Carragher: Peluang Juara Liverpool Sudah Habis

Hasil imbang kontra Chelsea patut disesali oleh Liverpool. Pasalnya hasil itu membuat peluang The Reds jadi juara sudah habis.

Begitulah menurut Jamie Carragher, eks bek Liverpool yang kini jadi pandit di Sky Sports usai pertandingan yang berujung hasil imbang 1-1 di Anfield, Rabu (1/2/2017) dinihari WIB kemarin.

Chelsea yang sempat unggul duluan lewat gol David Luiz nyaris menang andaikan penalti Diego Costa tak ditepis Simon Mignolet. Liverpool menyamakan skor lewat Georginio Wijnaldum.

Dengan hasil imbang ini Liverpool tertahan di posisi keempat klasemen dengan 46 poin dari 23 pertandingan. Selain itu ‘Si Merah’ juga meneruskan tren buruknya sepanjang Januari ini yang hanya dilalui dengan satu kemenangan.

Bahkan di Premier League, Liverpool hanya mampu tiga kali imbang dan sekali kalah. Dengan selisih 10 poin dari Chelsea di puncak, maka peluang Liverpool jadi juara akan sangat sulit, kalau tidak boleh dikatakan tertutup sama sekali.

Maka finis empat besar adalah target realistis yang harus mati-matian didapat Liverpool demi tampil di Liga Champions musim depan.

“Memang bukan bulan Januari yang menyenangkan dan peluang merekajadi juara sangat, sangat kecil,” ujar Carragher.

“Saya rasa jika mereka mengalahkan Chelsea maka peluangnya masih terbuka dan begitu juga dengan tim-tim lain di liga ini. Titel juara sudah terlalu jauh,” sambungnya seperti dikutip Soccerway.

“Anda berharap Arsenal mengalahkan Chelsea akhir pekan ini, dan mungkin kita bisa bicara sedikit soal titel juara setelahnya. Tapi untuk saat ini tim-tim lain akan lebih mengkhawatirkan peluang mereka finis empat besar ketimbang titel juara.

“Saya rasa kebanyakan orang akan melihat penampilan oke mereka kemarin dan itu bisa membangkitkan percaya diri, lebih penting empat besar ketimbang titel.”

“Bagi Liverpool, bukan hanya soal mereka tidak kalah, tapi mereka merasa lebih percaya diri karena bermain lebih baik – mereka mampu bangkit setelah penampilan buruk,” tutup Carragher.

Sumber : Detik.com

Tak Ada Wakil Premier League di Tim Terbaik UEFA 2016

UEFA mengumumkan 11 pemain yang masuk Tim Terbaik UEFA 2016 pilihan para suporter. Real Madrid dan Barcelona mendominasi, sementara Premier League tak punya satu pun wakil.

Penentuan Tim Terbaik UEFA dilakukan melalui voting di situs UEFA.com. Para pengguna situs tersebut diminta untuk memilih 11 pemain mulai dari kiper, empat bek, tiga gelandang, hingga tiga pemain depan.

Voting tersebut menghasilkan Gianluigi Buffon (Juventus/Italia) sebagai peraih suara terbanyak di posisi penjaga gawang. Leonardo Bonucci (Juventus/Italia), Sergio Ramos (Real Madrid/Spanyol), Gerard Pique (Barcelona/Spanyol), dan Jerome Boateng (Bayern Munich/Jerman) mengisi barisan belakang.

Di lini tengah, yang terpilih adalah Andres Iniesta (Barcelona/Spanyol), Toni Kroos (Real Madrid/Jerman), dan Luka Modric (Real Madrid/Kroasia). Sementara Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Portugal), Lionel Messi (Barcelona/Argentina), dan Antoine Griezmann (Atletico Madrid/Prancis) mendapatkan suara paling banyak untuk posisi penyerang.

Dengan demikian, tak satu pun pemain yang merumput di Premier League masuk tim. Pemain-pemain seperti Paul Pogba, Alexis Sanchez, dan Riyad Mahrez sebatas menjadi nominasi. La Liga punya delapan wakil, Serie A dua, sementara Bundesliga satu.

Sumber : Detik.com

Statistik Tak Oke Mourinho Setelah MU Main Seri Lagi

Jose Mourinho

Manchester United menelan hasil seri ketiga beruntun di Premier League. Hasil itu sama sekali tak membantu statistik kemenangan Jose Mourinho belakangan.

MU harus puas dengan hasil imbang 1-1 ketika dijamu Everton, Minggu (4/12/2016). MU unggul lebih dulu lewat Zlatan Ibrahimovic tapi Everton kemudian menyamakan lewat penalti Leighton Baines.

