Chelsea sejauh ini diakui Conte tidaklah mudah. Oleh karena itu, demi mempertahankan posisinya, Chelsea bertekad untuk langsung kembali ke jalur kemenangan.

“Kami di puncak klasemen karena kami bekerja keras. Dari musim lalu kami sudah banyak berkembang, tapi tentu liga ini sangat berat,” ujar Conte seperti dikutip dari ESPN FC.

“Untuk alasan ini, penting untuk terus bekerja. Kekalahan melawan Tottenham bisa terjadi. Mereka adalah tim yang benar-benar kuat.”

“Sekarang penting untuk memulai kembali. Setelah 13 kemenangan beruntun, sulit untuk menerima kekalahan, tapi inilah sepakbola,” katanya.

Chelsea selanjutnya akan menghadapi Peterborough United di Piala FA, Minggu (8/1/2017). Setelahnya, Chelsea akan tandang ke markas Leicester City di lanjutan Premier League, Minggu (15/1/2017) dinihari WIB.

Sumber : Detik.com

Kesempatan Chelsea Menegaskan Status sebagai Kandidat Juara Sesungguhnya

manchester-city-kontra-chelsea

Chelsea akan menantang Manchester City akhir pekan ini. Meski bukan penentu gelar juara, laga ini diyakini bisa jadi titik kunci untuk The Blues.

Chelsea akan menguji lajunya kala bertandang ke Etihad Stadium, Sabtu (3/12/2016) malam WIB di lanjutan Premier League. Usai merangkai tujuh kemenangan beruntun, City akan jadi ujian nyata untuk skuat Antonio Conte sebagai calon kuat juara.

Harry Redknapp percaya ini adalah kesempatan bagi Chelsea untuk naik status, dari sekadar tim yang sedang melaju bagus menjadi calon juara yang sebenarnya. Kemenangan di kandang City jelas akan jadi sinyal kuat untuk para rival di liga.

“Chelsea akan jadi favorit untuk menjuarai Premier League kalau mengalahkan Manchester City pada Sabtu nanti. Itu adalah laga terbesar sejauh ini antara dua tim yang sedang punya performa meledak-ledak,” tulisnya dalam kolom di Standard.

“Saya sudah percaya selama ini, saya berpikir Chelsea bisa jadi penantang gelar juara. Tapi, meski begitu saya masih belum sepenuhnya yakin dengan mereka. Melawan Tottenham pekan lalu, mereka sepenuhnya didominasi selama 40 menit.”

“Tim manapun yang bisa merangkai lima atau enam kemenangan beruntung akan berada dalam sorotan dan di sanalah Chelsea menemukan diri mereka sekarang ini.”

“Sebuah hasil besar di laga tandang akan membawa mereka dari titik sebuah tim bagus yang dalam laju bagus ke status kandidat juara nyata yang punya peran besar dalam persaingan gelar,” demikian pria yang pernah menangani West Ham United, Southampton, dan Tottenham Hotspur ini.

Sumber : Detik.com

Chelsea Rasa Juventus Makin Menakutkan

antonio-conte

Chelsea makin menjadi-jadi. Revolusi yang dilakukan Manajer Antonio Conte membuat The Blues tak hanya bermain cantik, tapi juga ngotot dan selalu habis-habisan di lapangan.

Finis di peringkat 10 musim lalu, The Blues kemudian mendatangkan Conte sebagai manajer baru. Perlahan tapi pasti, Conte sukses mengubah Chelsea menjadi tim yang menakutkan.

Begitu datang, Conte tak langsung mengubah Chelsea secara drastis. Ia mencoba mengikuti pakem formasi yang digunakan The Blues dalam satu dekade terakhir, yakni 4-2-3-1 atau 4-3-3.

Hasilnya, performa Chelsea kurang oke. Dari enam pertandingan di Liga Inggris, Chelsea hanya memetik tiga kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Parahnya lagi, The Blues kebobolan sembilan gol.

Conte pun mencari solusi. Ia mencoba formasi 3-4-3 dan 3-5-2 yang membantunya sukses besar di Juventus. Hasilnya, performa Chelsea sempurna.

Dari tiga pertandingan melawan Hull City, Leicester City dan Manchester United, The Blues selalu menang. Tak sampai di situ, Diego Costa dan kawan-kawan juga mampu melesakkan sembilan gol dan tak kebobolan.

“Penting bagi manajer untuk menemukan solusi, bersama-sama dengan para pemain. Ketika Anda kebobolan, itu bukan masalah hanya untuk pertahanan, tapi juga seluruh tim,” kata Conte di Mirror.

