Juventus Maksimalkan Terpelesetnya Para Rival

Kemenangan Juventus atas Sassuolo di giornata 22 menjadi lebih berharga. Hasil tersebut menjauhkan Bianconeri dari kejaran para rival, yang terpeleset pada akhir pekan kemarin.

Juventus mengatasi perlawanan Sassuolo dengan skor 2-0 di Mapei Stadium, Minggu (29/1/2017). Gol-gol Gonzalo Higuain dan Sami Khedira memastikan tim tamu pulang dengan tiga poin.

Pada saat yang bersamaan, AS Roma yang menjadi pesaing terdekat Juve di Serie A kalah 2-3 di kandang Sampdoria. Beberapa jam setelahnya, Napoli di luar dugaan cuma bisa memetik hasil seri 1-1 saat menjamu tim papan bawah Palermo.

Dengan demikian, Juve makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan perolehan 51 poin dari 21 laga. Mereka unggul empat poin atas AS Roma yang berada di posisi kedua dan enam poin atas Napoli. Jarak tersebut masih bisa melebar karena Juve masih punya satu laga simpanan di tangan.

“Kami meraih tiga poin penting, terutama karena Roma kalah,” ujar kiper Juve, Gianluigi Buffon, di situs resmi klub.

“Kami harus terus fokus ke diri kami sendiri,” kata Buffon.

Juventus selanjutnya akan menjalani big match melawan Inter Milan di Turin, Minggu (5/2) mendatang. Mereka akan berupaya melakukan revans setelah kalah 1-2 pada pertemuan pertama.

Sumber : Detik.com

Juventus : Evra Sedang Pertimbangkan Masa Depannya

Patrice Evra tak masuk skuat Juventus pada laga melawan Bologna. Bek kiri asal Prancis itu absen karena tengah mempertimbangkan masa depannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Manajer Umum Juventus, Giuseppe Marotta. Menurut Marotta, absennya Evra merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Evra masih bersama kami. Dia tidak dipanggil lewat kesepakatan bersama karena dia sedang mempertimbangkan masa depannya,” ujar Marotta kepada Mediaset Premium.

Evra, yang menjalani musim ketiganya bersama Juve, belakangan ini diisukan akan kembali ke Manchester United. Dia kabarnya juga diminati oleh klub Spanyol, Valencia.

“Memang sudah benar dia mengambil waktu sejenak untuk merenung karena kontraknya akan habis pada bulan Juni. Dia berusia 35 tahun dan akan menuju 36. Kita lihat saja pekan depan,” ujar Marotta.

“Saya pikir kami tak butuh pemain pengganti karena di dalam tim kami sudah ada pilihan-pilihan seperti Kwadwo Asamoah dan Federico Mattiello,” katanya.

Agen Evra, Federico Pastorello, baru-baru ini menyatakan bahwa kliennya bukannya tidak betah di Juve dan hanya ingin lebih sering main. Evra musim ini rutin tampil sebagai starter di Liga Champions, tapi lebih sering jadi cadangan di Serie A.

Sumber : Detik.com

Jelang Duel, Roma dan Juventus Saling Memuji

Diego Perotti percaya AS Roma mampu meraih scudetto musim ini. Penyerang sayap asal Argentina itu menilai kualitas Tim Serigala Ibukota tidak kalah dengan pemuncak klasemen, Juventus.

Saat ini Roma masih berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi 35 poin dari 16 laga. Sementara Juventus berada di posisi pertama dengan selisih empat poin.

Menariknya kiper Juventus, Gianluigi Buffon menyampaikan Roma merupakan pesaing berat timnya mempertahankan gelar. Sehingga Juve tidak akan meremehkan kekuatan tim yang diasuh Luciano Spaletti tersebut.

“Buffon benar menyebut kami bisa memenangkan gelar. Kami telah mengalahkan Napoli, AC Milan, Inter, dan Lazio musim ini dan itu tidak mudah,” kata Perotti seperti dilansir Soccerway.

“Memang kami sempat kehilangan beberapa poin krusial. Namun sekarang Roma hanya berselisih empat poin dan siap bersaing dengan Juve,” katanya menambahkan.

Kedua tim akan bertarung pada Minggu (18/12/2016) mendatang. Dan laga ini tidak lepas dari persaingan duo striker, Edin Dzeko dan Gonzalo Higuain.

“Keduanya pemain hebat karena bisa mencetak gol dan assist. Namun saya lebih memilih Dzeko,” kata Perotti.

Sumber : Liputan6.com

Sacchi: Juve Tak Punya Saingan di Serie A

klub Juventus

Juventus dinilai masih menjadi favorit di Liga Italia 2016-2017. Rival-rival Bianconeri dinilai Arrigo Sacchi cuma mempunyai kans kecil untuk merebut scudetto.

