Bepe Enggan Komentari Penampilan Timnas Indonesia

bambang-pamungkas

Legenda tim nasional (timnas) Bambang Pamungkas enggan berkomentar banyak soal penampilan Indonesia di Piala AFF 2016. Bepe berujar kalau dirinya bukan bagian dari Skuat Garuda lagi, dan tak berhak menilai kinerja mereka yang telah menang 2-1 atas Vietnam dalam leg pertama semifinal tersebut.

Indonesia sukses menekuk Vietnam berkat gol Hansamu Yama Pranata serta Boaz Solossa. Hasil ini menjadi modal bagus sebelum tim asuhan Alfred Riedl tersebut bertandang pada leg kedua 7 Desember mendatang di Hanoi.

“Saya tidak bisa jawab karena saya bukan pemain tim nasional lagi,” kata Bepe usai jumpa pers peluncuran game sepak bola ASTARK Football, Minggu (4/12/2016) siang di Senayan, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, striker Persija Jakarta tersebut hanya mengakui kalau dirinya punya pemain favorit di timnas saat ini, yakni striker sekaligus kapten Boaz Solossa. Boaz adalah pemain paling senior yang masih memperkuat Piala AFF, selain penjaga gawang Kurnia Meiga.

Di sisi lain, Bepe juga bungkam soal spekulasinya pensiun dari sepak bola. Sebelumnya, Bepe sempat mengatakan ingin pensiun sebagai pemain Persija Jakarta, tim yang telah membesarkannya.

“Pensiun? Lihat saja nanti,” katanya.

Jelang penutupan turnamen Torabika Soccer Champhionship presented by IM3 Ooredoo yang menyisakan dua laga lagi, Bepe baru mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist untuk Persija. Namanya berada di bawah pencetak gol terbanyak Macan Kemayoran, seperti Emmanuel Kenmonge, Gunawan Dwi Cahyo, Greg Nwokolo (4 gol), dan Ramdani Lestaluhu (2 gol).

Sumber : Liputan6.com

Kisah Klasik Indonesia di Rizal Memorial yang Abadi

rizal-memorial-stadium-tempat-laga-timnas-indonesia

Perjuangan timnas Indonesia di Piala AFF 2016 memang belum selesai. Tapi, kemenangan atas Singapura di Rizal Memorial Stadium akan menjadi kisah klasik yang abadi.

Dua kali menjalani dua laga krusial, dua kali juga Indonesia meraih hasil bagus saat melakoni pertandingan di Rizal Memorial Stadium. Dua kemenangan itu mempunyai arti sangat penting untuk skuat ‘Garuda’.

Indonesia meraih gelar juara terakhir di tahun 1991, saat berlaga di ajang SEA Games yang kala itu berlangsung di Manila, Filipina.

Di pertandingan final melawan Thailand, Indonesia memetik kemenangan lewat babak adu tendangan penalti. Sudirman menjadi penentu kemenangan Indonesia, setelah sebelumnya Edy Harto menepis tendangan pemain Thailand. Indonesia memetik kemenangan dengan skor akhir 4-3.

Berselang 25 tahun setelahnya, Indonesia mengulang memori yang bagus itu. Kali ini di laga terakhir Grup A ajang Piala AFF 2016, saat melawan Singapura.

Indonesia ada di posisi terjepit menatap pertandingan pamungkas Grup A melawan The Lions. Baru mengumpulkan satu angka, mereka ada di posisi paling buncit. Kemenangan wajib didapatkan saat melawan Singapura, sembari berharap Thailand tak bermain sabun dengan Filipina.

Ratusan pendukung timnas sempat dibuat was-was karena tim besutan Alfred Rield ketinggalan 0-1 di babak pertama. Seusai jeda, harapan Indonesia kembali terbuka saat Andik Vermansah menjebol gawang Singapura, seperti yang dilakukannya di Piala AFF 2012. Kemenangan Indonesia dipastikan dengan gol Stefano Lilipaly, yang merupakan gol pertamanya untuk tim ‘Merah-Putih’. Di laga lain, Thailand memenuhi janjinya bermain serius dengan mengalahkan The Azkals 1-0.