“Pertahanan adalah masalah besar dan kami bekerja untuk memecahkan masalah ini. Kami juga ingin meningkatkan serangan, memenangkan bola kembali dan tetap kompak.”

“Kami sedang bekerja pada banyak prinsip, tetapi ini tidak mudah. Ketika Anda bekerja dengan tim baru, tidak mudah mentransfer ide-ide baru. Kami berkembang secara perlahan,” Conte menambahkan.

Perjudian dengan mengganti formasi ikut mengangkat Chelsea di klasemen. Kini, The Blues bertengger di peringkat empat. Eden Hazard dan kawan-kawan hanya terpaut satu angka dari Manchester City, Arsenal dan Liverpool di singgasana.

“Kami telah berkembang dan harus terus bekerja keras. Hanya dengan bekerja keras kami bisa berkembang,” ujar Conte.

“Penting untuk memahami misi kami. Kami kini harus melihat ke laga hari Rabu melawan West Ham dan bersiap untuk itu,” tutur manajer asal Italia tersebut.

Sumber : Liputan6.com

Pecahkan Rekornya Sendiri, Chelsea Pinjamkan 38 Pemain ke Klub Lain

Matt Miazga

Chelsea masih menjadi klub Premier League yang hobi meminjamkan pemainnya. The Blues memecahkan rekornya soal meminjamkan pemain dengan total 38 pemain.

Dalam hal belanja, Chelsea termasuk yang tidak terlalu banyak mendatangkan pemain di bursa transfer musim panas ini. Selain manajer Antonio Conte, rekrutan baru Chelsea di jendela transfer kali ini hanya lima pemain. Mereka adalah Michy Batshuayi, N’Golo Kante, Eduardo, Marcos Alonso, dan David Luiz.

Tapi, soal meminjamkan pemain, Chelsea paling royal. Menurut catatan yang dilansir oleh Sportsmail, Chelsea total meminjamkan 38 pemain ke berbagai klub. Angka tersebut memecahkan rekor yang mereka buat di musim lalu yakni 33 pemain.

Matt Miazga menjadi pemain ke-38 yang dipinjamkan Chelsea di bursa transfer musim panas ini. Bek berusia 21 tahun itu dipinjamkan ke klub Belanda, Vitesse, di hari terakhir bursa transfer.

Di antara nama-nama pemain yang dipinjamkan, juga ada beberapa yang musim lalu merupakan bagian dari skuat utama Chelsea seperti Loic Remy yang dilepas ke Crystal Palace. Bertrand Traore dan Baba Rahman juga dipinjamkan agar mendapatkan waktu bermain dengan masing-masing menuju Ajax dan Schalke.

Juan Cuadrado juga akan kembali memperkuat Juventus setelah Chelsea melepasnya dengan status pinjaman. Tak seperti rata-rata pemain Chelsea yang dipinjamkan selama semusim atau setengah musim, durasi peminjaman Cuadrado ke Juve mencapai tiga tahun.

Nama lain yang juga harus kembali merasakan dipinjamkan ke klub lain adalah Lucas Piazon. Untuk kelima kalinya, Piazon dilepas Chelsea dengan status sebagai pinjaman. Kali ini, pemain berusia 22 tahun itu akan melewatkan musim di Fulham.

  • Pemain-pemain Chelsea yang dipinjamkan ke klub lain:

Wallace (Gremio), Nathan Ake (Bournemouth), Lewis Baker (Vitesse), Mitchell Beeney (Crawley Town), Andreas Christensen (Monchengladbach), Charly Musonda (Real Betis), Nathan (Vitesse), Jhoao Rodriguez (Independiente Sante Fe), Jeremie Boga (Granada), Tomas Kalas (Fulham), Kasey Palmer (Huddersfield), Alex Kiwomya (Crewe), Victorien Angban (Granada), Matej Delac (Royal Excel Mouscron), Baba Rahman (Schalke), Tammy Abraham (Bristol City), Jordan Houghton (Doncaster), Alex Davey (Crawley), Bertrand Traore (Ajax), Danilo Pantic (Excelsior), Michael Hector (Eintracht Frankfurt), Jamal Blackman (Wycombe), Isaiah Brown (Rotherham), Mario Pasalic (AC Milan), Patrick Bamford (Burnley), Loic Remy (Crystal Palace), Kenedy (Watford), Dion Conroy (Aldershot), Cristian Cuevas (Sint-Truidense), Nathan Baxter (Metropolitan Police), Islam Feruz (Royal Excel Mouscron), Kenneth Omeruo (Alanyaspor), Juan Cuadrado (Juventus), Jake Clarke-Salter (Bristol Rovers), Charlie Colkett (Bristol Rovers), Lucas Piazon (Fulham), Christian Atsu (Newcastle), Matt Miazga (Vitesse Arnhem).