Juve masih berada di posisi pertama klasemen Liga Italia hingga pekan ke-14. Mereka mengumpulkan 33 poin, berjarak empat poin dari AS Roma dan AC Milan yang ada di posisi dua-tiga.

Meski baru saja menelan kekalahan 1-3 dari Genoa di laga terakhir di Liga Italia, Juve dinilai masih menjadi favorit juara. Hal itu seperti diucapkan mantan pelatih asal Italia, Sacchi.

Kualitas kuat Juve menjadi kuncinya. Cedera yang menimpa pemain bintangnya seperti Paulo Dybala dan Dani Alves, dinilai tak akan menjadi kendala. Apalagi, Juve juga mempunyai pelatih berpengalaman, Massimiliano Allegri.

“Siapa yang akan menjadi antagonis? Juve mempunyai modal sudah memenangi lima gelar juara dan ada banyak pemain mereka yang cedera,” kata Sacchi di Gazzetta dello Sport.

“Mereka mempunyai kualitas individual yang luar biasa dan Allegri merupakan pelatih hebat yang sangat mengenal sepakbola Italia, tapi dia masih harus mengintegrasikan pemain baru dan itu butuh waktu.”

“Tapi, Juve ada di posisi pertama klasemen dan mempunyai satu keuntungan besar di samping keunggulan moral yang datang dengan hal itu. Mereka mempunyai sejarah dan pemain yang super profesional.”

“Klub selalu lebih penting dari tim, yang mana lebih penting dari pemain individu. Saya tak melihat banyak kesempatan untuk rival mereka,” imbuhnya.

Sumber : Detik.com

Ultras Bentrok Jelang Sevilla Vs Juventus

liga-champions-sevilla-kontra-juventus

Pertandingan lanjutan babak penyisihan Grup H Liga Champions yang mempertemukan Sevilla dan Juventus diprediksi bakal berlangsung dengan tensi tinggi di Estadio R. Sanchez Pizjuan, Rabu (23/11/2016) dinihari WIB. Ini terlihat ketika penggemar kedua tim sudah saling bentrok di pusat kota Sevilla.

Insiden itu terjadi di jalan Katolik Sevilla Reyes. Itu merupakan markas dari kelompok suporter tuan rumah di mana mereka menyebutnya dengan nama The Papelon.

Penggemar Juventus dengan sengaja berteriak “Hooligans Sevilla” dan teriakan itu langsung direspon oleh sekolompok suporter tuan rumah. Akibatnya perkelahian tersebut tak terelakan.

Menurut laporan Sport, Selasa (22/11/2016), ketika terjadi keributan itu masyarakat yang tengah berada di jalan tersebut panik. Namun pihak kepolisian setempat akhirnya berhasil menghentikan perkelahian antar kedua penggemar tersebut.

Peristiwa perkelahian ini menyebabkan beberapa penggemar kedua tim mengalami luka. Sementara bar dan toko-toko terkena imbasnya atau mengalami kerusakan.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang di Estadio R. Sanchez Pizjuan, kepolisian setempat terpaksa menerjunkan 800 personel untuk memastikan pertandingan perebutan puncak Grup H berlangsung aman.

Sekadar mengingatkan, Sevilla saat ini berada di puncak Grup H dengan raihan 10 poin. Klub berjuluk The Red and Whites itu diketahui belum menelan kekalahan dari empat pertandingan terakhir mereka.

Sementara Juventus mengekor posisi Sevilla di urutan kedua dengan selisih dua poin. Kemenangan tentu menjadi harga mati buat kedua tim untuk memastikan lolos ke babak sistem gugur.

Sumber : Liputan6.com

Witsel Akan Pindah ke Juventus, tapi Belum Tahu Kapan

gelandang-zenit-st-petersburg-axel-witsel

Gelandang Zenit St Petersburg, Axel Witsel, mengonfirmasi dirinya akan pindah ke Juventus. Tapi, Witsel sekarang belum tahu kapan akan mulai berkostum Bianconeri.

Witsel sebenarnya nyaris bergabung dengan Juve di bursa transfer musim panas lalu. Gelandang asal Belgia itu sudah terbang ke Turin untuk menuntaskan kepindahannya. Tapi, transfer akhirnya batal terealisasi karena bursa lebih dulu ditutup.

Meskipun demikian, Juventus tak berhenti mengejar Witsel. Mereka punya dua pilihan, yaitu merekrut Witsel dengan harga murah di bursa transfer Januari mendatang atau menunggu kontrak si pemain dengan Zenit habis di musim panas 2017 dan mendatangkannya secara cuma-cuma.