Itu menjadi hasil ketiga beruntun MU di Premier League setelah sebelumnya juga berimbang dengan skor 1-1 lawan Arsenal dan West Ham. Dari 10 laga terakhir di ajang ini, The Red Devils bahkan baru dua kali menang, plus enam kali seri dan dua kali kalah.

Dengan MU baru meraih 21 poin dari 14 pertandingan awal Premier League, sebut BBC, start Mourinho sebagai manajer klub itu bahkan lebih rendah daripada David Moyes (22 poin) dan Louis van Gaal (25 poin) dari jumlah laga yang sama.

Catatan lain dari BBC juga tidak memperlihatkan tren lebih baik. Dari 30 laga terakhirnya di Premier League, bersama MU dan Chelsea, Mourinho cuma meraih sembilan kemenangan, sembilan seri, dan 12 kekalahan. Persentase per pertandingannya cuma 1,2 poin saja.

Jumlah itu bahkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan 196 pertandingan awal Mourinho di Premier League dengan persentase poin per pertandingan mencapai 2,29 lewat 136 kemenangan, 41 seri, dan 19 kekalahan.

“Ia cuma sembilan kali menang dari 30 partai Premier League terakhir, sebuah persentase kemenangan 30%. Pada 196 partai awalnya di Premier League, seluruhnya memanajeri Chelsea, ia meraih 136 kemenangan, sebuah persentase kemenangan 69%,” sebut BBC.

Sumber : Detik.com

Kesempatan Chelsea Menegaskan Status sebagai Kandidat Juara Sesungguhnya

manchester-city-kontra-chelsea

Chelsea akan menantang Manchester City akhir pekan ini. Meski bukan penentu gelar juara, laga ini diyakini bisa jadi titik kunci untuk The Blues.

Chelsea akan menguji lajunya kala bertandang ke Etihad Stadium, Sabtu (3/12/2016) malam WIB di lanjutan Premier League. Usai merangkai tujuh kemenangan beruntun, City akan jadi ujian nyata untuk skuat Antonio Conte sebagai calon kuat juara.

Harry Redknapp percaya ini adalah kesempatan bagi Chelsea untuk naik status, dari sekadar tim yang sedang melaju bagus menjadi calon juara yang sebenarnya. Kemenangan di kandang City jelas akan jadi sinyal kuat untuk para rival di liga.

“Chelsea akan jadi favorit untuk menjuarai Premier League kalau mengalahkan Manchester City pada Sabtu nanti. Itu adalah laga terbesar sejauh ini antara dua tim yang sedang punya performa meledak-ledak,” tulisnya dalam kolom di Standard.

“Saya sudah percaya selama ini, saya berpikir Chelsea bisa jadi penantang gelar juara. Tapi, meski begitu saya masih belum sepenuhnya yakin dengan mereka. Melawan Tottenham pekan lalu, mereka sepenuhnya didominasi selama 40 menit.”

“Tim manapun yang bisa merangkai lima atau enam kemenangan beruntung akan berada dalam sorotan dan di sanalah Chelsea menemukan diri mereka sekarang ini.”

“Sebuah hasil besar di laga tandang akan membawa mereka dari titik sebuah tim bagus yang dalam laju bagus ke status kandidat juara nyata yang punya peran besar dalam persaingan gelar,” demikian pria yang pernah menangani West Ham United, Southampton, dan Tottenham Hotspur ini.

Sumber : Detik.com

Isco Tolak Tawaran Terakhir Real Madrid

isco

Gelandang Real Madrid, Isco, membuka pintu untuk hengkang di Januari mendatang ke Premier League, usai dikabarkan menolak tawaran terbaru dari klub terkait kontrak baru.

Los Blancos tengah terlibat dalam proses untuk mengikat para pemain bintang mereka dengan kontrak jangka panjang, usai sebelumnya berhasil melakukan itu dengan Luka Modric, Gareth Bale, Toni Kroos, dan Cristiano Ronaldo belakangan ini.

Isco disebut akan jadi pemain berikutnya yang akan diberi kontrak baru oleh tim raksasa La Liga, usai muncul kabar yang mengatakan ia tengah diincar oleh beberapa klub Inggris, namun sang pemain belum lama ini mengungkap bahwa dirinya belum memulai negosiasi sama sekali dengan tim Bernabeu.

