Hasil Pertandingan Portugal vs Latvia: Skor 4-1

kualifikasi-piala-dunia-2018-portugal-kontra-latvia

Portugal sukses meraih angka penuh usai mengalahkan Latvia 4-1 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa yang digelar di Estadio Do Algarve, Senin (14/11) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo menjadi bintang dengan menyumbang dua gol, salah satunya lewat titik putih. Dua gol Seleccao lainnya disumbang William Carvalho dan Bruno Alves. Latvia sempat menyamakan skor berkat gol Arturs Zjuzins.

Bertindak sebagai ruan rumah, Portugal ingin tancap gas sejak menit awal. Meski demikian, Latvia sanggup mengimbangi bahkan sempat beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah.

Portugal mendapat hadiah penalti di menit 26 setelah Nani dilanggar Gints Freimanis di kotak terlarang. Ronaldo yang maju sebagai algojo tak kesulitan menaklukkan penjaga gawang Andris Vanins.

Kedua tim saling bertukar serangan di babak pertama, tapi tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Kembali dari kamar ganti, Portugal tetap menguasai permainan dan konsisten mengancam gawang Latvia. Sayang beberapa peluang yang didapat belum membuahkan hasil.

Portugal kembali mendapat hadiah penalti di menit 58 tatkala Andre Gomes yang hendak melepaskan tembakan dilanggar oleh Glebs Kluskins. Sayang kali ini Ronaldo gagal menunaikan tugasnya dengan baik setelah tendangannya hanya membentur tiang gawang.

Alih-alih menggandakan keunggulan, Portugal justru harus kebobolan di menit 68. Zjuzins yang datang dari second line sukses menyambar bola liar dengan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Rui Patricio.

Portugal seakan tersengat dengan gol ini. Mereka sudah kembali unggul semenit berselang berkat sundulan William Carvalho meneruskan crossing terukur pemain yang baru masuk, Ricardo Quaresma.

Ronaldo sukses membayar tuntas kegagalan penaltinya dengan gol kedua di menit 85. Lagi-lagi berawal dari crossing Quaresma, Ronaldo melepas tembakan voli first time cantik yang menghujam jala Vanins.

Di masa injury, Ronaldo bisa saja mengakhiri laga ini dengan mencetak tiga gol alias hat-trick andai saja sundulannya tak digagalkan mistar gawang.

Bruno Alves akhirnya menggenapi kemenangan Portugal menjadi 4-1 berkat sundulannya meneruskan assist Raphael Guerreiro sesaat sebelum laga usai. Skor 4-1 pun menjadi hasil akhir laga ini.

Kemenangan ini membuat Portugal tetap bertengger di posisi kedua klasemen Grup B dengan poin sembilan. Sementara bagi Latvia, kekalahan ini membuat mereka tetap terpuruk di posisi lima dengan poin tiga.

  • Susunan Pemain

Portugal: Patricio; Cancelo, Fonte, Bruno Alves, Guerreiro; William Carvalho, Andre Gomes (Renato Sanches 87′), Joao Mario (Gelson 71′); Nani (Quaresma 65′), Ronaldo, Andre Silva.

Latvia: Vanins; Freimanis, Jagodinskis, Gorkss, Maksimenko; Gabovs, Tarasovs, Laizans, Kluskins (Visnakovs 79′); Rudnevs (Gutkovskis 87′), Ikaunieks (Zjuzins 59′).

Sumber : Bola.net

Jadwal Bola Hari Ini, Siaran Langsung 11 November 2016

kualifikasi-piala-dunia-2018

Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa bakal bergulir pada Jumat (11/11/2016) atau Sabtu dini hari. Dua negara bertetangga, Inggris dan Skotlandia bakal saling berhadapan.

Duel Inggris melawan Skotlandia bakal berlangsung di Wembley Stadium, London. Pada pertandingan ini, striker Manchester United, Wayne Rooney kembali menjadi starter Timnas Inggris.

Bila meraih kemenangan, The Three Lions (sebutan Inggris) bakal memantapkan posisinya sebagai pemuncak klasemen Grup F. Sementara Skotlandia harus berjuang ekstra demi meraih poin di London.

Laga ini bakal disiarkan secara langsung mulai pukul 02.45 di RCTI atau Fox Sports 1.

Sementara itu, Jerman bakal menghadapi tim terlemah di Grup C, San Marino. Pertandingan seru ini berlangsung di Stadio Olimpico di Serravalle.

Duel San Marino melawan Jerman disiarkan secara langsung oleh Global TV mulai pukul 02.45 WIB.