Dua cerita itu sepertinya akan begitu membekas dibenak para pendukung tim ‘Merah-Putih’, kemenangan ini berarti penting karena mengobati penantian panjang untuk melihat Indonesia melaju jauh di suatu turnamen, seusai mendapatkan sanksi dari FIFA selama satu tahun. Tak cuma itu, Indonesia juga mampu kembali menjejak ke babak semifinal setelah gagal dalam dua edisi terakhir.

Sementara Indonesia berpesta, Rizal Memorial Sports Complex ternyata sedang menghitung hari. Pemeerintah kota Manila sudah mencapai kesepakatan dengan sebuah konsorsium guna membangun pusat bisnis dan kondominium.

Komplek yang akan dirobohkan adalah Rizal Memorial Coliseum, yang merupakan ‘rumah’ bagi olaharaga bola basket, tenis, panahan, bola voli, dan baseball itu.

Protes atas rencana untuk melakukan pemugaran kompleks olahraga yang dibangun pada tahun 1934 itu sudah mendapatkan banyak protes dari banyak pihak. Apakah kita benar-benar butuh mall lagi? Demikian pertanyaan warga Manila untuk walikota mereka, Joseph Estrada.

Soal pusat perbelanjaan, salah seorang sopir taksi yang ditumpangi detikSport, Adrian Daynata, Martinez, mengungkapkan bahwa publik Manila sudah tak butuh lebih banyak mall lagi.

“Saya tak mengerti mengapa dibangun banyak mall. Ini hanya akan membuat kami menjadi lebih konsumtif lagi,” katanya dalam sebuah perjalanan menuju hotel Novotel, tempat timnas Indonesia menginap.

Andai Rizal Memorial Stadium bernasib seperti stadion Menteng dan stadion Lebak Bulus sebagai bagian dari pembangungan pusat bisnis di Manila, kenangan-kenangan indah Indonesia di stadion yang berkapasitas 12 ribu akan terus terekam di benak pemain, pelatih, dan juga para suporter tim ‘Merah-Putih’ yang memberikan dukungan langsung di sana. Rizal Memorial Stadium, selalu bersahabat untuk timnas Indonesia.

Perjuangan Indonesia di Piala AFF 2016, kini masih belum usai. Vietnam sudah menunggu di babak semifinal. Leg I akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12). Empat hari setelahnya, giliran Vietnam yang akan menjadi tuan rumah saat menggelar laga di My Dinh National Stadium, Hanoi.

Mengutip ucapan bahasa tagalog sebagai penyemangat Baoz Solossa cs. agar bisa melaju jauh di Piala AFF 2016: Mabuhay, Indonesia!

Sumber : Detik.com

Jadwal Bola Hari Ini, Siaran Langsung 25 November 2016

jadwal-piala-aff-2016

Laga hidup mati tim nasional Indonesia (timnas) di Piala AFF 2016 akan tersaji, pada Jumat (25/11/2016) malam. Timnas Indonesia akan meladeni Singapura di Rizal Memorial Stadium, Manila dalam kondisi siap tempur.

Pada pertandingan lain di Grup A, Filipina juga membutuhkan kemenangan saat menantang Thailand di pertandingan terakhir mereka. The Azkals dan Indonesia masih memiliki peluang lolos menemani Thailand ke semifinal Piala AFF.

“Kami siap tempur demi meraih tiga poin. Singapura tim yang bagus dan mereka kuat dalam bertahan. Namun, saya rasa besok mereka juga akan main terbuka, karena ingin menang juga,” terang winger Andik Vermansyah kepada wartawan di Manila, Kamis (24/11/2016).

Pertandingan tidak kalah serunya bakal terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang antara Arema Cronus melawan PS TNI. Dalam pekan ke-30 Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, Arema tengah berupaya mempertahankan posisinya di puncak klasemen.

