Pemain Cadangan Inter Diklaim Selevel Toni Kroos

Saudara dari Geoffrey Kondogbia, Evans, mengklaim bahwa gelandang Inter Milan tersebut merupakan salah satu pemain terbaik dunia. Kondogbia disebut punya kualitas yang sama dengan pemain Real Madrid, Toni Kroos.

Bukan hanya Kroos, pemain yang baru tampil pada 10 laga bersama dengan Inter, tiga di antaranya sebagai pemain pengganti, diklaim punya level yang sama dengan Sergio Busquets. Kondogbia hanya kalah dari Paul Pogba.

“Pogba adalah pemain terbaik di dunia pada posisinya. Setelahnya, ada Kondogbia, bersama dengan Toni Kroos dan Sergio Busquets,” tutur Evans kepada So Foot.

“Mereka adalah pemain yang bisa menggerakkan permainan timnya, merebut kembali penguasaan bola tapi tidak mencetak banyak gol,” sambung sosok yang juga berkarir di sepakbola ini.

Kondogbia sendiri cukup kesulitan mendapatkan posisi utama di Inter pada musim 2016/17. Ia kalah bersaing di lini tengah Inter sejak awal musim. Namanya pun meredup, tidak seperti saat masih berkiprah di AS Monaco dan Sevilla.

Meski begitu, Evans tak sepakat jika Kondogbia disebut bermain buruk. Menurut sosok berusia 27 tahun ini, Kondogbia tetap menunjukkan aksi terbaiknya.

“Saya banyak mendengar mereka mengatakan Kondogbia bermain dengan buruk di Inter, tapi saya sudah membaca statistiknya, dribbling, umpan sukses dan merebut bola. Tidak ada masalah,” kata Evans membela.

“Kondogbia memiliki kekuatan mental yang sangat mengesankan,” tutupnya.

Sumber : Bola.net

Inter Sekarang Sudah Beda

Inter Milan melanjutkan tren positifnya dengan mengalahkan Bologna di Coppa Italia. Inter menunjukkan bahwa mereka kini sudah berbeda.

Inter harus bertarung hingga perpanjangan waktu untuk mengatasi Bologna dengan skor 3-2 di babak 16 besar Coppa Italia. Dalam pertandingan di Giueseppe Meazza, Rabu (18/1/2017) dinihari WIB, kemenangan Inter ditentukan oleh Antonio Candreva di menit ke-98.

Bagi Inter, itu adalah kemenangan ketujuh yang mereka bukukan secara beruntun di semua kompetisi musim ini. Dalam catatan Opta, tak pernah sebelumnya Nerazzurri melaju sebaik ini sejak November 2012.

“Kami sekarang adalah Inter yang berbeda dan kami tidak pernah menyerah,” ujar striker Inter, Rodrigo Palacio, seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Saya senang dengan gol saya dan saya senang untuk tim. Kami harus lolos dan kami berhasil melakukannya. Bagaimanapun kami harus terus melaju.”

“Kami sangat bagus di babak pertama dan sayang kami kebobolan gol yang kurang beruntung itu,” lanjut Palacio.

“Kami terus berlari dan bertarung untuk setiap bola di babak kedua, meski kebobolan gol penyama, dan kami pantas lolos. Sekarang kami harus mengalihkan fokus ke Palermo,” ucapnya.

Inter berpeluang untuk memperpanjang rentetan kemenangannya akhir pekan ini. Tim arahan Stefano Pioli itu akan menghadapi tim papan bawah, Palermo, di lanjutan Serie A, Minggu (22/1/2017).

Sumber : Detik.com

Lumat Lazio, Inter Catatkan Kemenangan Tiga Kali Beruntun

Inter Milan menang meyakinkan atas Lazio dalam pertemuan Serie A pekan ke-18 di San Siro, Kamis (22/12).  Kemenangan ini merupakan kemenangan tiga kali beruntun bagi Nerazzurri.

Berkat kemenangan ini, Inter naik ke peringkat tujuh dengan mengumpulkan 30 poin, hanya berjarak tiga poin dari AC Milan yang menduduki tempat terakhir zona Eropa.

Ever Banega menjadi pembuka keunggulan Inter atas Lazio di menit 54. Gol tersebut kemudian diikuti gol kedua yang dicetak oleh Mauro Icardi pada menit 56. Sepuluh menit kemudian, Icardi kembali mencatatkan namanya di papan skor yang membuat Inter menang dengan skor 3-0.

