Griezmann Mulai ‘Meletup’ Lagi

Ada sisi positif di balik kekalahan Atletico Madrid di tangan Las Palmas. Striker Atletico Antoine Griezmann menemukan kembali bentuk performanya.

Atletico menyerah dari Las Palmas 2-3 dalam laga leg II babak 16 besar Copa del Rey di Vicente Calderon, Rabu (11/1/2017) dinihari WIB. Meski kalah, Los Rojiblancos tetap lolos ke perempatfinal setelah di leg I menang dengan skor 2-0 (agregat 4-3).

Usai kedua tim berimbang tanpa gol di sepanjang babak pertama, Griezmann memecah kebuntuan di awal babak kedua. Las Palmas menyamakan skor lewat Marko Livaja, sebelum tim tuan rumah kembali unggul setelah Angel Correa mencetak gol kedua.

Akan tetapi, Las Palmas tampil apik menjelang bubaran dengan mencetak sepasang gol di menit-menit terakhir leat Livaja dan Mateo Garcia, yang memastikan kemenangan.

Bagi Griezmann, ini adalah gol ketiganya untuk Atletico dalam tiga penampilan terakhirnya. Opta mencatat bahwa ini merupakan laju terbaik striker Prancis itu di seluruh kompetisi musim ini.

Keran gol Griezmann di musim ini tak lancar-lancar amat setelah baru mengemas 12 gol dalam 24 penampilannya. Dia bahkan sempat hanya mencetak 3 gol saja dalam 13 penampilan sebelum libur musim dingin.

“Ketika Griezmann mencetak gol, sepertiya dia bermain lebih baik tapi ada beberapa pertandingan di mana dia tidak mencetak gol tapi dia bermain lebih bagus,” kata pelatih Atletico Diego Simeone di Marca.

“Tapi jelas, lebih baik untuk kami kalau dia mencetak gol. Hari ini dia membuka pertandingan.”

Griezmann akan mencoba meneruskan tren ini saat Atletico menghadapi Real Betis dalam lanjutan La Liga, Minggu (15/1/2017) dinihari WIB.

Sumber : Detik.com

Ditumbangkan Villarreal, Tren Buruk Atletico Berlanjut

Tren buruk Atletico Madrid di La Liga masih berlanjut usai ditumbangkan tiga gol tanpa balas oleh Villarreal.

Pada duel yang dihelat di El Madrigal, Selasa (13/12/2016) dinihari WIB, Villarreal unggul 2-0 di babak pertama lewat gol-gol Manuel Trigueros dan Jonathan Dos Santos.

Gol ketiga Villarreal didapat di penghujung babak kedua lewat Bruno Soriano.

Hasil ini membuat Atletico cuma menang sekali dari lima pertandingan terakhirnya di liga, sisanya tiga kali kalah dan sekali imbang. Posisi Los Colchoneros melorot ke posisi keenam klasemen dengan 25 poin dari 15 laga.

PosisiVillarreal yang naik ke urutan keempat dengan 26 poin, sama dengan Real Sociedad, tapi unggul selisih gol.

  • Jalannya Pertandingan

Sedari menit awal, Atletico memang dibuat kerepotan oleh permainan menekan yang diperagakan Villarreal. Tak sedikitpun para pemain Atletico diberi ruang gerak untuk mengalirkan bola.

Selama 20 menit pertandingan, kiper Villarreal Sergio Asenjo “nganggur” di bawah mistar tanpa adanya ancaman dari para pemain Atletico.

Sementara, Villarreal pun mengalami kesulitan yang sama untuk bisa membongkar pertahanan Atletico meski menguasai jalannya pertandingan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28 ketika Villarreal berhasil unggul duluan lewat gol Manuel Trigueros. Diawali kesalahan Tiago saat mengoper bola ke lini belakang, Trigueros lantas merebutnya dan berlari menuju kotak penalti.

Usai mengecoh bek lawan, Trigueros lantas dengan dingin menempatkan bola di pojok kiri bawah tanpa bisa dihalau Jan Oblak.

Ditumbangkan Villarreal, Tren Buruk Atletico BerlanjutFoto: REUTERS/Heino Kalis

Tiga menit selepas gol itu, Atletico langsung membalas lewat sebuah serangan balik yang membuat bola berada di kaki Antoine Griezmann. Sayangnya, sepakah Griezmann masih bisa ditepis Sergio Asenjo.

