Prediksi Polandia vs Portugal 1 Juli 2016

timnas Polandia

Timnas Portugal akan mencoba menegaskan kembali status mereka sebagai calon kuat juara Euro 2016 ini. Anak asuh Fernando Santos akan mencoba lolos ke babak semifinal Euro  dengan mengalahkan timnas Polandia di Stade Velodrome pada hari Jumat (1/7) dini hari nanti.

Diperkuat oleh sejumlah bintang kenamaan dunia, Timnas Portugal menjadi salah satu tim yang diperhitungkan untuk menjadi juara di Euro 2016 ini. Namun pada prakteknya, penampilan La Seleccao ini jauh dari kata memuaskan. Selama fase grup mereka hanya mampu meraih tiga hasil seri, dan secara ‘kebetulan’ mereka berhasil mengalahkan Kroasia melalui gol menit akhir Ricardo Quaresma. Untuk itu laga melawan Portugal adalah saat yang tepat untuk Portugal membuktikan diri bahwa mereka adalah kandidat juara yang layak pada turnamen ini.

Polandia sendiri bisa dikatakan salah satu tim kuda hitam yang mampu berbicara banyak di Euro ini. Tim besutan Adam Nawalka ini mengakhiri fase grup dengan dua kemenangan dan satu hasil seri melawan Jerman, sedangkan di babak 16 besar mereka sukses menyingkirkan Swiss melalui babak adu penalti. Untuk itu Polandia akan menjadi lawan yang tepat bagi Portugal untuk membuktikan diri mereka layak diperhitungkan di Euro ini.

Sepanjang sejarah, Kedua negara tercatat sudah bertemu 22 kali, di mana Portugal mampu menang di 11 laga sedangkan Polandia hanya mampu menang di tiga laga. Terakhir kali kedua negara ini bertemu pada partai kompetitif yaitu saat Portugal mengalahkan Polandia dengan skor telak 4-0 di Piala Dunia 2002. Untuk itu Portugal diprediksi akan berusaha mengulangi pencapaian tersebut pada akhir pekan nanti.

Di kubu timnas Polandia, pelatih Adam Nawalka dikabarkan masih tidak bisa memainkan Penjaga Gawang Wojciech Szczesny yang mengalami cedera. Oleh karenanya, kiper Swansea City Lukasz Fabianksi diprediksi akan menjadi andalan Nawalka pada laga ini.

Dengan menggunakan formasi 4-4-1-1, Robert Lewandowski yang tampil kurang maksimal pada di partai-partai sebelumnya kemungkinan akan tetap dimainkan sebagai penyerang tunggal pada laga ini dengan Arkadiusz Milik yang akan menjadi penyerang bayangan pada laga ini. Selain itu lini serang Polandia akan dibantu oleh pergerakan Jacub Blaszczykowski dan Kamil Grosicki dari sayap.

Di kubu Portugal, pelatih Fernando Santos dikabarkan tidak memiliki masalah yang berarti dengan cedera. Hal itu berarti pelatih 61 tahun tersebut bisa menurunkan susunan pemain terbaiknya pada laga ini.

Dengan menggunakan formasi 4-4-2, Luis Nani dan sang kapten Cristiano Ronaldo akan dipercaya menjadi duet maut untuk menjebol gawang Polandia. Dari sayap, Joao Mario dan Andre Gomes akan membantu serangan Portugal sementara Renato Sanches yang tampil impresif pada pertandingan 16 besar kemarin diperkirakan akan tampil bersama William Carvalho untuk mengatur aliran bola Seleccao. Di lini belakang Rui Patricio akan kembali mengawal gawang Portugal sementara Ricardo Carvalho dan Pepe akan menjadi benteng tangguh di pertahanan Portugal.

  • Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim :

Polandia (4-4-1-1): Fabianski; Jedrzejczyk, Glik, Pazdan, Cionek; Grosicki, Jodlowiec, Krychowiak, Blaszczykowski; Milik; Lewandowski

Portugal (4-4-2): Patricio; Guerreiro, Carvalho, Pepe, Soares; Gomes, Sanches, W.Carvalho, Mario; Nani, Ronaldo

  • Statistik Kedua Tim

 

  • Head to Head

01/03/12 Polandia 0 – 0 Portugal (Uji Coba)

09/09/07 Portugal 2 – 2 Polandia (Kualifikasi Euro)

12/10/06 Polandia 2 – 1 Portugal (Kualifikasi Euro)

10/06/02 Portugal 4 – 0 Polandia (Piala Dunia)

08/06/86 Polandia 1 – 0 Portugal (Piala Dunia)

  • Lima Pertandingan Terakhir Polandia (S-M-S-M-M)

06/06/16 Polandia 0 – 0 Lithuania (Uji Coba)

12/06/16 Polandia 1 – 0 Irlandia Utara (Euro 2016)

17/06/16 Jerman 0 – 0 Polandia (Euro 2016)

21/06/16 Ukraina 0 – 1 Polandia (Euro 2016)

25/06/16 Swiss 1 – 1 Polandia (Euro 2016)

  • Lima Pertandingan Terakhir Portugal (M-S-S-S-M)

09/06/16 Portugal 7 – 0 Estonia (Uji Coba)

15/06/16 Portugal 1 – 1 Islandia (Euro 2016)

19/06/16 Portugal 0 – 0 Austria (Euro 2016)

22/06/16 Hungaria 3 – 3 Portugal (Euro 2016)

26/06/16 Kroasia 0 – 1 Portugal (Euro 2016)

  • Prediksi Skor

Pertandingan yang digelar di Stade Velodrome ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Pasalnya kedua tim memperebutkan satu tiket ke babak semi final Euro 2016 sehingga kedua tim akan mempertaruhkan semua yang mereka punya untuk memenangkan laga ini.

Jika melihat performa kedua tim selama babak grup dan 16 besar, Portugal kemungkinan besar tidak akan diunggulkan pada laga ini. Pasalnya anak asuh Fernando Santos ini tampil mengecewakan, di mana permainan mereka masih tidak terorganisir dan terlalu bertumpu pada sosok Cristiano Ronaldo.

Di sisi lain, Polandia menunjukkan permainan tim yang sangat bagus selama babak grup kendati juru gedor utama mereka Robert Lewandowski belum menunjukan taji mereka. Laga akan berakhir dengan kemenangan Polandia dengan skor tipis 1-0.

Sumber : Liputan6.com

Italia Janjikan Performa Berbeda Lawan Spanyol

Timnas Italia, Euro 2016

Timnas Italia kalah dari Republik Irlandia di laga terakhir fi fase grup Euro 2016. Sudah ditunggu Spanyol di babak 16 besar, Italia janjikan penampilan yang berbeda.

Timnas Italia, yang sudah dipastikan jadi juara Grup E Euro 2016, melakukan sejumlah perubahan kala menghadapi Republik Irlandia di laga terakhir fase grup, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB. Antonio Conte melakukan rotasi pemain, termasuk memasang Salvatore Sirigu di bawah mistar gawang.

Sepanjang laga, Italia banyak ditekan oleh Republik Irlandia yang butuh kemenangan untuk mengamankan posisi di babak 16 besar. Italia tercatat cuma melepaskan lima tembakan dan hanya satu yang mengarah ke gawang. Sementara Republik Irlandia tampil agresif dengan melepaskan 12 tembakan, empat di antaranya on target.

Pada akhirnya, Italia menelan kekalahan 0-1. Gol Republik Irlandia dibuat oleh Robbie Brady lima menit jelang laga usai lewat sebuah sundulan meneruskan umpan Wes Hoolahan.

Hasil tersebut memang tak menggoyahkan Italia dari puncak klasemen Grup E dengan enam poin. Sementara lewat kemenangan ini, Republik Irlandia yang punya empat poin melaju ke babak 16 besar melalui jalur peringkat tiga terbaik.

Di babak 16 besar, Italia sudah ditunggu oleh sang juara bertahan, Spanyol. Sirigu menjamin Italia akan tampil beda melawan La Furia Roja.

“Sayang sekali soal hasilnya dan kesalahan bodoh di akhir. Kami mencoba untuk main maksimal malam ini, meski sudah mendapat posisi pertama, tapi kecewa dengan cara kekalahan ini didapat,” ucap Sirigu kepada Rai Sport seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami kurang akurasi malam ini, tapi juga beberapa hal bagus,” lanjut Sirigu.