Ketika pertandingan dimulai, Inter tak mengawali pertandingan dengan bagus. Tim tamu justru beberapa kali mengancam gawang Samir Handanovic. Baru saja memasuki menit kedua, Ciro Immobile memaksa kiper Inter jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Gawang Handanovic kembali terancam di menit 19. Namun sejauh ini, gawang Inter masih terselamatkan.

Ketika pertandingan berjalan setengah jam, Inter baru bisa menemukan tempo permainannya. Sejumlah peluang pun mampu diciptakan. Namun hingga babak pertama usai, tak ada perubahan skor dalam pertemuan antara kedua kesebelasan.

Usai kembali dari ruang ganti, Inter menunjukkan permainan lebih bagus. Peluang pertama di babak kedua dari Inter diciptakan oleh Ivan Perisic. Namun gol pembuka baru tercipta di menit 54 lewat tendangan keras Banega dari luar kotak penalti.

Gol pertama tersebut tampaknya menginspirasi gol kedua Inter. Dua menit kemudian, Inter kembali mencetak gol. Setelah Danilo D’Ambrosio mengirim bola ke dalam kotak penalti, Icardi melakukan pergerakan ciamik dan menyambut bola dengan kepalanya. Bola meluncur indah ke dalam gawang Federico Marchetti dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 di menit 56.

Tak lama setelah itu, Icardi hampir saja mencetak gol lagi. Tapi penyerang asal Argentina tersebut baru menemukan gol keduanya di menit 65 setelah mendapat hadiah tendangan bebas. Bermula dari tembakan Banega, Icardi menyambutnya dengan sepakan mendatar kaki kanannya. Marchetti sempat membendungnya, namun laju bola yang keras terus bergulir melewati garis gawang dan masuk.

Tertinggal 3 gol, Lazio tampak belum menyerah dan ingin mengejar ketertinggalan di waktu tersisa. Namun hingga waktu habis, tak gol balasan yang mampu diciptakan. Maka, pertandingan pun ditutup dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.

  • Susunan Pemain

Inter Milan: Handanovic; D’Ambrosio, Murillo, Miranda, Ansaldi (Nagatomo 63); Brozovic, Kondogbia; Candreva (Gabriel Barbosa 85), Banega (Palacio 74), Perisic; Icardi

Lazio: Marchetti; Basta, De Vrij, Wallace, Patric (Keita 59); Parolo, Biglia (Cataldi 82), Milinkovic-Savic; Felipe Anderson, Immobile, Lulic (Lombardi 71).

Sumber : Bola.net

Inter Tak Peduli Permainan Cantik, yang Penting Bisa Menang

Menjamu Lazio tengah pekan ini, Inter Milan akan fokus saja meraup angka penuh. Soal estetika permainan, bagi Nerazzurri sementara ini dikesampingkan dulu.

Inter akan menjamu Lazio di Giuseppe Meazza, Kamis (22/12/2016) dinihari WIB di laga terakhir mereka tahun ini. Meraup angka penuh akan krusial untuk upaya mereka menapak naik di papan klasemen.

La Beneamata saat ini ada di posisi tujuh dengan nilai 27 dari 17 pekan. Sedang Lazio ada di urutan empat dengan 34 poin, atau tujuh angka di depan Inter.

Bagi Inter, kemenangan atas Lazio juga akan menjaga momentum kemenangan beruntun mereka berlanjut. Sudah tiga laga terakhir dimenangi.

Pelatih Inter Stefano Pioli mengantisipasi sebuah laga sulit melawan Lazio. Dia menegaskan fokusnya saat ini adalah membawa Inter meraih hasil maksimal, sementara soal main cantik nanti dulu.

“Kami menghadapi seorang rival yang sedang tampil baik. Mereka di depan kami di klasemen dan setiap laga yang memberikan kesempatan untuk kami merenggut sejumlah poin akan penting untuk kami,” kata Pioli dikutip Football Italia.

“Akan ada laga-laga besar lainnya, tapi kami ingin tampil baik. Sekarang ini kami tidak peduli dengan permainan cantik, tapi soal klasemen dan hasil yang mana satu-satunya yang dianggap saat ini,” tambahnya.

Pioli sebelumnya sudah menyatakan tekadnya untuk membawa Inter finis di zona Liga Champions.

Sumber : Detik.com

Jelang Kontra AC Milan, Materazzi Prihatin Nasib Inter

Marco Materazzi

Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, angkat bicara mengenai kondisi bekas klubnya tersebut. Performa Inter musim ini jauh dari ekspektasi, pergantian pelatih juga membuat Materazzi ragu dengan hasil yang dicapai Nerazzurri akhir musim ini.

