Ibrahimovic Warisi Bakat Alami Kapten Legendaris MU

Kapten legendaris Manchester United (MU), Eric Cantona akhirnya menyerah. Kini, dia menyebut Zlatan Ibrahimovic punya punya sisi karismatik yang menjadi warisan turun-menurun di Old Trafford.

Ibrahimovic menjadi mesin gol tim besutan Jose Mourinho musim ini. Striker berusia 35 tahun itu sudah mencetak 13 gol dan menyumbang tiga assists dari 19 penampilan di Liga Inggris.

Tidak hanya jago mencetak gol, Ibrahimovic dihormati pemain MU dan ditakuti lawan. Hal inilah yang membuat Cantona menyebut mantan kapten Timnas Swedia punya bakat yang memang dicari oleh MU.

“Setelah berkuasa sangat lama, saya akhirnya menyerah. Saya ingin memberikan gelar kehormatan ini kepada pemain paling ofensif,” kata Cantona, dikutip dari Goal.

“Ibrahimovic merupakan pewaris alami saya. Dia bakal melanjutkan warisan itu mulai sekarang,” ujar pria asal Prancis itu menambahkan.

Namun, Cantona menyebut Ibrahimovic punya hal yang berbeda. “Dulu saya membuat lawan-lawan MU berbicara banyak kata: ‘Sialan’. Tapi dia membuat lawan memakan bolanya sendiri. Dia harus dihormati,” ucapnya.

Sumber : Liputan6.com

Ketika Eric Cantona Murka

Eric Cantona, Manchester United

Eric Cantona kembali marah! Kabar ini terkait dengan peristiwa saat dia menendang penggemar Crystal Palace. Mantan pemain Manchester United ini memang terkenal sebagai pesepakbola dengan sifat yang sangat temperamental. Hal ini tentu sangat mengejutkan.

Akan tetapi, ternyata kabar ini tidak sepenuhnya benar, Eric Cantona belum lama ini hanya mengingat kembali peristiwa yang pernah dia lakukan saat menyerang seorang fans Crystal Palace dengan sepakan jitunya. Kejadian tersebut terjadi 21 tahun yang lalu.

Kejadian tersebut bermula pada saat mantan pemain United tersebut memperoleh kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap kiper Richard Shaw. Seorang penonton di Selhurst Park lantas diyakini mengucapkan kata-kata kasar, yakni “ Pulang kembali ke negaramu, sialan. ”

Eric Cantona kick

Hal tersebut membuatnya murka dan langsung berlari dan menendang ke arah suporter. Setelah 21 tahun berlalu, pria dari Prancis tersebut tidak menyesal dengan apa yang dilakukannya, dia malah ingin melakukannya lagi dengan tendangan yang lebih keras.

“ Saya tidak pernah menyaksikan lagi tayangan ulang peristiwa tersebut, karena saya mengetahui apa yang dia perbuat. Rumah saya kemudian banyak didatangi jurnalis dan saya juga tahu apa yang sudah dan harus saya lakukan. Saat ini, saya seperti sedang berdrama dan saya menjadi aktornya. ” ujarnya.

Selain membicarakan kenangan tidak mengenakkannya, Eric Cantona juga membicarakan tentang gaya khas saat di lapangan, yakni bermain dengan kerah jersey yang terbuka ke atas. “ Saya tidak pernah memikirkan hal tersebut. Saat itu saya hanya bermain dan udara begitu dingin, itu membuat saya menaikkan kerah demi dapat berlaga dengan baik. Tim Manchester United saat itu menang dan gaya tersebut menjadi suatu kebiasaan, ” pungkasnya dengan gaya santai.