Gerard Pique Siap Maju Jadi Presiden Barcelona, Emoh Jabatan Pelatih

gerard-pique

Gerard Pique menegaskan bahwa dirinya siap maju sebagai presiden Barcelona di kemudian hari. Bahkan Pique sudah punya bayangan, siapa saja rekan-rekan yang bakal diangkutnya mengisi pos penting di Barca. Uniknya, berbeda dengan kebanyakan pemain lain, Pique emoh menjabat sebagai pelatih ketika pensiun nanti. Bahkan

Keinginan Gerard Pique jadi presiden Barcelona sudah diungkapkan sejak 2014. Menganggapi hal ini, Xavi, legenda Barca pernah menyebut, Pique ingin menunjuknya sebagai pelatih utama. Kemudian, Sergio Busquets akan dijadikan sebagai asisten pelatih, lalu Carles Puyol sebagai direktur olahraga.

Kini, keinginan Pique itu kembali disampaikannya kepada TV3, “Iya, memang benar saya ingin menjadi presiden klub (Barcelona). Inilah langkah yang ingin saya ambil ketika pensiun. Saya tidak melihat kemungkinan menjadi pelatih, karena tidak akan menikmati posisi itu.”

Penolakan Gerard Pique untuk jadi pelatih, jelas berbeda dengan kebanyakan pemain Barcelona. Sudah banyak pemain yang setelah gantung sepatu menjajal kursi panas juru taktik. Bahkan Johan Cruyff pernah menjadi pelatih era keemasan Barca sebelum menjadi presiden kehormatan. Mereka yang juga mencoba posisi itu adalah Pep Guardiola (Barca, Bayern Munche, Manchester City), Luis Enrique (Barcelona), hingga Abelardo (Sporting Gijon).

Untuk menjadi presiden Barcelona, Gerard Pique jelas butuh waktu yang cukup lama. Pemilihan presiden berikutnya terjadi pada 2021. Saat itu, Pique masih menjadi pemain profesional sehingga peluang untuk maju tertutup. Paling cepat, Pique baru bisa mencalonkan diri pada pemilihan tahun 2027.

Tentang hal ini, Pique menegaskan, “Ketika karier saya berakhir, langkah yang bakal saya ambil adalah menjadi presiden Barcelona. Sebagai presiden, saya bisa berbuat yang terbaik untuk klub; karena berbuat yang terbaik untuk Barca adalah hal yang saya suka.”

Sumber : Sidomi.com

Gara-Gara Jersey, Pique Siap Pensiun dari Timnas

gerard-piqu

Gerard Pique, bek Barcelona, tengah menjadi buah bibir karena jersey kontroversialnya saat timnas Spanyol melawan Albania pada laga kedua Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Stadiumi Loro Borici, Senin (10/10/2016) dinihari WIB.

Jersey Pique memang terlihat berbeda dari pemain Spanyol lainnya. Seharusnya, ada garis yang berwarna sesuai bendera Spanyol di bawah lengan jersey. Namun, hal itu tidak tampak pada jersey yang dikenakan Pique.

Terlihat jelas Pique telah sengaja mengubah penampakan kostumnya. Tampak bekas potongan tidak rapi dengan menggunakan gunting. Alhasil, warna bendera Spanyol di kostum putih-putih yang digunakan Pique tidak tampak.

Itu mengapa Pique kini kembali menjadi sasaran kritik publik. Hal itu yang mendorong Pique untuk mengambil keputusan radikal soal masa depannya bersama timnas Spanyol.

“Saya sudah mencoba segalanya, tapi saya tak bisa menerimanya lagi. Mereka telah membuat saya kehilangan kegembiraan datang ke sini. Meski setelah Piala Dunia 2018 saya masih berusia 31 tahun, saya akan pergi,” tutur Pique dalam pernyataan yang dirilis Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Pique lahir di Catalan. Dalam beberapa kesempatan, dia menyampaikan dukungan agar Catalan merdeka dan lepas dari Spanyol. Motif itu diduga membuat Pique sengaja melakukan hal tersebut pada jerseynya.

Sementara itu, RFEF juga merilis pernyataan untuk melakukan pembelaan terhadap Pique. Menurut RFEF, awalnya Pique diberikan jersey dengan lengan panjang yang tak ada garis bendera Spanyol. Namun, Pique terpaksa memotongnya hanya untuk kenyamanan saat bermain.

“RFEF ingin menunjukkan dukungan kepada Pique mengenai kontroversi yang disebabkan pemotongan lengan panjang jersey saat melawan Albania. Pemain memotong lengan jerseynya dengan tujuan untuk bermain lebih nyaman, sama seperti yang dilakukan pemain lain pada banyak kesempatan,” tulis pernyataan RFEF.

“Kritik yang tidak adil kepada Pique telah membuatnya menyatakan akan meninggalkan timnas Spanyol setelah Piala Dunia di Rusia.”

Sumber : Liputan6.com