Menurut laporan terbaru Cadena SER, pemain berusia 24 tahun, yang kontraknya tinggal tersisa 18 bulan, khawatir dengan minimnya kesempatan bermain yang ia dapatkan dan siap untuk menolak tawaran kontrak dari Madrid.

Isco sendiri belum sekalipun bermain 90 menit di La Liga musim ini.

Sumber : Bola.net

5 Tim Masih Unbeaten di 5 Liga Top Eropa

real-madrid

Di lima liga top Eropa musim ini, hanya ada lima tim yang masih belum sekalipun tersentuh kekalahan. Dari lima tim itu, tiga berasal dari Bundesliga, sedangkan satu dari Premier League dan satunya lagi dari La Liga.

Lima tim yang masih unbeaten itu adalah Bayern Munchen, Leipzig, Hoffenheim, Tottenham Hotspur dan Real Madrid.

  • Masih unbeaten di 5 liga top Eropa:

Real Madrid – 11 pertandingan, 27 poin (La Liga)

Tottenham – 11 pertandingan, 21 poin (Premier League)

Bayern Munchen – 10 pertandingan, 24 poin (Bundesliga)

Leipzig – 10 pertandingan, 24 poin (Bundesliga)

Hoffenheim – 10 pertandingan, 20 poin (Bundesliga).

Madrid saat ini memimpin La Liga dengan 27 poin hasil delapan kemenangan dan tiga kali imbang. Sementara itu, Tottenham menempati posisi lima Premier League dengan 21 poin hasil lima kemenangan dan enam kali imbang.

Di Bundesliga, Bayern, Leipzig dan Hoffenheim menguasai tiga besar klasemen sementara setelah sama-sama belum terkalahkan hingga pekan ke-10.

Tidak ada yang unbeaten di Serie A dan Ligue 1 musim ini. Juventus, AS Roma, Lazio dan Fiorentina masing-masing sudah dua kali kalah. Sementara itu, sang pemimpin klasemen Nice di Prancis sudah merasakan kekalahan pertama mereka musim ini saat akhir pekan kemarin ditekuk Caen 0-1.

Sumber : Bola.net

‘City Sudah Menepis Keraguan’

city-sudah-menepis-keraguan

Sempat melaju mulus, sempat pula terhambat. Manchester City untuk beberapa saat disebut sedang krisis kepercayaan diri. Tapi The Citizens membantahnya.

City sempat melaju amat mulus di awal musim ini. Mereka memenangi 10 pertandingan pertama di musim ini dalam berbagai ajang. Enam kemenangan dicatatkan di Premier League, sementara dua lainnya di play-off Liga Champions, satu di fase grup turnamen tersebut, dan satu lainnya di Piala Liga Inggris.

Hanya saja kemudian skuat besutan Pep Guardiola melambat. Mereka merangkai enam laga tanpa kemenangan, memetik tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.

Mereka berimbang kontra Celtic, Everton, dan Southampton. Sementara kekalahan ditelan dari Tottenham Hotspur, Barcelona, dan Manchester United.

Dengan kekalahan dialami dari lawan-lawan besar dan tricky tersebut, City sempat dinilai sebenarnya belum mapan secara permainan. Bahkan diduga para pemain sejatinya belum sepenuhnya yakin dengan cara bermain yang diusung Guardiola.

Tapi kemenangan meyakinkan 3-1 atas Barcelona, Rabu (2/11/2016) dinihari WIB menjadi semacam respons. Pablo Zabaleta menilai City sudah menjawab keraguan publik.

“Kami sudah memulai musim dengan sangat baik, memenangi seluruh laga di Premier League dan Liga Champions, sampai kemudian kami mengalami sedikit hambatan,” katanya dikutip Sky Sports.

“Orang-orang sebelumnya membicarakan soal krisis atau mengatakan kami sedikit meragukan gaya bermain kami (dengan Guardiola). Tapi kami merespons dengan baik pada beberapa laga terakhir.”

“Tentu saja gaya Pep adalah dengan meyakini kerja keras, yakin dengan apa yang kami lakukan, apa yang kami kerjakan untuk ke depannya, dan itulah cara terbaik untuk melangkah,” imbuh bek kanan asal Argentina itu.

Sebelum menggasak Barca, City sudah mendapatkan momentum bagus dengan mengatasi West Bromwich Albion 4-0. Mereka selanjutnya akan melawan Middlesbrough akhir pekan ini.

Sumber : Detik.com

Awal Musim Ini Son Sudah Samai Koleksi Golnya di Premier League Musim Lalu

son-heung-min

Son Heung-min menjadi bintang kemenangan di laga teranyar Tottenham Hotspur. Son pun sekaligus menyamai koleksi golnya sepanjang musim lalu.