Inter baru menunjuk Stefano Pioli sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Frank de Boer. Pioli akan menjalani debut sebagai pelatih Inter dalam laga bertajuk Derby della Madonnina, melawan AC Milan, Senin (21/11/2016) dini hari WIB.

Roberto Mancini meninggalkan jabatan pelatih Inter hanya dua pekan sebelum musim ini dimulai. Lalu, Frank de Boer dipecat setelah 84 hari menangani klub yang identik dengan warna biru-hitam.

“Faktanya ada tiga pelatih dalam tiga bulan, itu merefleksikan apa yang terjadi di klub. Sekarang pemilik baru ingin melihat hasil sebelum mereka mengamankan kontrak,” kata Materazzi, seperti dilansir Corriere della Sera.

“Saya tidak ingin menyalahkan Mancini, De Boer, atau Pioli. Kesalahan telah terjadi dalam setahun belakangan,” ucap mantan pemain Perugia ini.

Materazzi berharap situasi di Inter segera membaik dan mantan klubnya itu mendapat orang yang kompeten. Menurut Materazzi, laga kontra Milan dapat meningkatkan moral para pemain Inter bila meraih kemenangan.

“Seseorang di klub harus mengakui mereka telah membuat kesalahan dan pergi dari klub. Sekarang, demi memperbaiki peringkat, mereka butuh rencana tang jelas dan tepat,” tuturnya.

“Saya berharap para petinggi klub bisa lebih dekat dengan tim, yang saya lihat akhir-akhir ini, sepertinya mereka tidak benar-benar hadir di Milan,” kata Materazzi.

Sumber : Liputan6.com

Ancelotti tentang Klub-Klub yang Tak Mungkin Dilatihnya

carlo-ancelotti-dan-klubnya

Carlo Ancelotti mempunyai beberapa klub yang tidak mungkin dia latih dalam kariernya. Mereka adalah Atletico Madrid, Olympique Marseille, dan Inter Milan.

Sejak berkarier sebagai pelatih lebih dari 20 tahun yang lalu, Italiano berusia 57 tahun ini sudah menangani banyak tim di Eropa. Namun, nama Ancelotti mulai melejit sejak sukses melatih AC Milan selama delapan tahun di awal 2000-an.

Setelahnya, Ancelotti sempat menjajal Premier League dengan melatih Chelsea sebelum berlabuh ke Prancis untuk menangani Paris St. Germain selama dua tahun. Di 2013, mantan pemain Parma, AS Roma, dan Milan, itu menerima tawaran melatih Real Madrid sebelum bergabung Bayern Munich di musim panas tahun ini.

Ancelotti mengaku begitu menghargai sejarah dari klub-klub yang sudah pernah dilatihnya. Untuk itu, Ancelotti tidak ingin mengkhianatinya dengan melatih klub rival berat mereka

“Di masa depan, saya tidak akan bisa melatih Olympique Marseille atau Inter Milan setelah semua yang pernah saya capai di PSG dan AC Milan,” ungkap Ancelotti kepada Canal Plus Prancis, yang dilansir AS.

“Saya memiliki rasa hormat yang besar untuk mereka, sehingga saya tidak bisa mengkhianati mantan pendukung saya. Dan begitupun di Spanyol.”

“Saya tidak akan bisa menerima pekerjaan di Atletico karena saya pernah melatih Real Madrid,” lugas Ancelotti.

Ancelotti terikat kontrak dengan Bayern selama tiga tahun sampai 2019.

Sumber : Detik.com

Disebut Pengkhianat oleh Maradona, Icardi Membalas

mauro-icardi

Diego Maradona kembali menyerang Mauro Icardi lewat kata-katanya. Tak senang dengan perkataan Maradona, Icardi pun membalasnya.

Maradona sedang berada di Italia untuk acara ‘Match for Peace’ yang diselenggarakan oleh Vatikan. Di sela-sela acara tersebut, legenda sepakbola Argentina itu mendapat pertanyaan soal Icardi.

“Saya tak tahu apakah Icardi akan dipanggil ke tim nasional,” ujar Maradona seperti dikutip Football Italia.

“Saya tidak bicara tentang pengkhianat. Saya di sini untuk Match for Peace, dan Icardi tidak ada kaitannya dengan itu,” katanya.

Kenapa Maradona terlihat begitu membenci Icardi? Hal ini berkaitan dengan urusan asmara Icardi, di mana dia menikahi Wanda Nara, yang dulu merupakan istri Maxi Lopez, temannya sendiri. Sejak Icardi menikah dengan Wanda, pertemanannya dengan Maxi Lopez tampaknya sudah tamat.