Menyisakan lima laga lagi, tim berjuluk Singo Edan tersebut unggul kolektivitas gol dari peringkat dua Madura United (MU). Sementara klub Persipura Jayapura menguntit di bawahnya dengan raihan 53 poin, defisit dua angka dari Arema dan MU.

“Semua pertandingan final. Tidak ada lawan mudah. Kalau kita bisa raih semua poin sisa, perjuangan ini akan terbayar dengan juara,” kata pelatih Arema, Milomir Seslija dalam laman resmi klub.

Partai seru Arema Cronus melawan PS TNI bisa disaksikan secara langsung pada pukul 21.30 WIB di SCTV.

  • Jadwal Siaran Langsung Hari Ini, 25 November 2015

19.00 WIB Indonesia vs Singapura (RCTI)

21.30 WIB Arema Cronus vs PS TNI (SCTV)

Sumber : Liputan6.com

Indonesia vs Filipina: Jaminan Laga Terbuka

timnas-indonesia-kontra-filipina

Timnas Indonesia akan melawan Filipina di pertandingan lanjutan Piala AFF 2016. Kedua tim sama-sama butuh kemenangan, laga pun diprediksi berjalan terbuka.

Pertandingan antara skuat ‘Garuda’ melawan The Azkals akan dihelat di Phillipines Sports Stadium, Selasa (22/11/2016) malam pukul 19.00 WIB. Pertandingan itu menjadi laga hidup-mati untuk kedua tim.

Indonesia saat ini masih ada di posisi paling bawah Grup A, menyusul kekalahan di laga melawan Thailand 2-4. Sementara itu, Filipina sudah mengumpulkan satu poin usai memetik hasil imbang 0-0 menghadapi Singapura.

Saat melawan Singapura, Filipina gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol. Mereka juga tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di lapangan. Singapura bermain dengan 10 pemain sejak menit 34, usai Hafiz Abu Sujad mendapatkan kartu merah.

Pelatih Filipina, Thomas Doolay, mengeluhkan strategi Singapura yang banyak menumpuk pemain di dalam kotak penalti. Dia berharap Indonesia tak bermain defensif saat melawan tim besutannya.

“Saya hanya berharap bahwa Indonesia tak bermain seperti Singapura. Jelas sangat sulit untuk mencetak gol dengan banyaknya pemain di dalam kotak penalti,” kata Dooley kepada pewarta di Novotel Araneta. Senin (21/11/2016).

“Ada motivasi besar untuk menang, semua pemain dalam kondisi fit, semua pemain sudah siap, kita tunggu saja hasilnya besok,” imbuhnya.

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl memberikan respons atas harapan Filipina itu. Dia menegaskan bahwa Indonesia jelas akan berjuang untuk bertahan di Piala AFF 2016 lebih lama.

Pelatih asal Austria itu mengungkapkan bahwa Indonesia akan tampil menyerang karena wajib memenangi pertandingan.

“Kami akan berusaha memenangi pertandingan karena kami tahu kalau kami kalah maka kami akan tersingkir. Filipina juga masih mempunyai peluang. Semua kemungkinan masih ada,” ujar Riedl.

“Tentu saja saat Anda harus menang, maka Anda tak bisa menungu di belakang. Andai strateginya bagus, maka Anda bisa mencetak gol,” tambah pelatih asal Austria itu.

Sumber : Detik.com

Filipina Takut dengan Kecepatan Pemain Indonesia

dan-palami

Manajer tim nasional Filipina, Dan Palami menegaskan bahwa timnya tak bakal mengulangi kesalahan saat menghadapi timnas Indonesia dalam pertandingan lanjutan penyisihan Grup A Piala AFF 2016, pada Selasa (22/11/2016) di Philippine Stadium, Bocaue. Palami berjanji akan memperbaiki kesulitan Filipina dalam mengonversi peluang menjadi gol.

Tim berjuluk Azkals tersebut hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu Singapura di matchday pertama. Palami menerangkan saat itu lima gelandang yang diturunkannya kurang cepat memainkan bola.

