Indra Sjafri dan Tuntutan Mundur dari Suporter Bali United

indra-sjafri-pelatih-bali-united

Pertandingan sudah memasuki tahap akhir. Skor kedua tim masih imbang 1-1. Tiba-tiba terdengar keras yel-yel tuntutan mundur terhadap Indra Sjafri, pelatih Bali United.

Ya, malam itu Bali United menjamu Madura United di markasnya. Ketika peluit panjang berbunyi, yel-yel tuntutan mundur terhadap Indra Sjafri semakin keras. Bahkan, suporter yang sedari tadi menuntut Indra Sjafri dicoret dari pelatih merangsek menuju VIP.

Mereka semakin bersemangat meneriakkan yel-yel tuntutan Indra Sjafri mundur. Pada saat sama, mereka meminta Indra Sjafri diganti oleh Jackson F Thiago yang memang hadir di tribun VVIP menyaksikan jalannya laga.

Ya, suporter yang menempati tribun utara, yang dikenal dengan nama North Side Boys (NSB), tak pernah lelah meminta pelatih tim berjuluk Serdadu Tridatu itu untuk mundur. Dalam beberapa kesempatan, mereka meneriakkan yel-yel penolakan terhadap mantan Pelatih Timnas U-19 tersebut.

Poster dan baliho besar terpasang di pojok-pojok tribun tempat mereka biasa bernyanyi mendukung tim kebanggaannya. Sayang, tak ada penjelasan dari NSB mengapa mereka menuntut pelatih asal Padang itu meletakkan jabatannya di klub kebanggaan publik Bali itu.

“Mohon maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya menolak diwawancara,” kata pentolan NSB, Dewa Cun, di Denpasar. Cukup beralasan memang NSB tak mau menjabarkan tuntutannya. Suporter yang meniru gaya Brigata Curva Sud PSS Sleman itu memang mendeklarasikan anti-media.

Pelatih Bali United, Indra Sjafri (kanan) memberikan arahan pada Bayu Gatra saat latihan di Lapangan Trisakti, Legian, Bali, Sabtu (29/8/2015). Bali United akan berlaga melawan Persija di Grup C Piala Presiden 2015.

Menanggapi desakan dari sebagian pendukung Bali United, Indra Sjafri dalam kesempatan berbincang dengan Liputan6.com menumpahkan curahan hatinya tentang klub yang dua tahun lebih ditukanginya itu. Baginya, Bali United adalah rumah keduanya, di mana dia bisa memberikan pembinaan usia dini yang menjadi masalah krusial dalam sepak bola nasional.

Indra Sjafri mengaku tak main-main menyiapkan Bali United sebagai sebuah tim. Kelak, Bali United akan menjadi tim yang disegani di Liga Indonesia. Perlahan, hal itu mulai terlihat. Dalam kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo hingga pekan ke-28 Bali United bertengger di posisi 12 klasemen sementara.

Asa finis kompetisi berada di posisi papan tengah klasemen berpeluang besar. Hal itu pula yang menjadi target Indra Sjafri pada tahun ini. “Tahun ini saya tidak menarget juara. Tahun ini targetnya adalah 10 besar,” kata Indra Sjafri.

Pada kompetisi musim depan, Indra Sjafri optimistis membawa Bali United juara. “Tahun depan target saya juara,” ujar Indra.

“Saya tidak mengerti apa yang diinginkan mereka (suporter/NSB). Tapi saya berusaha memperbaiki kekurangan saya selama manajemen masih mempercayai saya melatih Bali United,” ucap bapak dua anak itu.

Realiatiskah target tersebut? Sebagai tim yang baru terbentuk dua tahun, target bertengger di posisi 10 besar dan juara di tahun berikutnya tentu cukup tinggi.

Namun, melihat perjalanan Bali United, bukan tak mungkin target itu tercapai. Pekan ke-28 TSC 2016 Bali United telah mengumpulkan 32 poin. Bali United hanya selisih 4 poin dari Perseru Serui yang menduduki peringkat 11 dan selisih 8 poin dari Mitra Kukar yang berada di posisi 10 klasemen sementara.

Posisi Bali United lebih beruntung dari klub Ibu Kota Persija Jakarta yang bertengger di posisi 14 klasemen sementara dengan mengoleksi 27 poin. Klub milik Pieter Tanuri itu juga mengungguli Persela Lamongan yang berada di posisi 17 dengan 25 poin dan Barito Putera di posisi juru kunci dengan 21 poin.

Persija Jakarta, yang notabene meraih 10 kali gelar juara era perserikatan, justru terperosok dua posisi di bawah Bali United. Klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar itu juga jauh mengungguli Persela Lamongan, klub yang lahir pada 18 April 1976 itu.

Di sisi lain, Bali United merupakan juara kedua Trofeo Persija Jakarta yang digelar 9 April 2016. Pada tahun yang sama, Bali United menduduki peringkat ketiga hajatan yang mereka buat sendiri, Bali Island Cup. Tahun ini juga, tepatnya bulan September, Bali United menjuarai Trofeo Bali Celebest.

Tahun sebelumnya, Bali United bertengger di posisi kedua turnamen Sunrise of Java. Dengan prestasi gemilang itu, layakkah Indra Sjafri dituntut mundur dari jabatannya?

Rupanya hal berbeda disampaikan oleh suporter Bali United di sisi tribun selatan, Brigade zuporter Bali (Brigaz Bali). Ketua Umum Brigaz Bali, Raffi Antara, menilai Indra telah bekerja dengan baik.

Ia tahu betul kehadiran Indra Sjafri menukangi Bali United lantaran manajemen berkomitmen memenuhi keinginan untuk pembinaan usia dini. “Yang kami lihat sejauh ini Coach Indra Sjafri sudah bekerja dengan baik,” ucap dia.

Kehadiran Indra Sjafri di Bali juga menggairahkan motivasi bagi anak-anak muda Bali menyukai olahraga yang digilai lebih dari separuh masyarakat dunia itu. “Anak-anak jadi lebih bersemangat dan sepakbola Bali bergairah dengan kehadiran Coach Indra Sjafri,” ujarnya.

Hanya saja, ia berharap performa Bali United terus ditingkatkan. Sebagai suporter, ia ingin melihat kejayaan klub yang didukungnya. Kendati begitu, Raffi mengaku tak bisa berbuat banyak jika manajemen memang menginginkan Indra Sjafri diganti dengan pelatih lain.

“Mungkin manajemen memiliki pertimbangan yang berkaitan dengan sponsor, saya tidak bisa memaksa kehendak untuk mempertahankan Indra. Tetapi, saya akan tetap mendukung Bali United dan Indra Sjafri di mana pun beliau berkiprah nantinya,” tutur Raffi.

Sumber : Liputan6.com