Sneijder : Era Belanda Sudah Habis

wesley-sneijder

Wesley Sneijder menyebut era timnas Belanda sudah habis. Kini saatnya De Oranje membangun lagi kejayaan baru lewat pemain-pemain mudanya.

Sneijder bisa dibilang bagian dari generasi emas Belanda seangkatan Rafael van der Vaart, Arjen Robben, Robin van Persie, Dirk Kuyt, Klaas Jan Huntelaar, Maarten Stekelenburg, John Heitinga, dan Nigel De Jong.

Prestasi tertinggi mereka adalah saat membawa Belanda tampil fantastis di Piala Dunia 2010 dan lolos hingga final sebelum ditaklukkan Spanyol. Setelah itu prestasi menurun usai gagal lolos dari fase grup Piala Eropa 2012.

Sempat mencatatatkan prestasi oke bersama Louis van Gaal di Piala Dunia 2014, finis posisi ketiga, Belanda benar-benar jatuh ke lubang terdalam ketika gagal tampil di Piala Eropa lalu.

“Kami tidak bisa lagi datang ke stadion dengan keyakinan kami pasti menang dan tinggal membayangkan berapa skor yang akan kami buat,” ujar Sneijder kepada Metro.

“Hari-hari itu sudah lewat dan saya merindukannya,” sambungnya.

Setelah dua kali berganti pelatih, Belanda kini ada dalam asuhan Danny Blind. Meski demikian, performa ‘Tim Kincir Angin’ belumlah memuaskan karena mereka masih terseok-seok di Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Berada di Grup A, Belanda duduk di posisi ketiga dengan empat poin, selisih tiga angka dari Prancis serta Swedia yang memuncaki klasemen.

“Saya berharap kami bisa membuat era yang sama di masa depan, meski saya tidak lagi jadi bagian dari itu. Para pemain ini punya potensi dan kualitas untuk mencapai level yang sama,” tutup Sneijder yang punya 124 caps dan 30 gol itu.

Sumber : Detik.com

Skuat Muda Belanda Dipermalukan Yunani

Danny Blind

Rapor timnas Belanda di bawah arahan pelatih Danny Blind kembali buruk. Terbaru, taktik racikan Blind membuat Belanda harus kalah 1-2 dari juara Piala Eropa 2004, Yunani dalam sebuah laga persahabatan di Stadion Philips, Eindhoven, Jumat 2 September.

Kekalahan ini membuat kinerja Blind kembali mendapat sorotan. Sebelumnya, ia sudah dihujani kritik lantaran gagal membawa De Oranje lolos ke Piala Eropa 2016. Kala itu, Belanda tepuruk di babak penyisihan dan tak mampu mendapatkan tiket ke turnamen melalui status tim peringkat tiga terbaik.

Cemoohan kembali didapat Blind saat skuat asuhannya tertunduk lesu usai melawan Yunani. Belanda sebetulnya mampu tampil apik pada awal pertandingan. Buktinya, De Oranje berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Georginio Wijnaldum pada menit ke-14.

Mirisnya, performa Belanda yang bermaterikan sederet pemain muda perlahan-lahan menurun usai unggul satu gol. Situasi ini dimanfaatkan Yunani dengan baik. Meski tak mampu menguasai pertandingan, Yunani sukses mencetak dua gol balasan melalui aksi Kostas Mitroglu pada menit ke-29 dan Giannis Gianniotas pada menit ke-74.

Secara keseluruhan, Belanda hanya unggul statistik pada laga ini. Selama 90 menit, Wesley Sneijder dkk menciptakan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Selain itu, Belanda juga mengepung pertahanan Yunani dengan persentase penguasaan bola hingga 54 persen.

Toh, statistik itu tak mampu meruntuhkan pertahanan kokoh tim tamu. Sebaliknya, Yunani bermain efektif walau cuma melepaskan empat tembakan dan mendapatkan tiga tendangan penjuru.

  • Starting XI Belanda dan Yunani

Belanda: Zoet, Blind, Bruma, Veltman, Willems, Strootman, Wijnaldum, Sneijder, Promes, Janssem, Berghuis

Yunani: Karnezis, Holebas, Torosidis, Papastathopoulos, Tzavellas, Manolas, Maniatis, Mandalos, Samaris, Fortounis, Mitroglou.

Sumber :  Metrotvnews.com

Daley Blind : tidak adanya kesempatan, Inggris mati kutu di Euro

Pemain yang juga merupakan Bek dari Timnas Belanda, yakni Daley Blind memberikan sebuah nasihat yang ditujukan kepada Timnas Inggris supaya dapat memperoleh keberhasilan pada Euro 2016 mendatang. Blind merasa kalau Inggris kekurangan inspirasi yang dapat menjadi penyebab mereka kurang memaksimalkan kesempatan selama pertandingan berlangsung.

Ketika partai uji coba yang diselenggarakan sebelumnya, Daley Blind secara dan Timnas Belanda berhasil unggul dan menundukkan timnas Inggris dengan perolehan sekor yang tipis yakni 1-2. Inggris memang sebelumnya sempat diprediksi akan unggul lebih dahulu atas gol yang dilakukan oleh Jamie Vardy, namun pada waktu akhir laga Die Oranje berhasil membalikkan kondisi dengan kedudukkan skor menjadi 2-1 melalui gol Luciano Narsingh dan juga Vincent Janssen.

Daley menjadi pemain starter selama pertandingan, saat itu dirinya merasa bahwa Inggris kurang dapat menggunakan keadaan yang dapat memberikan ispirasi, dengan begitu timnya dapat  membalikkan kondisi pada saat laga babak kedua.

” Kami dapat melakukan permainan yang amat ketat dan disiplin, dan saya memberikan pendapat usai mereka (Inggris) berhasil menyerang dengan gol, namun mereka tidak menjadikan hal tersebut sebagai kesempatan yang berarti. ” ucap Blind.

” Sebagian besar dari mereka melakukan serangan yang berasal dari luar kotak penalti dan kami sudah mempersiapkan diri mengenai hal tersebut. Itu tentu akan menjadi sebuah tantangan yang cukup menekan bagi timnas Inggris karena mereka adalah tim yang memiliki kekuatan yang tidak mudah untuk dijatuhkan dan mereka juga memiliki begitu banyak gelandang yang berkemampuan baik serta berkualitas, dengan begitu mereka harus secepat mungkin membereskan persoalan ini, ” sambung dari salah satu anak Danny Blind tersebut.