“Penyelesaian akhir adalah masalah terbesar kami. Kami mampu membuat peluang kami tapi tidak dapat mengonversikannya. Kami memiliki tiga peluang yang bagus dan itulah hal yang merusak permainan kami. Kami seharusnya lebih sabar dan tidak terlalu banyak terburu-buru untuk mencetak gol,” ujar Palami dilansir dari Fox Sports, pada Senin (21/11) pagi.

Pelatih 46 tahun tersebut juga menyadari kalau Indonesia yang kalah dari juara bertahan Thailand dengan skor 2-4 bukan lawan yang mudah ditundukkan. Palami melihat kecepatan pemain skuat Garuda dapat diredam dengan gaya permainan bertahan.

“Saya pikir kami juga perlu untuk mengumpan bola sedikit lebih cepat. Ada momen selama pertandingan ketika gelandang kami bergerak sedikit terlalu tentatif,” tutur Palami.

“Indonesia adalah tim yang sangat bagus. Mereka membuat Thailand kesulitan. Kami perlu melihat bagaimana kami dapat bertahan menghadapi pemain Indonesia yang cepat. Kami akan meninjau dahulu laga yang mereka lalui,” ujar Palami.

Sumber : Liputan6.com

Indonesia Langsung Hadapi Thailand, Evan Dimas: Biasa Saja, Tak Usah Panik

evan-dimas

Timnas Indonesia langsung menghadapi lawan kuat di Piala AFF 2016–Thailand. Evan Dimas menyebut tak perlu panik dengan kenyataan itu.

Di Piala AFF kali ini Indonesia menempati Grup A. Thailand jadi lawan pertama, Sabtu (19/11/2016), di Philippine Sports, Bocaue. Setelah itu, Boaz Salossa dkk. bakal melawan Filipina pada 22 November dan menghadapi Singapura tiga hari kemudian.

Thailand sendiri akan menghadirkan tantangan berat buat ‘Skuat Garuda’, salah satunya karena predikat juara bertahan yang mereka sandang. Tapi Evan tetap optimistis.

“Biasa saja, dianggap biasa saja. Tidak ada kewaspadaan tinggi. Santai saja tidak usah panik. Tapi saya akan tetap memberikan yang terbaik kalau pelatih menurunkan saya,” ujar Evan saat ditemui sebelum berangkat ke Filipina di Bandara Soekarno-Hatta.

Bek Beny Wahyudi melontarkan optimisme serupa. Ia menyadari Thailand adalah lawan yang berbahaya, tapi Indonesia pun sudah melakukan persiapan sebaik mungkin.

“Thailand tim kuat tetapi kita tidak boleh kalah sebelum bertanding. Kita sudah latihan juga. Kita siap untuk melawan Thailand. Buat masyarakat Indonesia kita minta restunya, doa dan dukungannya, terutama minta doa semoga bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Beny.

Sumber : Detik.com

Piala AFF 2016: Bedah Kekuatan Australia U-19

timnas-indonesia-u-19

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Australia U-19 pada lanjutan Grup B Piala AFF 2016 di Stadion Vietnam Youth Training Centre, Hanoi, Jumat (16/9/2016). Laga ini merupakan tantangan terberat bagi Garuda Muda mengingat Australia berstatus sebagai pemuncak klasemen Grup B.

Australia U-19 sukses menyapu bersih dua kemenangan pada dua laga awal Grup B. Skuat berjulukan Young Socceroos ini berhasil menumbangkan Kamboja (2-0) dan Myanmar (3-0).

Alhasil, Australia U-19 berada di puncak klasemen dengan koleksi sembilan poin. Mereka unggul selisih gol dari Thailand U-19 yang berada di peringkat kedua dengan poin sama.

Dominasi Australia U-19 pada turnamen tertinggi di Asia Tenggara untuk usia di bawah 19 tahun ini memang sangat kentara. Pasalnya, dalam dua laga awal, Liam Rose dan kawan-kawan berhasil mencetak lima gol tanpa satu pun kebobolan.