Sumber : Detik.com

Conte Persilakan Fabregas Tinggalkan Chelsea

Cesc Fabregas dan Antonio Conte

Masa depan Cesc Fabregas di skuat Chelsea tengah tidak jelas. Antonio Conte kabarnya mempersilakan Fabregas bila ingin meninggalkan The Blues musim panas ini.

Seperti dilansir El Confidencial, hingga jendela transfer ditutup nanti, Fabregas masih berpeluang hengkang. Dalam kemenangan 3-0 Chelsea atas Burnley, Sabtu (27/8/2016), Fabregas tidak diturunkan dan duduk di bangku cadangan.

Hal itu seolah menyiratkan Conte tidak memasukkan mantan pemain Barcelona itu dalam rencananya ke depan. Tanpa Fabregas, Chelsea tetap mampu memenangi tiga laga awal di Liga Primer Inggris.

Conte sendiri diketahui bukan salah satu pelatih yang menyukai permainan Fabregas. Kehadiran N’Golo Kante di posisi gelandang bertahan menggeser Nemanja Matic lebih ke tengah dan membuat Fabregas rela dibangkucadangkan.

Menurut sumber di klub asal London Barat itu, Conte menilai Fabregas kurang bekerja keras untuk tim. Oleh karena itu, gelandang asal Spanyol tersebut mesti duduk di bangku cadangan.

Performa Fabregas dalam mengawali musim ini juga dianggap menurun oleh Conte. Jika pelatih asal Italia itu tidak melihat perubahan dalam diri Fabregas, nasib eks kapten Arsenal itu harus siap-siap meninggalkan Stamford Bridge.

The Blues sendiri sekarang telah mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan perdana Liga Primer Inggris 2016-2017. Fabregas baru bermain sekali, itu pun sebagai pemain pengganti dan hanya tampil 12 menit.

Sumber : Liputan6.com

Ogbonna Lupakan Sejenak Pertemanannya dengan Conte

Angelo Ogbonna

Chelsea akan melawan West Ham United di laga pertama Liga Inggris. Bek The Hammers, Angelo Ogbonna, akan sejenak melupakan pertemanan dengan Antonio Conte.

Pertandingan antara West Ham melawan Chelsea akan berlangsung di Stamford Bridge, Selasa (16/8/2016) pukul 2.00 dinihari WIB. Laga itu akan menjadi reuni antara Ogbonna dengan manajer baru Chelsea, Conte.

Ogbonna dan Conte pernah saling bekerja sama saat sama-sama memperkuat Juventus dan di tim nasional Italia. Bersama Conte di Juve, Ogbonna sedikitnya memenangi sebanyak dua trofi.

Menatap laga itu, Ogbonna menegaskan komitmennya pada West Ham. Dia juga memprediksikan pertandingan yang sengit antara West Ham melawan The Blues.

“Saya hanya akan menyapa Antonio! Kami memang teman, tapi tidak untuk di lapangan. Setiap manajer selalu ingin memetik hasil bagus di pertandingan pertama dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” kata Ogbonna di situs resmi West Ham.

“Saya pikir dia akan membawa gairah ke Premier League. Dia gemar untuk meningkatkan kemampuan pemainnya dengan metode fisik dan dia suka untuk menaikkan karakternya.”

“Saya memanggil dia ‘penjahit’ karena dia datang di Juventus saat mereka tak bermain bagus dan sama halnya dengan Italia, dan dia bisa memperbaiki mereka. Itu sama juga dengan Chelsea,” tambah bek asal Italia itu.

Sumber : Detik.com

Conte Berambisi Benamkan Ibra Bersama Manchester United

Antonio Conte

Manajer Chelsea, Antonio Conte berambisi membawa timnya finis di atas Manchester United (MU). Keberadaan Zlatan Ibrahimovic di skuat Setan Merah menambah rasa percaya diri Conte.

Conte pernah finis di atas Ibrahimovic saat melatih Juventus dan Ibrahimovic bermain bagi AC Milan di 2011/12. Saat itu, Conte sukses mempesembahkan scudetto buat Bianconerri -julukan Juventus.