Gawang Atletico kembali kebobolan pada menit ke-38 ketika umpan Bruno Soriano diterima oleh Pato yang bermain melebar. Nama terakhir mengirimkan umpan tarik ke depan gawang yang diteruskan sepakan Jonathan Dos Santos.

Bola sempat mengenai tiang gawang namun Dos Santos dengan cepat menyontek bola ke dalam jala Oblak. Dalam proses gol itu, Oblak mengalami cedera sehingga harus digantikan Miguel Angel Moya.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Masuk di babak kedua, Atletico mulai bisa keluar menyerang namun pertahanan Villarreal pun kokoh hingga sulit ditembus Griezmann dkk.

Atletico meski menguasai pertandingan namun tak kunjung membuat peluang bersih di depan gawang Asenjo.

Keasyikan menyerang, gawang Atletico malah bobol lagi di menit ketiga injury time babak kedua. Bruno Soriano melakukan kerjasama 1-2 dengan Momar N’Diaye di depan kotak penalti, sebelum melepaskan sepakan kaki kiri ke tiang jauh untuk menutup laga dengan skor 3-0.

  • Susunan Pemain

Villarreal: Sergio Asenjo; Mario, Alvaro, Victor Ruiz, Jaume Costa; Dos Santos, Trigueros (N’Diaye 92′), Bruno, Soriano; Sansone (Santos Borre 90′), Pato (Rodriguez 78′).

Atletico Madrid: Oblak (Moya 40′); Juanfran, Savic, Godin, Lucas; Correa (Carrasco 65′), Gabi, Tiago (Saul 29′), Koke; Gameiro, Griezmann.

Sumber : Detik.com

Isco Tolak Tawaran Terakhir Real Madrid

isco

Gelandang Real Madrid, Isco, membuka pintu untuk hengkang di Januari mendatang ke Premier League, usai dikabarkan menolak tawaran terbaru dari klub terkait kontrak baru.

Los Blancos tengah terlibat dalam proses untuk mengikat para pemain bintang mereka dengan kontrak jangka panjang, usai sebelumnya berhasil melakukan itu dengan Luka Modric, Gareth Bale, Toni Kroos, dan Cristiano Ronaldo belakangan ini.

Isco disebut akan jadi pemain berikutnya yang akan diberi kontrak baru oleh tim raksasa La Liga, usai muncul kabar yang mengatakan ia tengah diincar oleh beberapa klub Inggris, namun sang pemain belum lama ini mengungkap bahwa dirinya belum memulai negosiasi sama sekali dengan tim Bernabeu.

Menurut laporan terbaru Cadena SER, pemain berusia 24 tahun, yang kontraknya tinggal tersisa 18 bulan, khawatir dengan minimnya kesempatan bermain yang ia dapatkan dan siap untuk menolak tawaran kontrak dari Madrid.

Isco sendiri belum sekalipun bermain 90 menit di La Liga musim ini.

Sumber : Bola.net

5 Tim Masih Unbeaten di 5 Liga Top Eropa

real-madrid

Di lima liga top Eropa musim ini, hanya ada lima tim yang masih belum sekalipun tersentuh kekalahan. Dari lima tim itu, tiga berasal dari Bundesliga, sedangkan satu dari Premier League dan satunya lagi dari La Liga.

Lima tim yang masih unbeaten itu adalah Bayern Munchen, Leipzig, Hoffenheim, Tottenham Hotspur dan Real Madrid.

  • Masih unbeaten di 5 liga top Eropa:

Real Madrid – 11 pertandingan, 27 poin (La Liga)

Tottenham – 11 pertandingan, 21 poin (Premier League)

Bayern Munchen – 10 pertandingan, 24 poin (Bundesliga)

Leipzig – 10 pertandingan, 24 poin (Bundesliga)

Hoffenheim – 10 pertandingan, 20 poin (Bundesliga).

Madrid saat ini memimpin La Liga dengan 27 poin hasil delapan kemenangan dan tiga kali imbang. Sementara itu, Tottenham menempati posisi lima Premier League dengan 21 poin hasil lima kemenangan dan enam kali imbang.

Di Bundesliga, Bayern, Leipzig dan Hoffenheim menguasai tiga besar klasemen sementara setelah sama-sama belum terkalahkan hingga pekan ke-10.