” Timnas Italia yang berbeda akan melawan Spanyol dan kami juga akan bermain dengan level psikologi yang berbeda,” katanya menambahkan.

Sumber : Detik.com

Vardy Bawa Inggris Samakan Kedudukan

Gol Jamie Vardy

Timnas Inggris berhasil menyamakan kedudukan 1-1 saat melawan Timnas Wales di menit 56. Gol itu dicetak lewat tendangan kaki kanan dari jarak dekat.

Timnas Inggris mendapatkan peluang emas di menit ketujuh. Adam Lallana mampu melakukan serangan cepat dari sayap kanan, lalu bisa mengirim umpan silang. Raheem Sterling yang ada di kotak penalti malah mengirim bola melayang.

Upaya Bale di menit 10 masih belum membuahkan hasil. Bola sepakannya masih bisa diblok oleh Gary Cahill.

Hingga pertandingan berjalan selama 20 menit, belum ada satu sepakan on target tercipta. Inggris sudah melakukan tiga kali attempt, sementara itu Wales dua kali melakukan percobaan.

Inggris akhirnya mencatatkan usaha tepat sasaran di menit 25. Bola itu merupakan hasil sundulan Gary Cahill dari dalam kotak penalti meneruskan umpan tendangan bebas Wayne Rooney.

Pemain Wales, Ben Davies, melakukan handball di menit 32. Dia menyentuh bola sat berduel udara dengan Harry Kane. Sial bagi Inggris, wasit tak menunjuk titik putih.

Inggris mengancam lagi di menit 36. Sialnya, sundulan Chris Smalling meneruskan umpan silang dari sayap kanan masih sedikit melenceng.

Sepakan bebas Bale lima menit kemudian yang mengubah kedudukan. Bolanya melenting melewati pagar hidup pemain Inggris, lalu mengarah ke kiri bawah gawang yang di kawal oleh Joe Hart.

Di sisa babak pertama tak ada gol tambahan, Wales unggul 1-0 saat turun minum.

Hodgson melakukan pergantian ganda di awal babak kedua. Kane dan Sterling yang tak optimal digantikan Jamie Vardy dan Daniel Sturridge.

Sturridge mendapatkan peluang pertama di menit 52. Sial, sepakan jarak jauhnya masih melayang jauh di atas mistar.

Rooney! Dia memaksa kiper Wales, Wayne Hennessey, berjubaku di menit 55. Bola sepakan terarahnya masih bisa ditepis.

Semenit kemudian, Sturridge mampu mengirim umpan sialng dari sisi kiri kotak penalti Timnas Wales, yang salah diantisipasi Ashley Williams. Jamie Vardy yang berdiri bebas di muka gawang bisa menceploskan bola ke gawang. Skor imbang 1-1.

  • Susunan Pemain Euro 2016 :

Timnas Inggris : Hart, Walker, Smalling, Cahill, Rose, Dier, Rooney, Alli, Lallana, Kane (Vardy 46), Sterling (Sturridge 46)

Timnas Wales: Hennessey, Chester, Ashley Williams, Davies, Gunter, Allen, Ledley, Ramsey, Taylor, Bale, Robson-Kanu.

Sumber : Detik.com

Menanti Gebrakan Si ‘Setan Merah’ di Piala Eropa 2016

Euro 2016, timnas Belgia, Marc Wilmots

Belgia menjadi salah satu tim yang dinantikan di Euro 2016 kali ini. Berbekal skuat bertabur bintang, tim asuhan Marc Wilmots diharapkan mampu tampil maksimal demi mendapatkan posisi sebagai penguasa Eropa.

Di sisi lain, generasi emas timnas Belgia pun sudah mencapai usia matangnya. Oleh karena itu, ekspektasi tinggi dibebankan ke pundak Eden Hazard dkk.

Jalan Belgia menuju trofi Henri Delaunay dipastikan tidak akan gampang-gampang saja. Belgia tergabung di Grup E, salah satu grup berat di Euro 2016. Belgia akan bersaing dengan Italia, Swedia, dan Republik Irlandia. Di pertandingan pertama, Belgia akan akan menghadapi Italia, Selasa (14/6/2016) dini hari WIB.