“Milan punya Ibrahimovic dan itu adalah satu-satunya musim di mana dia tidak memenangkan liga. Saya harap musim ini bisa berjalan sama,” kata Conte di Daily Mail.

Conte menuturkan, saat itu Juventus berstatus non unggulan dalam perburuan gelar juara liga. Pasalnya, Inter meraih treble winners satu musim sebelumnya di bawah arahan Jose Mourinho. Selain itu, tim-tim lain seperti Napoli juga punya pemain andalan seperti Marek Hamsik dan Edinson Cavani.

Juventus sendiri di musim sebelumnya masih belum pulih benar usai terkena skandal calciopoli. Performa Si Nyonya Tua masih belum stabil, sehingga hanya mampu finis di papan tengah.

Tak heran, di musim 2011/12, Juve di bawah asuhan Conte hanya diprediksi finis di papan tengah pula. Namun yang terjadi di luar dugaan. Juventus juara tanpa pernah satu sekalipun kalah.

“Di periode itu, kami tidak diunggulkan  dan kami memenangkan Liga tanpa pernah kalah untuk pertama kalinya. Sangat fantastis,” kata Antonio Conte mengakhiri.

Melihat kondisi Chelsea saat ini, ada kemiripan dengan kondisi Juventus di awal masa jabatan Conte. Ya, Chelsea juga tengah berusaha bangkit setelah terseok-seok di musim lalu.

Seperti diketahui, The Blues di bawah komando Mourinho sempat berada di jurang degradasi. Tapi John Terry dan kawan-kawan akhirnya selamat setelah manajemen klub mengganti Mourinho dengan Guus Hiddink.

Di bawah Hidink, Chelsea finis di posisi 10 di Liga Inggris musim lalu.

Sumber : Liputan6.com

Chelsea Gagal Rekrut Striker Pengkhianat MU

Carlos Tevez

Manajer Chelsea, Antonio Conte gagal merekrut striker asal Argentina, Carlos Tevez. Padahal keduanya pernah bekerja sama saat masih memperkuat klub asal Italia Juventus.

Awal pekan ini, striker yang mengkhianati Manchester United (MU) dengan pindah ke Manchester City pada 2009 itu mengatakan bahwa dua klub top Eropa, Chelsea dan Napoli mengajukan tawaran secara resmi kepadanya.

Tevez juga mengungkapkan bahwa Conte secara pribadi memintanya untuk bergabung dengan Chelsea. Namun, striker berusia 29 tahun tersebut memilih bertahan di klubnya saat ini, Boca Juniors.

“Dia (Tevez) merupakan pemain terbaik saya ketika masih menjadi pelatih Juventus. Saya dan dia punya beberapa musim yang fantastis,” ucap Conte, dikutip dari Standard.

Conte sendiri memilih untuk menghormati keputusan Tevez. Pelatih asal Italia itu menyadari bahwa Tevez lebih senang bermain di Argentina karena dekat dengan keluarganya.

“Sekarang saya tahu kalau dia merupakan pemain Boca Juniors. Dia melakukan banyak hal untuk kembali ke Argentina. Saya berharap yang terbaik untuk dia dan keluarganya,” kata Conte.

Meski gagal mendapatkan Tevez, Antonio Conte sudah merekrut striker Timnas Belgia, Michy Batshuayi dari Marseille. Batshuayi bakal diduetkan dengan Diego Costa di lini depan Chelsea.

Sumber : Liputan6.com

Conte Waspadai Swedia dan Ibrahimovic

Euro 2016, Antonio Conte

Italia menghuni Grup E di Euro 2016. Azzurri berada satu blok dengan Belgia, Republik Irlandia dan Swedia. Pada pertandingan pertama, Italia akan melawan Belgia. Setelah itu, pasukan Antonio Conte menghadapi Swedia di pertandingan kedua.

Antonio Conte mewaspadai kekuatan Swedia, termasuk sang bintang Zlatan Ibrahimovic. “Mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka juga kuat dari segi taktik,” kata Conte seperti dikutip Football Italia.

” Pergerakan-pergerakan mereka sangat baik. Di depan, mereka punya pemain top seperti Zlatan. ”

” Bicara tentang Ibrahimovic itu mudah. Dia seorang juara dan saya rasa dia menjadi semakin kuat seiring bertambahnya kematangan, ” pungkas Conte.

Dalam Euro 2016, talia akan melawan Belgia di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, pada 13 Juni 2016. Setelah itu, Azzurri menghadapi Swedia di Stadium Municipal, Toulouse, pada 17 Juni 2016.

Sumber : Bola.net