Tidak ada yang unbeaten di Serie A dan Ligue 1 musim ini. Juventus, AS Roma, Lazio dan Fiorentina masing-masing sudah dua kali kalah. Sementara itu, sang pemimpin klasemen Nice di Prancis sudah merasakan kekalahan pertama mereka musim ini saat akhir pekan kemarin ditekuk Caen 0-1.

Sumber : Bola.net

Terpuruk di Papan Bawah, Osasuna Ganti Pelatih

joaquin-caparros

Osasuna terpaksa melakukan pergantian pelatih setelah terpuruk di papan bawah klasemen La Liga. Los Rojillos telah memecat Enrique Martin dan menunjuk Joaquin Caparros sebagai penggantinya.

Di bawah komando Martin, Osasuna cuma memetik tujuh poin dari 11 pertandingan musim ini. Mereka kini terpuruk di posisi ke-19 klasemen sementara dan cuma lebih baik daripada Granada yang menjadi juru kunci.

Kondisi itu memaksa Osasuna untuk memecat Martin pada Senin (7/11). Kurang dari 24 jam setelahnya, mereka mengumumkan Caparros sebagai pelatih baru.

“Osasuna telah mencapai kesepakatan dengan pelatih Joaquin Caparros sampai 30 Juni 2018,” tulis Osasuna di situs resmi mereka.

Caparros sebelumnya berpengalaman menangani Villarreal, Sevilla, Deportivo La Coruna, Athletic Bilbao, Mallorca, Levante, dan Granada. Pelatih berusia 61 tahun itu diberhentikan Granada pada Januari 2015.

Ujian pertama untuk Caparros adalah pertandingan melawan Leganes pada 21 November mendatang.

Sumber : Detik.com

Reaksi Ibu Ronaldo Ketika Anaknya Duduk di Bangku Cadangan

cristiano-ronaldo-dicadangkan-di-madrid

Real Madrid gagal memetik poin sempurna saat menghadapi Las Palmas dalam lanjutan La Liga, Minggu (25/9/2016) dini hari WIB. Pada pertandingan tersebut, bintang Los Blancos (sebutan Madrid), Cristiano Ronaldo tidak bermain selama 90 menit.

Pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane menarik Ronaldo keluar lapangan pada menit ke-72. Posisi bintang Timnas Portugal itu digantikan pemain muda, Lucas Vazquez.

Reaksi mengejutkan diperlihatkan ibunya Ronaldo, Dolores. Melalui Twitter pribadinya, Dolores memberikan dukungan kepada ayah angkat Martunis tersebut.

“Jangan pernah menundukkan kepala Anda,” kicau Dolores sambing mengunggah gambar Ronaldo duduk di bangku cadangan.

Sementara itu, Zidane sendiri memberikan penjelasan mengenai keputusannya mengganti Ronaldo dengan Vazquez. Pelatih asal Prancis itu ingin menjaga kondisi Ronaldo agar tetap fit saat menghadapi Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, tengah pekan ini.

“Kami masih bermain pada Selasa dan kami harus mengistirahatkan dia. Ronaldo tampil bagus, saya harus pilih dan saya pikirkan laga Selasa (Liga Champions,” kata Zidane seperti dikutip Goal.

“Tentu, dia ingin selalu berada di lapangan tapi saya harus pikirkan kebugaran pemain, utamanya Ronaldo. Dia harus istirahat,” ujar mantan gelandang Juventus tersebut.

Sumber : Liputan6.com

Leganes Boleh Juga

Atletico Madrid vs Leganes

Pada kota yang warganya (hampir) semua mendukung Atletico atau Real Madrid, Leganes boleh berbangga atas start mereka di La Liga. Dua laga, mereka belum kalah dan belum kebobolan.

Butarque, Minggu (28/8/2016) dinihari WIB memanggungkan laga derby yang tak pernah sebelumnya dihelat di stadion tersebut. Pada pekan kedua La Liga Primera, Leganes menjamu tim kuat Atletico Madrid.

Seluruh statistik setelah laga tersebut tuntas menunjukkan keunggulan tim tamu. Atletico lebih banyak mengusai bola (63:36), punya prosentase umpan sukses lebih besar (75:61), dan lebih sering melepaskan tembakan (10:6). Tapi saat peluit akhir dibunyikan wasit papan skor masih menunjuk angka 0-0. Tidak ada gol. Tapi Leganes pantas mengklaim sebagai ‘pemenang’ dalam pertandingan itu atas suksesnya mengecewakan Atletico.