Sebelum turnamen berlangsung, ‘Setan Merah’ –demikian julukan untuk timnas Belgia– mendapat bencana ketika kapten sekaligus bek andalan mereka, Vincent Kompany, cedera sehingga dipastikan tidak dapat berlaga di Prancis. Namun, pelatih Marc Wilmots tidak perlu pusing karena Belgia masih memiliki duo bek tengah Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen.

Alderweireld dan Vertonghen mampu membawa Spurs hanya kebobolan 35 gol di Liga Inggris musim 2015/2016 –membuat Spurs, bersama Manchester United, menjadi klub yang paling sedikit kebobolan di liga. Di bawah mistar gawang juga ada kiper Chelsea, Thibaut Courtois. Chelsea memang tidak menjalani musim yang baik, tetapi penjaga gawang berusia 24 tahun itu tetap merupakan salah satu kiper terbaik di dunia.

Belgia sendiri memilki lini tengah dan depan yang sangat kuat dan dalam. Di posisi gelandang tengah, ada pemain keturunan Batak, Radja Nainggolan, pemain Manchester United, Marouane Fellaini, pemain Zenit St. Petersburg, Axel Witsel, dan gelandang Tottenham Hotspur yang tengah bersinar, Moussa Dembele.

Pemain-pemain ini akan menyokong bintang-bintang Belgia seperti Eden Hazard, yang didapuk menjadi kapten di turnamen ini, dan Kevin De Bruyne. De Bruyne sendiri digadang-gadang akan menjadi salah satu penantang untuk gelar pemain terbaik pada turnamen ini.

Di posisi striker, Romelu Lukaku akan bersaing dengan dua striker Liverpool, Christian Benteke dan Divock Origi, serta salah satu komoditas panas di bursa transfer musim ini, Michy Batshuayi. Marc Wilmots bisa jadi pusing ketika memilih siapa saja yang akan menghuni posisi tengah dan depan di timnya.

Belgia memiliki pemain-pemain yang relatif muda. Hanya bek Laurent Ciman dan Thomas Vermaelen, serta kiper Jean Francois Gillet, yang berusia diatas 30 tahun. Dengan skuat yang segar, Belgia diharapkan mampu untuk memberikan permainan yang menarik.

Ada beberapa pemain muda di bawah 23 tahun yang berpotensi untuk bersinar di Prancis nanti. Selain Lukaku, Origi, dan Michy Batshuayi yang sudah disebutkan, masih ada pencetak gol di final Liga Champions untuk Atletico Madrid, Yannick Ferreira Carrasco. Carrasco bisa menjadi kartu as bagi ‘Setan Merah’ di turnamen ini.

Di lini belakang, ada adik dari Romelu, Jordan Lukaku, yang berposisi sebagai bek sayap. Dapat dipastikan bahwa pemandu bakat dari tim-tim besar akan mengerubungi tim dengan talenta muda ini.

Walaupun begitu, Belgia masih memiliki beberapa kelemahan. Absennya Kompany menjadi kerugian utama bagi Belgia. Kepemimpinan Kompany akan sangat dirindukan oleh rekan-rekannya di lapangan. Baik Hazard maupun Vertonghen masih belum dapat menggantikan karisma Kompany sebagai kapten. Belgia juga belum teruji mentalitas dan konsistensinya ketika berhadapan dengan tim-tim besar.

Di babak kualifikasi, timnas Belgia berhasil menang besar menghadapi tim-tim semacam Siprus dan Andorra. Namun, Belgia harus kalah ketika melawan Wales. Pada laga uji coba pun, Belgia memang berhasil menang melawan calon lawannya, Italia, tetapi Belgia juga harus tunduk kepada Portugal.

Dalam laga perdananya melawan Italia nanti, Belgia relatif diunggulkan untuk menang. Performa Belgia dalam lima pertandingan terakhir lebih baik dibanding lawannya. Rekor Belgia dalam lima pertandingan terakhir terhitung seimbang, dengan Belgia dan Italia masing-masing mencatatkan dua kali kemenangan dan satu seri.

