Inter Tak Peduli Permainan Cantik, yang Penting Bisa Menang

Menjamu Lazio tengah pekan ini, Inter Milan akan fokus saja meraup angka penuh. Soal estetika permainan, bagi Nerazzurri sementara ini dikesampingkan dulu.

Inter akan menjamu Lazio di Giuseppe Meazza, Kamis (22/12/2016) dinihari WIB di laga terakhir mereka tahun ini. Meraup angka penuh akan krusial untuk upaya mereka menapak naik di papan klasemen.

La Beneamata saat ini ada di posisi tujuh dengan nilai 27 dari 17 pekan. Sedang Lazio ada di urutan empat dengan 34 poin, atau tujuh angka di depan Inter.

Bagi Inter, kemenangan atas Lazio juga akan menjaga momentum kemenangan beruntun mereka berlanjut. Sudah tiga laga terakhir dimenangi.

Pelatih Inter Stefano Pioli mengantisipasi sebuah laga sulit melawan Lazio. Dia menegaskan fokusnya saat ini adalah membawa Inter meraih hasil maksimal, sementara soal main cantik nanti dulu.

“Kami menghadapi seorang rival yang sedang tampil baik. Mereka di depan kami di klasemen dan setiap laga yang memberikan kesempatan untuk kami merenggut sejumlah poin akan penting untuk kami,” kata Pioli dikutip Football Italia.

“Akan ada laga-laga besar lainnya, tapi kami ingin tampil baik. Sekarang ini kami tidak peduli dengan permainan cantik, tapi soal klasemen dan hasil yang mana satu-satunya yang dianggap saat ini,” tambahnya.

Pioli sebelumnya sudah menyatakan tekadnya untuk membawa Inter finis di zona Liga Champions.

Sumber : Detik.com

Pioli Tetap Puas Meski Inter Gugur di Liga Europa

Pelatih Inter Milan Stefano Pioli mengaku timnya bukan yang terbaik di Italia setelah gagal lolos ke 32 besar Liga Europa. Meski menang 2-1 atas Sparta Praha pada pertandingan terakhir di fase grup, Jumat (9/12/2016) dinihari, poin Inter kalah dengan dua tim terbaik di Grup K.

Bermain di hadapan publik sendiri di Giuseppe Meazza, penyerang Eder mencetak gol pada menit ke-23. Di babak kedua, tim tamu membuat keadaan imbang 1-1 setelah Lukas Marecek mencetak gol melalui sundulannya.

Sparta nyaris mempermalukan Inter saat mendapat hadiah penalti. Tapi, eksekusi Borek Dockal bisa dimentahkan kiper cadangan Inter, Juan Carrizo. Tim asal Republik Ceko tersebut tetap lolos sebagai juara grup dengan empat kali kemenangan dan dua kali kalah.

“Kami mencoba untuk mengambil inisiatif, dan kami fokus, tajam dan menciptakan beberapa situasi bagus. Jelas, pada saat ini, kita masih perlu berkembang. Kami harus lebih cepat dan lebih efektif.” kata Pioli kepada Sky Italia.

Eks-allenatore Lazio tersebut mengakui kalau dirinya masih bereksperimen dengan formasi 3-4-3 yang dipakainya melawan Sparta. Dia menginginkan sebuah formasi yang efisien baik bertahan maupun menyerang untuk menghadapi tim-tim kuat di Serie A Liga Italia hingga akhir musim ini.

“Kami sedang mencoba pola yang lebih seimbang, bisa lebih efisien baik bertahan dan menyerang. Kami akan melihat sistem apa yang paling efektif,” tuturnya.

“Ada hasil negatifnya yang bisa terjadi, karena kami bukan tim terbaik di Italia dan baru pulih dari situasi yang sulit, dan semuanya menjadi lebih sulit,” Pioli mengakhiri.

Usai bermain di Eropa, Inter akan menghadapi Genoa pada Senin (12/12/2016) di pekan ke-16 Serie A. Saat ini Nerazzurri masih bertengger di posisi ke-10 klasemen sementara.

Sumber : Liputan6.com

Pioli Tetap Puas Meski Inter Gugur di Liga Europa

Jelang Kontra AC Milan, Materazzi Prihatin Nasib Inter

Marco Materazzi

Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, angkat bicara mengenai kondisi bekas klubnya tersebut. Performa Inter musim ini jauh dari ekspektasi, pergantian pelatih juga membuat Materazzi ragu dengan hasil yang dicapai Nerazzurri akhir musim ini.

Inter baru menunjuk Stefano Pioli sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Frank de Boer. Pioli akan menjalani debut sebagai pelatih Inter dalam laga bertajuk Derby della Madonnina, melawan AC Milan, Senin (21/11/2016) dini hari WIB.

Roberto Mancini meninggalkan jabatan pelatih Inter hanya dua pekan sebelum musim ini dimulai. Lalu, Frank de Boer dipecat setelah 84 hari menangani klub yang identik dengan warna biru-hitam.

“Faktanya ada tiga pelatih dalam tiga bulan, itu merefleksikan apa yang terjadi di klub. Sekarang pemilik baru ingin melihat hasil sebelum mereka mengamankan kontrak,” kata Materazzi, seperti dilansir Corriere della Sera.

“Saya tidak ingin menyalahkan Mancini, De Boer, atau Pioli. Kesalahan telah terjadi dalam setahun belakangan,” ucap mantan pemain Perugia ini.

Materazzi berharap situasi di Inter segera membaik dan mantan klubnya itu mendapat orang yang kompeten. Menurut Materazzi, laga kontra Milan dapat meningkatkan moral para pemain Inter bila meraih kemenangan.

“Seseorang di klub harus mengakui mereka telah membuat kesalahan dan pergi dari klub. Sekarang, demi memperbaiki peringkat, mereka butuh rencana tang jelas dan tepat,” tuturnya.

“Saya berharap para petinggi klub bisa lebih dekat dengan tim, yang saya lihat akhir-akhir ini, sepertinya mereka tidak benar-benar hadir di Milan,” kata Materazzi.

Sumber : Liputan6.com