Spurs menang 2-1 ketika melawat ke markas Middlesbrough di partai Premier League, Sabtu (24/9/2016) malam WIB. Kedua gol The Lily Whites dibuat Son di menit ke-7 dan ke-23, sedangkan Boro membalas lewat gol Ben Gibson di babak kedua.

Dengan gol-gol tersebut, Son sudah mengoleksi empat gol Premier League di awal musim ini, setelah sebelumnya juga bikin sepasang gol (bahkan plus satu assist) saat Spurs menang 4-0 dari Stoke City pada 10 September lalu.

Maka, seperti dicatat BBC, pesepakbola 24 tahun asal Korea Selatan tersebut sudah menyamai koleksi golnya dari Premier League musim lalu dalam tiga pertandingan saja di awal musim ini.

Son sendiri direkrut Spurs pada awal musim lalu dari klub Jerman Bayer Leverkusen. Musim debutnya tak berlangsung mulus sampai-sampai ia sempat dikabarkan bakal dilego pada musim panas. Sepanjang 2015-16, Son cuma membuat empat gol di Premier League–dari total delapan golnya di seluruh ajang.

Maka ketajaman Son dalam startnya di Premier League musim ini kontras dari musim debutnya lalu. Terlebih keempat golnya di Premier League 2015-16 lahir di bulan September dan Desember 2015, lalu dua gol di Mei 2016–masing-masing cuma satu gol dan tidak serutin awal musim ini.

“Memang sulit untuk semua pemain yang datang dari luar Inggris karena Premier League adalah liga terberat di dunia dan mereka butuh waktu untuk adaptasi,” kata manajer Spurs Mauricio Pochettino di ESPN.

“Setelah satu tahun dan musim panas lalu, ia seperti jadi orang yang berbeda–ia lebih matang dan mengenal liga ini, dan ia kini sudah beradaptasi dengan fantastis. Ketika seorang pemain depan bikin gol-gol, itu memudahkan adaptasinya,” lanjutnya.

Sumber : Detik.com

Mourinho Sedih dengan Kekalahan MU

jose-mourinho

Bos Manchester United, Jose Mourinho, mengatakan bahwa ia sedih dengan kekalahan terakhir timnya melawan Watford, namun berkeras bahwa ia tidak akan merasa panik.

Dua gol dalam tujuh menit terakhir memberikan The Hornets kemenangan 3-1 di Premier League kemarin, sekaligus membuat tim tamu menelan tiga kekalahan beruntung di semua ajang.

“Saya sedih, tentu saja saya sedih. Saya selalu khawatir ketika kami tidak mendapat hasil yang kami inginkan,” tutur Mourinho pada MUTV.

“Namun seperti yang saya katakan pada para pemain, hanya ada satu cara – besok kami akan berlatih pagi. Kami harus ada di sana dan kami harus bekerja keras, namun mereka harus menunjukkan pada diri mereka sendiri, sebuah sikap yang harusnya ditunjukkan ketika tim mengalami momen negatif.”

“Kami membutuhkan orang-orang positif, untuk memberikan kami hal yang positif, karena pasti di laga berikutnya, mereka sebagai manusia biasa, akan merasakan beban dari kekalahan sebelumnya.”

Sumber : Bola.net

Klopp Minta Liverpool Waspadai Hazard

eden-hazard

Bos Liverpool, Jurgen Klopp, berharap para pemainnya sudah belajar dari performa Eden Hazard di Anfield awal tahun ini, ketika mereka menghadapinya di Stamford Bridge pekan ini.

Hazard kembali menunjukkan penampilan terbaiknya di lima laga terakhir Chelsea musim lalu, setelah mampu mencetak empat gol, termasuk satu gol solo yang apik ketika bermain di Anfield.

Pemain Belgia juga kembali bermain bagus di bawah asuhan Antonio Conte musim ini, dan itulah mengapa Klopp sedikit khawatir dengan winger Belgia pekan ini. Manajer Jerman berharap sang pemain akan belajar dari performanya awal tahun ini, ketika tim bermain di London Barat nanti.

“Ia amat luar biasa di Anfield musim lalu, namun kami tidak bertahan dengan baik ketika menghadapi dirinya. Kami harus bisa lebih baik lagi,” tutur Klopp menurut Squawka.

Liverpool sendiri baru saja memetik kemenangan besar ketika mereka menghadapi sang juara bertahan Premier League, Leicester City, di laga terakhir mereka pekan lalu.

Sumber : Bola.net