Belgia juga relatif lebih diunggulkan karena materi pemain yang lebih baik ketimbang Italia. Namun, Belgia harus bekerja keras untuk menembus pertahanan Italia yang dikawal oleh BBC versi Juventus: Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.

” Kami telah mempelajari gaya bermain Italia, mereka memiliki pertahanan kuat yang digalang oleh pemain-pemain Juventus. Kami harus mencari solusi untuk mencetak gol, ” ucap Hazard seperti dikutip dari AFP.

Sumber : Detik.com

Williams : Tidak Ada Alasan Bagi Wales Jika Gagal di Euro 2016

Timnas Wales, Euro 2016, Ashley Williams

Kapten timnas Wales, Ashley Williams mengatakan tidak akan ada alasan jika mereka gagal meraih kesuksesan di Euro 2016 di Perancis nanti.

Chris Coleman akan merilis 23 pemain pada hari Selasa untuk turnamen besar pertama timnas Wales dalam 58 tahun terakhir.

Pemain bintang Gareth Bale akan bergabung dengan skuad setelah kemenangan Liga Champions untuk kali kedua di Real Madrid, dan Williams mengatakan dia akan bergabung dengan kamp pelatihan bersama skuad di Portugal pekan lalu.

“ Saya benar-benar tidak tahu siapa yang merencanakan itu, tapi ini tidak dapat dipercaya, ” kata Ashley Williams di komplek pelatihan Vale do Lobo yang sebelumnya digunakan oleh timnas Inggris.

“ Tempat dimana mereka membawa kami, apartemen tempat kami menginap dan cara kami berlatih, semua perhatian telah semakin meningkat. Ini sudah bagus sebelumnya, tapi dari pertemuan-pertemuan yang telah kami miliki, tidak akan ada alasan sekarang. ”

“ Kami tidak bisa mengatakan, ‘kami tidak memiliki ini atau kami tidak memiliki itu’. Semuanya sudah kami atasi. Saya sudah cukup banyak melakukan perjalanan dimana anda mengeluhkan setiap hal-hal kecil, tapi ketika segalanya telah diatasi anda dapat lebih rileks. ”

“ Itu berarti anda dapat tampil sedikit lebih baik di lapangan pelatihan dan memberikan anda kesempatan terbaik untuk melakukannya dengan baik. Sekarang kami hanya bisa berkonsentrasi pada sepakbol dan itulah yang anda inginkan. ”

Timnas Wales akan memainkan pertandingan persahabatan kontra Swedia di Stockholm pada hari Minggu sebelum bertolak ke Perancis.

Ditanyai tentang kemungkinan memimpin Wales di Bordeaux, Williams mengatakan, “ Saya telah memikirkan tentang itu, tapi sejujurnya, saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti itu. ”

“ Ini akan terjadi tapi itulah alasan kenapa kami profesional, kami harus menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab kami. Tidak ada alasan untuk menjadi terlalu emosional karena kami tidak akan bisa menampilkan penampilan terbaik kami karena itu. ”

“ Saya pikir secara keseluruhan anda tidak dapat benar-benar bisa menikmati Euro 2016  sebagai pemain setelah kesempatan ini, karena kami memiliki sebuah tugas yang harus dilakukan. Itu mungkin ketika anda melihat ke belakang anda akan berpikir itu sesuatu yang brilian, meskipun segalanya tidak seperti itu. ”

Sumber : Sundul.com

Lawan Terror, Pemerintah Prancis Pastikan Euro 2016 Dapat Pengamanan Tingkat Tinggi

Euro 2016, Pemerintah Prancis, ISIS

Pemerintah Prancis menanggapi Serius isu ancaman keamanan jelang digelarnya Euro 2016 pada bulan depan. Pemerintah Prancis disebut siap memberikan pengamanan ekstra agar Euro tetap berjalan dengan aman pada bulan Juni mendatang.