Maradona bersimpati kepada Maxi Lopez. Oleh karena itulah, dia tidak menyukai Icardi.

Apa tanggapan Icardi terkait ucapan Maradona soal dirinya?

“Dia dulunya adalah seorang pemain hebat, tapi di luar sepakbola saya tidak bisa menanggapi apa-apa,” ujar Icardi kepada Sky.

“Saya pikir dia bersikap buruk, seperti yang dia lakukan tahun lalu, dan sebuah wawancara seperti itu tidak ada kaitannya dengan perdamaian,” katanya.

“Itu adalah kata-kata yang hambar. Itu sudah terjadi dalam laga persahabatan yang digelar oleh Javier Zanetti. Saya tak bisa mengatakan apa-apa soal seseorang yang bukanlah teladan bagi siapapun,” kata striker Inter Milan itu.

Sumber : Detik.com

Inter Dikalahkan Klub Israel di Kandang Sendiri

liga-europa-inter-milan-hapoel-beer-sheva

Inter Milan mendapatkan hasil mengecewakan pada laga pertamanya di fase grup Liga Europa. Nerazzurri dikalahkan klub Israel, Hapoel Be’er Sheva, di kandang sendiri dengan skor 0-2.

Menghadapi Hapoel di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Jumat (16/9/2016) dinihari WIB, Inter bermain tanpa Joao Mario, Stevan Jovetic, Geoffrey Kondogbia, dan Gabigol. Keempatnya tak masuk ke dalam skuat Inter di Liga Europa terkait regulasi Financial Fair Play. Sementara itu, Ivan Perisic absen karena cedera.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Hapoel memimpin melalui gol Miguel Vitor pada menit ke-54. Inter berusaha menyamakan kedudukan, tapi malah kebobolan lagi oleh gol Maor Bar Buzaglo pada menit ke-69.

Kekalahan ini menempatkan Inter di posisi ketiga klasemen sementara Grup K dengan poin nol. Hapoel berada di posisi kedua dengan poin tiga, di bawah Southampton yang menang 3-0 atas Sparta Praha.

  • Jalannya Pertandingan

Tim tamu nyaris unggul saat laga memasuki menit kesembilan. Lucio Maranhao menyambut umpan silang Buzaglo dari sisi kanan dengan sundulan kepala, tapi usahanya masih sedikit melenceng.

Maranhao kembali mengancam gawang Inter pada menit ke-29. Dia lolos ke kotak penalti dan tinggal berhadapan dengan kiper Inter, Samir Handanovic. Namun, penyelesaian Maranhao masih bisa dimentahkan Handanovic.

Peluang terbaik Inter pada babak pertama didapat Eder pada menit ke-39. Eder melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, tapi hanya menghantam tiang gawang.

Hingga selesainya babak pertama, belum ada gol yang tercipta. Skor kacamata masih bertahan.

Empat menit setelah babak kedua dimulai, Eder kembali menjajal peruntungannya lewat tembakan jarak jauh. Gol belum tercipta karena tembakannya masih melebar.

Kebuntuan terpecahkan pada menit ke-54. Miguel Vitor membawa Hapoel memimpin 1-0 setelah sontekannya meneruskan umpan Maranhao menggetarkan gawang Inter.

Inter berpeluang menyamakan kedudukan pada menit ke-57 melalui sebuah tendangan bebas. Tapi, eksekusi Ever Banega masih sedikit melenceng.

Dalam beberapa menit setelahnya, gawang Inter berkali-kali terancam. Tembakan jarak jauh Buzaglo bisa digagalkan Handanovic, begitu juga dengan sepakan Maranhao. Sementara itu, tembakan Tony Nwakaeme dari luar kotak penalti masih menyamping.

Memasuki menit ke-65, peluang didapat oleh pemain Hapoel, Ovidiu Hoban. Tapi, tembakan jarak jauh Hoban masih melenceng tipis.

Gawang Inter bobol lagi pada menit ke-69. Tendangan bebas Buzaglo melewati pagar hidup pemain Inter dan bola meluncur deras ke dalam gawang. Handanovic cuma bisa terdiam melihat gawangnya jebol. Hapoel kini unggul 2-0.

Melihat timnya ketinggalan dua gol, pelatih Inter Frank de Boer menarik keluar Felipe Melo dan memasukkan Mauro Icardi demi meningkatkan daya dobrak. Inter pun bermain dengan empat pemain di lini depan.