Kesampingkan dulu soal Atletico yang sedang tampil di bawah performanya pada awal musim ini. Juga Leganes yang tampil ekstra defensif, yang membuat Marca bereloroh bahwa ‘penjual tiket di Leganes ikut bertahan’.

Terlepas dari faktor tersebut, Leganes tetap sangat pantas bangga dengan apa yang sudah mereka raih dari laga tersebut. Hasil 0-0 itu melanjutkan start oke klub yang bermarkas 11 km di sisi selatan Kota Madrid itu.

Di pekan perdana, yang menjadi pertandingan pertama sepanjang sejarah Leganes di La Liga Primera, kemenangan berhasil didapat atas Celta Vigo. Padahal ketika itu Leganes berstatus tim tamu. Sebuah gol Víctor Díaz di menit 75 memberi poin petrtama sekaligus kemenangan pertama klub tersebut di La Liga.

“Kami tidak punya tembakan (ke target) dan kami tidak menciptakan masalah. Kami harus berkembang secara signifikan. Kami sama sekali tidak bermain baik,” ucap pelatih Leganes, Asier Garitano, usai pertandingan terang-terangan mengakui inferioritas timnya atas Atletico.

Leganes adalah salah satu dari tiga tim yang dapat promosi ke La Liga Primera musim ini. Satu hal yang membuat cerita mereka lebih menarik dibanding Alaves dan Osasuna adalah fakta bahwa Leganes tak pernah sebelumnya masuk level teratas sepakbola Spanyol.

Sepanjang sejarah klub, yang baru berumur 88 tahun, Leganes lebih banyak berkutat di divisi regional (level 4-6 dari strata sepakbola Spanyol). Mereka baru merasakan bermain di Segunda Division pada 1993/1994. Dengan kondisi seperti itu maka laga derby terbesar yang sebelumnya pernah dihadapi Leganes adalah menghadapi Getafe. Itupun lebih banyak dengan Getafe B.

Leganes mengalami lompatan performa yang luar biasa setelah Garitano datang melatih di tahun 2013. Pelatih 46 tahun itu pernah bercerita betapa Leganes tidak memiliki lapangan untuk berlatih sementara lapangan kandang mereka terdapat banyak lubang. “Kami cuma punya tujuh pemain (saat itu) – dan tiga di antaranya tidak saya inginkan,” cerita Garitano di Guardian.

Kemajuan besar Leganes sebenarnya dimulai sejak 2009, saat klub tersebut dibeli oleh Felipe Moreno Romero. Romero lantas menjalankan klub tersebut bersama istrinya María Victoria Pavón, dan melakukan investasi sebesar tiga juta euro untuk memperbaiki skuat dan tim. Sementara anak laki-laki mereka, Felipe, ditunjuk menjadi Direktur Olahraga. Mereka bertiga, plus pelatih Garitano, membuat Leganes dapat dua promosi dalam tiga tahun dan akhirnya bisa merasakan berlaga di La Liga Primera.

Masuk ke La Liga Primera bahkan tidak menjadi target Leganes. Tidak ada beban yang dirasakan Martín Mantovani dkk, yang mungkin justru membantu mereka tampil lepas dan bisa dapat tiket ke level teratas liga. “Kami cukup bahagia berada di Divisi Dua,” cetus Garitano pada suatu waktu.

Tapi Leganes tidak mudah puas. Setelah finis di posisi 10 pada musim 2014-15, mereka akhirnya menuntaskan liga di posisi dua dan dapat tiket ke La Liga. Meski cuma dua kali menang di 12 pertandingan pertama, Leganes kemudian bangkit dan meraih banyak poin.

Satu kemenangan dan satu hasil imbang membuat Leganes saat ini duduk di posisi tujuh klasemen, cukup aman dari prediksi banyak pihak di mana mereka akan berkutat di zona degradasi. Leganes kini malah jadi satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan. Perjuangan mereka di La Liga jelas masih sangat panjang. Tapi setidaknya Leganes sudah membuat 185.000 warga kotanya luar biasa bangga.

“Jangan terjaga; mimpi itu terus berlanjut,” tulis sebuah spanduk yang dibentangkan suporter Leganes di Stadion Butarque, akhir pekan kemarin.

Sumber : Detik.com