Baru-baru ini badan Intelejen Prancis mengungkapkan bahwa Islamic State of Iraq and Syria atau yang dikenal juga ISIS tengah merencanakan sebuah serangan Teror pada saat Euro 2016 berlangsung. ISIS disebut mengincar kerumunan orang yang tengah menikmati pesta sepakbola terakbar di benua biru tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-marc Ayrault menegaskan bahwa Pemerintah Prancis akan mengeluarkan semua upaya terbaik mereka agar memastikan Euro 2016 berjalan dengan lancar. ” Kami bersumpah bahwa kami dengan sekuat tenaga akan memberikan keamanan kepada semua orang yang tinggal dan yang akan datang ke Prancis, terutama pada Euro nanti ” ungkap Ayrault seperti yang dilansir World Soccer Talk.

” Kami akan secepatnya menginformasikan tentang ancaman-ancaman teror kepada publik dalam tempo sesingkat-singkatnya. Namun mohon maaf, kami akan menghindari semua spekulasi mengenai teror tersebut meski itu datang dari para ahli yang mengaku bahwa mereka memiliki informasi yang cukup. Kami harus mengantisipasi serangan teror ini secara terstruktut dan secara serius, ” tutup Ayrault.

Sumber : Bola.net

Conte Waspadai Swedia dan Ibrahimovic

Euro 2016, Antonio Conte

Italia menghuni Grup E di Euro 2016. Azzurri berada satu blok dengan Belgia, Republik Irlandia dan Swedia. Pada pertandingan pertama, Italia akan melawan Belgia. Setelah itu, pasukan Antonio Conte menghadapi Swedia di pertandingan kedua.

Antonio Conte mewaspadai kekuatan Swedia, termasuk sang bintang Zlatan Ibrahimovic. “Mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka juga kuat dari segi taktik,” kata Conte seperti dikutip Football Italia.

” Pergerakan-pergerakan mereka sangat baik. Di depan, mereka punya pemain top seperti Zlatan. ”

” Bicara tentang Ibrahimovic itu mudah. Dia seorang juara dan saya rasa dia menjadi semakin kuat seiring bertambahnya kematangan, ” pungkas Conte.

Dalam Euro 2016, talia akan melawan Belgia di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, pada 13 Juni 2016. Setelah itu, Azzurri menghadapi Swedia di Stadium Municipal, Toulouse, pada 17 Juni 2016.

Sumber : Bola.net

Lineker Pertanyakan Tempat Rooney di Timnas Inggris

Wayne Rooney, Euro 2016

Mantan bintang Inggris, Gary Lineker, mempertanyakan status pemain Manchester United, Wayne Rooney, sebagai kapten tim nasional.

Harry Kane, Daniel Sturridge, dan Jamie Vardy, tampil jauh lebih baik dari Wayne Rooney, jelang Euro 2016 mendatang.

Lineker lantas mengatakan pada The Mirror: ” Saya kira perannya tak krusial sekarang. Saya tidak ingin orang memandang dengan salah, namun saya kira ada banyak opsi untuk Roy Hodgson di lini depan sekarang. ”

” Ia sudah punya Harry Kane akan sulit untuk tidak memilih Harry, ia mungkin adalah salah satu pemain terbaik yang kita punya sekarang. Dan kemudian ada Vardy, yang tampil amat bagus, anda juga punya Raheem Sterling. Sturridge tidak pernah fit, namun jika ia mampu membuktikan sebaliknya, ia juga bisa jadi opsi yang bagus. ”

” Jadi, tiba-tiba kita punya banyak opsi berbeda di lini depan dan kita tidak terlalu tergantung pada Wayne Rooney. ”

” Jelas, kami akan senang jika ia fit dan menjadi bagian dari skuat, namun ini tidak seperti sebelumnya ketika ia mengalami cedera dan itu seperti akhir segalanya. Ini sudah amat berbeda dibanding masa itu. ”

Sumber : Bola.net

Cedera Lutut, Rob Elliot Akan Absen Di Euro 2016

Newcastle United sepertinya sedang kritis, setelah kehilangan Tim Krul dan harus memasang kiper ketiga Karl Darlow untuk sisa musim ini. Kini, pemain yang diragukan untuk tampil bertambah setelah kiper Rob Elliot mengalami cedera ketika ikut berlaga dengan timnas Irlandia di pertandingan uji coba melawan timnas Slowakia pada Rabu (30/3) dini hari WIB, kemungkinan besar dia akan absen pada Euro 2016 nanti.