Inter nyaris kemasukan lagi pada menit ke-88. Tembakan Ben Bitton sudah di luar jangkauan Handanovic, tapi bola cuma menghantam mistar gawang.

Peluang untuk menipiskan kekalahan Inter didapat Antonio Candreva di injury time. Namun, tendangan bebasnya dimentahkan oleh kiper Hapoel, Dudu Goresh.

  • Susunan Pemain

Inter: Handanovic; D’Ambrosio, Ranocchia, Murillo, Nagatomo; Medel, Melo (Icardi 73′), Brozovic (Banega 46′); Biabiany (Candreva 58′), Palacio, Eder

Hapoel Beer-Sheva: Goresh; B Bitton, Miguel Vitor, Tzedek, Taha, Korhut; Hoban, Ogu, Nwakaeme; Buzaglo (Sahar 77′), Lucio Maranhao (Melikson 67′)

Sumber : Detik.com

De Boer Dikaitkan dengan Inter, Agen : Belum Ada Pendekatan

Inter Milan, Frank de Boer

Inter Milan kabarnya mengincar Frank de Boer jika mereka benar-benar berpisah dengan Roberto Mancini. Terkait hal ini, agen De Boer menyatakan bahwa kubu Inter belum melakukan pendekatan.

Mancini, yang masih punya sisa kontrak setahun dengan Inter, kabarnya berselisih dengan pihak klub akhir-akhir ini. Pelatih berusia 51 tahun itu disebut-sebut berbeda pandangan dengan pemilik baru Inter, Suning Group, soal kebijakan transfer.

Suning Group ingin fokus pada pemain-pemain muda, sementara Mancini meminta pemain-pemain yang lebih berpengalaman. Inter Milan berambisi lolos ke Liga Champions, sementara Mancini merasa skuat yang dimilikinya tidak cukup tangguh untuk memenuhi target tersebut dan berharap ada suntikan pemain-pemain baru.

Jika tidak “berdamai” dengan Roberto Mancini, Inter kabarnya siap mencari pelatih baru. De Boer dilaporkan masuk radar Nerazzurri. Pria asal Belanda itu sekarang menganggur setelah mundur dari Ajax Amsterdam beberapa waktu lalu.

“Kami belum mendengar apapun dari Inter,” terang agen Frank de Boer, Guido Albers, kepada Voetbal International.

“Mereka adalah klub yang bagus. Namun, pada saat ini kami cuma bisa menunggu,” kata Albers.

Sumber : Detik.com

Erick Thohir Takkan Lepas Sisa Saham Inter Miliknya

Erick Thohir, Inter Milan

Erick Thohir masih menjadi pemegang saham minoritas Inter Milan setelah kerja sama dengan Suning Holdings Group disepakati. Erick menyatakan sisa saham yang dimilikinya tak akan dia lepas.

Melalui konsorsium International Sports Capital, Erick mengakuisisi 70% saham Inter dari Massimo Moratti pada bulan Oktober 2013. Saat itu Moratti masih punya saham 29,5% di Nerazzurri.

Komposisi kepemilikan saham Inter Milan resmi berubah pada Senin (6/6/2016). Moratti menjual semua sahamnya ke Suning, sementara Erick Thohir menjual lebih dari separuh saham miliknya ke investor asal China itu.

Suning Holdings Group kini menguasai 68,5% saham Inter, sedangkan Erick masih memegang 31% saham. Adapun sisa 0,5% saham dimiliki Pirelli.

Meski Suning Holdings Group menjadi pemegang saham mayoritas, jabatan presiden Inter akan tetap dipegang oleh Erick.

” Saya tidak akan menjual sisa 30% milik saya. Namun, orang-orang bisa berspekulasi apa saja. Saya akan tetap bertahan, saya yakin dengan proyek ini. Manajemen bekerja bersama dan kami punya kemitraan besar sekarang. Kami ingin membangun sesuatu bersama-sama, ” ujar Erick kepada Inter Channel.

” Saya harus berterima kasih kepada Mr. Moratti karena dia percaya pada proyek ini. Dia telah mendukungnya dalam dua setengah tahun terakhir dan itu tidak mudah. Dia terbuka soal sudut pandangnya dan dia membuka hatinya karena dia yakin dengan periode transisi di bawah kendali saya ini, ” tambahnya.

” Dia akan menjadi bagian besar sejarah Inter dan jangan bandingkan dia dengan saya karena saya belum melakukan apa-apa selain mengawasi periode transisi sehingga Inter bisa bersaing, ” kata Erick Thohir.

Sumber : Detik.com