“Selalu menyenangkan mendengar klub seperti Juventus tak menyerah mengejar saya,” ucap Witsel kepada RTBF.

“Sekarang saya tidak bertanya apakah itu akan terwujud di bulan Januari atau Juni. Saya cuma bermain dan kita lihat saja apa yang terjadi,” tambahnya.

“Apakah saya akan bergabung dengan Juventus? Itulah yang akan terjadi. Sekarang saya tidak tahu kapan,” kata pesepakbola berusia 27 tahun itu.

Witsel memperkuat Zenit sejak 2012 silam. Hingga saat ini dia telah tampil pada 174 pertandingan bersama klub Rusia itu dan mencetak 22 gol.

Sumber : Detik.com

Jadwal Bola Hari Ini, Siaran Langsung 2 November 2016

Juventus, Liga Champions 2016/2017

Juventus berpeluang besar untuk mengamankan tiket 16 Besar Liga Champions 2016/2017. Kamis (2/11/2016) dinihari WIB, mereka akan menjamu Olympique Lyon pada matchday keempat Grup H di Juventus Stadium.

Sejauh ini, I Bianconeri sudah menorehkan catatan positif di Grup H. Mereka memuncaki klasemen setelah meraup tujuh poin dari tiga pertandingan. Kini, Juve hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengamankan tempat di 16 besar.

Pada pertemuan sebelumnya, Si Nyonya Tua sukses mengantongi tiga poin di kandang Lyon. Meski tampil dengan 10 pemain, Juve mampu mencetak gol tunggal lewat Juan Cuadrado di menit ke-76.

Kini, peluang Juve untuk kembali mengukir kemenangan terbuka lebar mengingat mereka akan tampil di hadapan pendukung sendiri. Pertarungan kedua tim akan disiarkan secara live di SCTV. Selain itu, ada juga beberapa laga yang akan disiarkan secara live.

  • Jadwal Siaran Langsung

02:45 WIB: Tottenham Vs Leverkusen (beIn Sport 1)

02:45 WIB: Legia Vs Madrid (beIn Sport 2)

02:45 WIB: Copenhagen Vs Leicester (beIn Sport 3)

02:45 WIB: Juve Vs Lyon (SCTV).

Sumber : Liputan6.com

Juventus vs Napoli Panaskan Giornata 11

liga-italia-serie-a-juventus-napoli

Serie A pekan ke-11 akan menghadirkan pertandingan seru antara dua tim papan atas. Juventus sang pemuncak klasemen akan ditantang penghuni posisi tiga, Napoli.

Juve dan Napoli akan saling berhadapan di Juventus Stadium, Minggu (30/10/2016) dinihari WIB.

Menghadapi Napoli, Juve bermodalkan kemenangan telak 4-1 atas Sampdoria di laga tengah pekan. Kemenangan tersebut menjadi respons sempurna Bianconeri usai dikalahkan AC Milan di pekan sebelumnya. Hasil atas Sampdoria menjaga posisi Juve di puncak klasemen dengan 24 poin.

Absennya Paulo Dybala di laga tersebut tak mengurangi daya dobrak Juve. Mario Mandzukic yang diduetkan dengan Gonzalo Higuain menjawab kepercayaan Massimiliano Allegri dengan mencetak satu gol ke gawang Sampdoria.

Ketangguhan Juve akan diuji Napoli yang tengah berupaya untuk terus merangkai kemenangan. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, Napoli bangkit dengan mengalahkan Crotone dan Empoli. Napoli kini menempati peringkat ketiga, tertinggal empat angka dari Juve.

Duel antara Juve dan Napoli disebut-sebut sebagai laga antara dua kandidat scudetto. Dalam beberapa musim terakhir, kedua tim memang selalu terlibat dalam perebutan gelar juara Serie A kendati pada akhirnya Juve yang meraih titel.

Meski demikian, pelatih Napoli Maurizio Sarri menepis anggapan bahwa laga melawan Juve merupakan duel scudetto. Dia tak ingin menambah tekanan pada timnya.

“Kami harus menghentikan tekanan yang keliru ini kepada kami,” ujar Sarri usai timnya membukukan kemenangan atas Empoli.

Juve dominan dalam delapan pertemuan terakhir dengan Napoli. ‘Si Nyonya Besar’ menang lima kali sementara Napoli hanya menang dua kali.

Dari pertandingan lainnya, AS Roma mengintip peluang untuk mengambil keuntungan dari laga antara Juve dan Napoli untuk merebut puncak klasemen. Roma akan tandang ke markas Empoli, Minggu (30/10/2016) malam WIB.