  • Jadwal Pertandingan

00.00 WIB – Armenia vs Montenegro

02.45 WIB – Prancis vs Swedia

02.45 WIB – Republik Ceko vs Norwegia

02.45 WIB – Irlandia Utara vs Azerbaijan

02.45 WIB – San Marino vs Jerman (Global TV)

02.45 WIB – Denmark vs Kazakhstan

02.45 WIB – Rumania vs Polandia

02.45 WIB – Inggris vs Skotlandia (RCTI)

02.45 WIB – Malta vs Slovenia

02.45 WIB – Slovakia vs Lithuania.

Sumber : Liputan6.com

Belgia Gilas Giraltar, Benteke Cetak Gol Tercepat Piala Dunia

christian-benteke

Eks Pemain Liverpool, Christian Benteke, mengukir sejarah saat memperkuat timnas Belgia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Selasa dinihari WIB (11/10/2016). Pemain berusia 25 tahun itu mencetak gol tercepat saat Belgia mengalahkan musuhnya Gibraltar dengan skor telak 6-0 di Faro.

Seperti dilansir Soccerway.com, gol Benteke tercipta belum semenit setelah wasit meniup peluit kick off. Memanfaatkan kelengahan pemain belakang Gibraltar, Ryan Casciaro, Benteke berhasil mencuri bola. Benteke kemudian berlari kencang dan mengakhiri aksinya lewat tendangan keras ke gawang lawan.

Gol pembuka ini membawa arti penting bagi Benteke. Selain membawa timnya memimpin atas Gibraltar, ini merupakan gol perdana Benteke bersama Belgia sejak 2015 lalu. Seperti diketahui, pemain Crystal Palace tersebut terakhir kali mencetak gol bersama Belgia saat negaranya bertemu Cyprus, Maret tahun lalu.

Selain itu, menurut UEFA, gol Benteke ke gawang Gibraltar yang tercipta pada detik ke-8,1 juga menjadi gol tercepat di dunia. Catatan ini unggul 0,2 detik dari rekor gol tercepat sebelumnya milik pesepak bola San Marino, Davide Gualtieri saat berhadapan dengan Inggris pada babak kualifikasi Piala Dunia 1993.

Pemain Jerman, Lukas Podolski, sebenarnya pernah mencetak gol lebih cepat lagi, yakni 6 detik saat bertemu Ekuador 2013 lalu. Namun rekor tersebut tercipta pada level pertandingan persahabatan.

Tak hanya berhasil mencetak gol cepat, Benteke juga mengukir hattrick dalam duel melawan Gibraltar. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak Alex Witsel, Dries Mertens, dan gelandang Chelsea, Eden Hazard.

“Yang paling penting adalah mencetak gol lebih awal,” kata Benteke.

Tambahan tiga poin itu membuat Belgia semakin kokoh di puncak klasemen Grup H. Mereka hanya unggul selisih gol dari peringkat kedua, Yunani.

Sumber : Liputan6.com

Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2018 Tadi Malam

kualifikasi-piala-dunia-2018

Kejutan nyaris terjadi di kualifikasi Grup G Piala Dunia 2018. Italia yang sempat ketinggalan, akhirnya berhasil mengamankan tiga poin setelah menekuk Macedonia 3-2, pada Senin (10/10/2016) dinihari WIB. Tiga gol Azzurri dicetak striker Lazio Ciro Immobile (2) dan Andrea Belotti.

Pada pertandingan lainnya, Spanyol menang 2-0 atas Albania juga penyisihan Grup G di Stadion Loro Boruci. Dua gol Spanyol dicetak Diego Costa dan Nolito.

Dengan hasil ini, Spanyol berhasil menggeser posisi Albania dari puncak klasemen. Nilai Spanyol sebenarnya sama dengan Italia (7), tapi unggul selisih gol.

Kroasia sementara memimpin Grup I kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa setelah mempermalukan Finlandia dengan skor tipis, 1-0. Hasil positif ini memberi Kroasia tujuh poin, sedangkan Finlandia melorot ke peringkat kelima dengan nilai satu.

Pada laga lainnya, Islandia sukses meredam Turki dua gol tanpa balas. Berawal dari gol bunuh diri Toprak di menit ke-41, lalu tiga menit berikutnya Islandia menggandakan kedudukan melalui aksi Finnobogason untuk memungkas laga 2-0.

Tambahan tiga angka ini membuat Islandia menempel ketat Kroasia di dua posisi teratas dengan nilai yang sama, yakni tujuh, sedang Turki menghuni urutan keempat dengan poin dua.

Hasil meyakinkan juga dipetik Ukraina ketika menjamu Kosovo. Raihan tripoin ini menjadikan Ukraian mengukir lima poin dengan duduk di urutan ketiga, ada pun Kosovo menempati posisi juru kunci dengan nilai satu.