Jika dilihat, dominasi ini bisa terjadi tidak terlepas dari postur tubuh yang dimiliki para pemain muda Australia. Pasalnya, Australia U-19 rata-rata memiliki tinggi tubuh yang menjulang sehingga punya keuntungan di lapangan, terutama bola-bola atas ketimbang tim lain.

Selain itu, Australia U-19 juga memiliki persiapan yang sangat matang sebelum berlaga di Piala AFF 2016. Seperti diketahui, pada tahun 2015, skuat Australia U-19 sudah berkumpul untuk mengikuti kualifikasi Piala AFC U-19 2016.

Mereka tergabung di Grup J bersama Jepang, Laos dan Filipina. Hasilnya, Australia U-19 berhasil meraih satu tiket berlaga di putaran final Piala AFC U-19, usai berada di peringkat kedua dengan koleksi enam poin.

Apalagi salah satu penyerang andalan mereka Steve Kusmanovski yang mampu mencetak tiga gol pada kulifikasi AFC Cup juga masih berada di skuat. Sayangnya, Kuzmanovski belum mampu mencetak satu gol pun di ajang Piala AFF U-19 ini.

Banyak pihak yang menilai, keikutsertaan Australia U-19 di ajang Piala AFF ini hanya sebagai bagian dari persiapan mereka sebelum berlaga di Piala AFC U-19. Kendati demikian, Australia U-19 tampaknya tetap akan membidik gelar juara Piala AFF U-19. Sebab, dengan menjadi juara rasa kepercayaan diri pemain muda negeri Kangguru bisa meningkat sebelum nantinya turun berlaga di Piala AFC 2016.

Sumber : Liputan6.com

Drama Tarik Ulur Andik Vermansah oleh Timnas dan Selangor FA

Andik Vermansah

Andik Vermansah sempat menjadi pembicaraan setelah gagal mengikuti seleksi tim nasional (timnas) Indonesia untuk proyeksi Piala AFF 2016. Padahal, Andik termasuk dalam 47 nama yang dipanggil  Alfred Riedl untuk menjalani seleksi di Stadion Pakansari, Bogor, beberapa waktu yang lalu.

Seleksi timnas Indonesia terbagi atas dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada 8-11 Agustus 2016, sementara gelombang kedua pada 15-18 Agustus 2016. Andik masuk dalam seleksi timnas Indonesia di gelombang kedua.

Namun, keinginan Andik harus pupus setelah klub yang dia bela, Selangor FA, tidak memberikan izin kepada mantan pemain Persebaya 1937 untuk melaksanakan tugas negaranya. Alasannya, tidak terlepas dari performa buruk klub berjuluk Gergasi Merah itu di Malaysia Super League.

Pada periode Juli sampai Agustus, Selangor FA memang sedang berada dalam kondisi memprihatinkan. Total Selangor hanya mampu meraih satu kemenangan, dua seri dan tiga kalah. Imbas dari keterpurukan itu, pelatih kepala Selangor FA, Zainal Abidin Hassan, sampai dipecat oleh manajemen dan digantikan oleh pelatih caretaker, K. Gunalan.

Hasil minor yang dialami Selangor tak terlepas dari badai cedera yang menimpa skuat Red Giants. Saat itu, ada enam pemain pilar Selangor yang sedang mengalami cedera. Mereka adalah Nazmi Faiz bin Mansor, Fitri Shazwan Raduwan, Mohd Raimi, Muhammad Shahrom, Mohd Razman dan Mohd Hafiz.

Kondisi ini yang melandasi Selangor tak mau melepas Andik untuk mengikuti seleksi timnas di Bogor. Mereka merasa tenaga Andik yang juga baru didapuk sebagai kapten tim sangat penting untuk mengangkat moral sekaligus performa Selangor.

