Meski Dicemooh, Ramos Tetap Beri Respek untuk Fans Sevilla

Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan dari suporter Sevilla. Dia tetap memberi respek atas cemoohan itu.

Madrid melawat ke Ramon Sanhez Pizjuan untuk melakoni pertandingan leg 2 babak 16 besar Copa del Rey. Laga yang berlangsung, Jumat (13/1/2016) dini hari WIB, selesai dengan skor akhir 3-3.

Sevilla sempat unggul 3-1 di laga itu setelah Danilo melakukan gol bunuh diri, yang bisa disamakan oleh Marco Asensio. Dua gol Sevilla lainnya dicetak oleh Stevan Jovetic dan Vicente Iborra.

Ramos menjadi penyumbang kedua untuk Madrid. Gol itu dicetak lewat titik putih dengan tendangan panenka. Seusia membobol gawang Los Rojiblancos, Ramos melakukan perayaan dengan menunjuk nomor punggung dengan kedua tangannya. Dia juga membuat bahasa tubuh untuk meminta maaf pada publik Sevilla.

Cemoohan untuk Ramos sudah berlangsung sejak akan melakukan eksekusi penalti, hingga melakukan perayaan.

Bagi Ramos, Sevilla merupakan klub yang membesarkannya sebelum pindah ke Madrid. Dia sembilan tahun di Sevilla sejak masih menjadi pemain akademi hingga tahun 2005.

“Saya datang ke sini untuk bermain bertahun-tahun yang lalu, ini bukan penerimaan yang saya harapkan, tapi Anda harus menghormati itu. Saya meminta maaf dan perayaan gol saya bukan berarti kurangnya respek dan untuk menghina siapapun,” kata Ramos di situs resmi Madrid.

“Tempat ini akan selalu menjadi rumah saya, terlepas dari mereka semua yang memilih untuk mencemooh saya.”

“Saya tak akan mengubah gaya bermain saya karena tim membutuhkan saya dan saya merupakan kapten Real Madrid. Saya merupakan Sevillista dan juga Madridista,” imbuhnya.

Sumber : Detik.com

Ventura Heran Costa dan Ramos Tak Dikartu Merah

Pelatih Italia, Giampiero Ventura

Pelatih Italia, Giampiero Ventura, merasa heran karena Diego Costa dan Sergio Ramos tak dikartu merah. Menurut Ventura, jika salah satu saja di antara dua pemain itu kena kartu merah, jalannya pertandingan bisa berubah.

Laga kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Italia dan Spanyol di Juventus Stadium, Jumat (7/10/2016) dinihari WIB, dipimpin oleh wasit asal Jerman, Felix Brych. Beberapa keputusan Brych pada laga tersebut dipertanyakan oleh Ventura.

Saat Ramos menjatuhken Eder di kotak penalti pada menit ke-81, Brych awalnya tak meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran. Dia membiarkan permainan terus berlanjut.

Setelah berkonsultasi dengan asisten wasit yang berdiri di dekat gawang, barulah Brych memberi hadiah penalti untuk Italia. Tapi, dia tak mengganjar Ramos dengan kartu kuning. Kalau Ramos kena kartu kuning akibat insiden itu, maka dia harus meninggalkan lapangan karena sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning.

Hadiah penalti itu akhirnya dikonversi menjadi gol oleh Daniele De Rossi. Italia pun menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sempat ketinggalan oleh gol Vitolo pada menit ke-55.

Sebelumnya, Costa juga tak kena kartu kuning kedua meski menendang bola dengan kesal setelah dinyatakan terjebak offside. Costa pun selamat dari kartu merah.

“Tidak diberikannya dua kartu merah sungguh mengejutkan,” kata Ventura seusai pertandingan.

“Mustahil tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Costa dan Ramos. Satu kartu merah saja akan mengubah permainan,” katanya seperti dikutip Football Italia.

Tambahan satu poin menempatkan Italia di peringkat tiga klasemen Grup G dengan empat poin. Mereka tertinggal dua angka dari Albania yang memuncaki klasemen dan kalah selisih gol dari Spanyol yang juga punya poin empat.

Sumber : Detik.com