  • Berikut hasil lengkap kualifikasi Piala Dunia:

Wales 1 – 1 Georgia

Israel 2 – 1 Liechtenstein

Finlandia 0 – 1 Kroasia

Ukraina 3 – 0 Kosovo

Moldova 1 – 3 Republik Irlandia

Serbia 3 – 2 Austria

Albania 0 – 2 Spanyol

Macedonia 2 – 3 Italia

Islandia 2 – 0 Turki

Sumber : Liputan6.com

Gara-Gara Jersey, Pique Siap Pensiun dari Timnas

gerard-piqu

Gerard Pique, bek Barcelona, tengah menjadi buah bibir karena jersey kontroversialnya saat timnas Spanyol melawan Albania pada laga kedua Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Stadiumi Loro Borici, Senin (10/10/2016) dinihari WIB.

Jersey Pique memang terlihat berbeda dari pemain Spanyol lainnya. Seharusnya, ada garis yang berwarna sesuai bendera Spanyol di bawah lengan jersey. Namun, hal itu tidak tampak pada jersey yang dikenakan Pique.

Terlihat jelas Pique telah sengaja mengubah penampakan kostumnya. Tampak bekas potongan tidak rapi dengan menggunakan gunting. Alhasil, warna bendera Spanyol di kostum putih-putih yang digunakan Pique tidak tampak.

Itu mengapa Pique kini kembali menjadi sasaran kritik publik. Hal itu yang mendorong Pique untuk mengambil keputusan radikal soal masa depannya bersama timnas Spanyol.

“Saya sudah mencoba segalanya, tapi saya tak bisa menerimanya lagi. Mereka telah membuat saya kehilangan kegembiraan datang ke sini. Meski setelah Piala Dunia 2018 saya masih berusia 31 tahun, saya akan pergi,” tutur Pique dalam pernyataan yang dirilis Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Pique lahir di Catalan. Dalam beberapa kesempatan, dia menyampaikan dukungan agar Catalan merdeka dan lepas dari Spanyol. Motif itu diduga membuat Pique sengaja melakukan hal tersebut pada jerseynya.

Sementara itu, RFEF juga merilis pernyataan untuk melakukan pembelaan terhadap Pique. Menurut RFEF, awalnya Pique diberikan jersey dengan lengan panjang yang tak ada garis bendera Spanyol. Namun, Pique terpaksa memotongnya hanya untuk kenyamanan saat bermain.

“RFEF ingin menunjukkan dukungan kepada Pique mengenai kontroversi yang disebabkan pemotongan lengan panjang jersey saat melawan Albania. Pemain memotong lengan jerseynya dengan tujuan untuk bermain lebih nyaman, sama seperti yang dilakukan pemain lain pada banyak kesempatan,” tulis pernyataan RFEF.

“Kritik yang tidak adil kepada Pique telah membuatnya menyatakan akan meninggalkan timnas Spanyol setelah Piala Dunia di Rusia.”

Sumber : Liputan6.com

Ventura Heran Costa dan Ramos Tak Dikartu Merah

Pelatih Italia, Giampiero Ventura

Pelatih Italia, Giampiero Ventura, merasa heran karena Diego Costa dan Sergio Ramos tak dikartu merah. Menurut Ventura, jika salah satu saja di antara dua pemain itu kena kartu merah, jalannya pertandingan bisa berubah.

Laga kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Italia dan Spanyol di Juventus Stadium, Jumat (7/10/2016) dinihari WIB, dipimpin oleh wasit asal Jerman, Felix Brych. Beberapa keputusan Brych pada laga tersebut dipertanyakan oleh Ventura.

Saat Ramos menjatuhken Eder di kotak penalti pada menit ke-81, Brych awalnya tak meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran. Dia membiarkan permainan terus berlanjut.

Setelah berkonsultasi dengan asisten wasit yang berdiri di dekat gawang, barulah Brych memberi hadiah penalti untuk Italia. Tapi, dia tak mengganjar Ramos dengan kartu kuning. Kalau Ramos kena kartu kuning akibat insiden itu, maka dia harus meninggalkan lapangan karena sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning.

Hadiah penalti itu akhirnya dikonversi menjadi gol oleh Daniele De Rossi. Italia pun menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sempat ketinggalan oleh gol Vitolo pada menit ke-55.

Sebelumnya, Costa juga tak kena kartu kuning kedua meski menendang bola dengan kesal setelah dinyatakan terjebak offside. Costa pun selamat dari kartu merah.

“Tidak diberikannya dua kartu merah sungguh mengejutkan,” kata Ventura seusai pertandingan.

“Mustahil tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Costa dan Ramos. Satu kartu merah saja akan mengubah permainan,” katanya seperti dikutip Football Italia.

Tambahan satu poin menempatkan Italia di peringkat tiga klasemen Grup G dengan empat poin. Mereka tertinggal dua angka dari Albania yang memuncaki klasemen dan kalah selisih gol dari Spanyol yang juga punya poin empat.

Sumber : Detik.com