Jika dilihat, keputusan Selangor tak melepas Andik untuk mengikuti seleksi timnas Indonesia terbukti tepat. Sebab, gol Andik Vermansah pada menit ke-83 mampu menyelamatkan Selangor FA dari kekalahan melawan Trengganu di Stadion Shah Alam, Selasa (16/8/2016). Pada laga tersebut, Selangor sempat tertinggal 0-1 dari Trengganu berkat gol yang dicetak Ashari Samsudin sebelum akhirnya berkesudahan dengan skor 1-1.

Meski Andik gagal mengikuti seleksi timnas Indonesia untuk Piala AFF, peluangnya memperkuat Tim Garuda tetap terbuka. Sebab, tim pelatih tetap membuka pintu kepada pemain yang berhalangan ikut seleksi. Pemain tersebut tetap akan dipantau lewat penampilan di klub.

Bak gayung bersambut, klub Selangor FA pun juga mulai melunak dengan tidak akan menghalang-halangi Andik memperkuat timnas Indonesia. Hal tersebut telah diutarakan oleh Manajer Selangor FA, Amirudin Shari.

Menurut Amirudin, klubnya sempat mengaku keberatan melepas Andik karena masih membutuhkan tenaga pemain bernomor punggung 7 itu. Akan tetapi, jika kelak Andik mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia lagi, maka Selangor FA tidak akan melarang.

“Kami tak pernah membatasi pemain untuk bermain dengan negara mereka dan keinginan Andik akan kami penuhi. Kami mengetahui keinginannya dan akan membiarkan dia bermain untuk timnas Indonesia,” kata Amirudin seperti dikutip dari MyMetro.

“Hanya ketika kami melarangnya kemarin, kami sedang dalam kondisi penting dan membutuhkan pemain utama untuk berlaga di Liga Super dan berikutnya, Piala Malaysia. Andik sangat penting bagi kami dan pengaruhnya sebagai kapten juga sangat besar. Saya berharap dia bisa tetap bersama tim sampai sebelum ia bergabung dengan timnas Indonesia kelak,” tutur Amirudin.

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri kondisi tarik ulur antara Timnas Indonesia dan Selangor FA terhadap Andik. Bahkan, Andik juga santer bakal diikutsertakan pada laga uji coba timnas Indonesia melawan Malaysia pada 6 September nanti.

Sumber : Liputan6.com

Irfan Bachdim Antusias dan Bangga Dipanggil ke Timnas

Irfan Bachdim, Piala AFF 2016

Irfan Bachdim mengaku gembira dipanggil seleksi oleh pelatih Alfred Riedl dalam pembentukan tim nasional untuk Piala AFF 2016.

Kamis (28/7/2016), Riedl mengumumkan 47 nama yang akan mengikuti dua gelombang seleksi pada Agustus mendatang. Irfan termasuk salah satu di antaranya.

“Saya merasa sangat antusias dan bangga akan pergi ke Indonesia untuk bergabung dengan timnas,” kata Irfan dalam pesan singkat kepada redaksi.

“Untuk hal inilah saya kiat bekerja. Saya mencoba untuk mengembangkan kemampuan individual di negara lain agar bisa dalam kondisi terbaik ketika bergabung ke timnas,” tutur pemain klub Liga Jepang, Consadole Sapporo, itu.

Piala AFF 2010 menjadi kesempatan pertama Bachdim membela timnas di Piala AFF. Ketika itu, Riedl jualah yang memanggil Irfan ke timnas.

“Pada 2010, pemanggilan ke timnas tak ubahnya sebuah kejutan bagi saya,” ucap pemain kelahiran 11 Agustus 1988 itu.

“Sejak saat itu, saya selalu berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan diri agar bisa tetap dipanggil ke timnas. Saya memang memimpikan (pemanggilan) ini. Saya rasa, sekaranglah saatnya,” ujar dia.

Dari 47 nama pemain seleksi tahap pertama, Irfan Bachdim akan bersaing dengan Boaz Solossa, Lerby Eliandry, Dendy Sulistyawan, Muchlis Hadi, dan Samsul Arif untuk memperebutkan posisi di lini depan.

Sumber : Kompas.com