Pemain yang berusia 29 tahun tersebut ditarik keluar karena merasakan kesakitan pada bagian lututnya setelah mencoba menangkap bola. Manajer timnas Irlandia yakni Martin O’Neill menuturkan bahwa cedera yang dialami Rob Elliot cukup serius. Kepada media, O’Neill mengungkapkan rasa kecewanya karena untuk Euro 2016 nanti, dia akan kehilangan kiper mereka.

Bersama Tim Krul yang sudah absen lebih dulu, Newcastle United terpaksa akan memasukkan kiper ketiga mereka yakni Karl Darlow jika Elliot memang tidak dapat ikut merumput di sisa musim ini. Selain melewatkan Piala Eropa nanti,  Elliot juga diprediksi tidak akan ikut dalam sisa Liga Primer Inggris musim ini.

Dalam situs resminya, Newcastle akhirnya melakukan konfirmasi bahwa dia akan absen selama beberapa bulan setelah cedera ACL yang dialaminya. Di awal laga, Elliot tampak baik-baik saja, sampai saat dia mencoba menerima umpan dari rekannya yang mengakibatkan bagian lututnya terkilir.

Timnas Irlandia berlaga dengan hasil imbang 2-2 atas Slowakia. Kini, mereka menempati posisi ke-19 dalam klasemen Liga Primer Inggris. Saat ini, Elliot sudah pulang ke Newcastle dan akan bersiap menjalani perawatan dan pengobatan yang dinilai oleh dokter klub dari tingkat keparahan cederanya, dia akan berisitrahat selama beberapa bulan.

Martin O’Neill hanya dapat berharap agar Rob Elliot dapat segera pulih dan menginginkan agar semua pihak Newcastle United mendoakan kesembuhan Elliot dan Krul. “ Mungkin hanya keajaiban yang membawa mereka dapat bergabung dengan kami di Euro 2016 mendatang. ” paparnya lagi.

Tampil Maksimal, Payet Belum Pasti Masuk Timnas Final Prancis

Dimitri Payet

Gelandang Prancis yakni Dimitri Payet mengungkapkan dia belum memiliki keyakinan bahwa Didier Deschamps akan memasukkannya dalam timnas Prancis di final untuk Euro 2016 yang akan datang. Payet sudah dikenal sebagai pemain yang membawa peningkatan bersama West Ham di Premier League musim ini.

Dimitri Payet berhasil memuaskan West Ham dalam laga di Premier League dengan delapan gol dan delapan assist, hal ini yang menjadikannya mendapat kesempatan untuk berpeluang masuk dalam timnas Prancis untuk dua pertandingan persahabatan.

Laga uji coba yang pertama diselenggarakan dengan baik. Tampil gemilang ketika berhadapan dengan timnas Belanda, pemain berusia 29 tahun tersebut berhasil menciptakan satu gol melalui tendangan bebas dalam kemenangan dengan skor 4-2 atas Rusia, pada Rabu (30/3) dini hari tadi.

Walau tampil dengan sangat mengesankan dan memperoleh banyak pujian, akan tetapi mantan pemain Marseille tersebut masih tidak memiliki keyakinan akan memperoleh tempat di skuad di Les Bleus. Payet belum memperoleh kepastian dari Didier Deschamps.

Dia memaparkan bahwa hingga saat ini belum mengetahui kepastian apakah namanya dicantumkan dalam daftar nama pemain yang akan ikut memperkuat timnas Prancis dalam Euro 2016 nanti. Payet belum mendapatkan informasi pasti tentang posisinya nanti. Akan tetapi dia menyerahkan semuanya pada penilaian pelatihnya, Didier Deschamps.

Dimitri Payet mengaku sudah berupaya dan mencoba dengan keras agar kinerjanya semakin maksimal dan membuatnya berpeluang masuk ke dalam timnas untuk membela negaranya saat laga Euro 2016 ini berlangsung. ” Saya sebenarnya cukup santai, seperti pada saat saya berlaga mulai awal musim ini. Saya tetap berlatih dan bekerja keras agar semakin efisien bersama klub. Saya yakin kerja keras saya akan terbayar, ” tandasnya.