Giallorossi bermodalkan laju oke setelah membukukan empat kemenangan beruntun. Edin Dzeko juga tengah on fire menyusul rentetan golnya dalam empat laga terakhir. Striker Bosnia itu kini sudah mengoleksi 10 gol dari 10 kali penampilan dan memuncaki daftar top skorer.

Sementara itu, AC Milan berpeluang untuk bangkit usai dikalahkan Genoa 0-3 di laga tengah pekan. Rossoneri akan menjamu Pescara di San Siro. Sedangkan upaya Inter Milan untuk mendaki klasemen akan diuji di kandang Sampdoria.

Sumber : Detik.com

‘Higuain Sama seperti Nistelrooy, Menggila Kalau Tak Cetak Gol’

Gonzalo Higuain

Melihat Gonzalo Higuain, Patrice Evra teringat mantan rekannya dulu, Ruud van Nistelrooy. Keduanya sama-sama punya naluri mencetak gol yang amat tinggi.

Higuain baru menjadi rekan Evra di Juventus sejak musim panas kemarin. Penyerang internasional Argentina itu dibeli dari Napoli dengan nilai tinggi, sebesar 90 juta euro.

Harga mahal itu dinilai sepadan karena Higuain punya insting terhadap gol yang amat tinggi. Musim ini saja, dia sudah bikin tujuh gol dari hanya sembilan penampilan bareng Juve.

Dalam hal haus gol, Evra membandingkan Higuain dengan Nistelrooy. Mantan rekannya di Manchester United itu juga disebut punya nafsu yang sangat besar untuk menjebol gawang lawan.

Sepanjang kariernya, Nistelrooy tercatat mencetak 323 gol dalam 509 penampilan di berbagai ajang, seperti dicatat Transfermarkt. Higuain dan Nistelrooy disebut Evra adalah tipe-tipe pemain yang menggila dan tak bisa tidur pulas kalau tak bikin gol.

“Saya tidak mengenal dia (Higuain) secara personal, tapi dia menggila kalau tidak mencetak gol. Itu ada dalam sifatnya. Saya ingat sebuah laga di mana kami sama-sama di bangku cadangan dan dia berakhir merasa sangat gemas,” kata Evra di situs resmi UEFA.

“Dia berkata ke saya bahwa dia benar-benar harus mencetak gol jika masuk ke lapangan. Itu adalah satu-satunya hal yang dia pikirkan.”

“Saya teringat Van Nistelrooy sama seperti itu. Mereka termasuk para pemain yang ditempatkan di dunia ini untuk mencetak gol. Mereka yang tak bisa tidur kalau tak bikin gol. Itu sempurna untuk Juventus,” tambahnya seperti dikutip Soccerway.

Sumber : Detik.com

Allegri: Jawaban Bagus Juve atas Kritik yang Berlebihan

massimiliano-allegri

Juara bertahan Juventus kembali ke jalur kemenangan usai menghantam Cagliari empat gol tanpa balas. Massimiliano Allegri tidak bisa merasa lebih puas lagi.

Bianconeri menjamu Cagliari dengan misi bangkit menyusul kekalahan di tangan Inter Milan 1-2, akhir pekan lalu. Di Juventus Stadium dinihari tadi, tim tuan rumah tampil ‘kesetanan’.

Tiga gol disarangkan Juve di 45 menit pertama lewat Daniel Rugani, Gonzalo Higuain, dan Dani Alves. Satu gol tambahan Juventus tercipta di babak kedua lewat gol bunuh diri pemain lawan Luca Ceppitelli pada 10 menit terakhir.

Atas kemenangan ini, Juve kembali menguasai Capolista dengan 12 poin, unggul satu angka dari Napoli dan dua angka dari AS Roma, Chievo, dan Inter. Kegembiraan Allegri bertambah karena timnya telah membuktikan diri usai mendapat sorotan tajam usai dibekap Inter.

“Saya puas kami bisa kembali ke puncak klasemen dan kami tampil bagus,” tutur pelatih Juventus itu kepada Sky Sport Italia.

“Para pemain mengambil pendekatan yang benar, meskipun saat kami unggul 2-0 kami mestinya mengendalikan tempo, alih-alih kami terus maju untuk mencari gol ketiga dengan buru-buru.”

“Meski begitu, ini masih tetap sebuah jawaban bagus atas kritik yang agak berlebihan atas penampilan kami pada hari Minggu melawan Inter,” imbuh Allegri.

Di giornata keenam akhir pekan ini, Juventus akan menjalani laga tandang dengan mengunjungi markas Palermo, Sabtu (24/9).

Sumber : Detik.com