Irak Vs Denmark: Misi Ulang Sejarah 2004

Timnas Irak

Timnas sepak bola Irak U-23 akan memulai Olimpiade Rio 2016 melawan Denmark U-23 di Estadio Nacional de Brasilia, Jumat (5/2016) waktu setempat.

Timnas Irak tergabung di grup sulit pada Olimpiade Rio 2016  ini. Selain Timnas Denmark, mereka juga harus melawan tim tuan rumah, Brasil serta Afrika Selatan.

Melihat kualitas lawan, melawan Denmark memang jadi peluang paling besar Irak untuk meraih poin penuh. Pasalnya, Denmark juga tak punya catatan mentereng di Olimpiade. Kemenangan atas Denmark akan membuka jalan mereka untuk mengulang sejarah.

Pencapaian Denmark di Olimpiade hanya sampai fase grup pada Olimpiade 1996. Sejak saat itu, mereka gagal masuk putaran final cabang sepak bola di Olimpiade 2016.

Sebaliknya, Irak justru boleh menepuk dada lantaran prestasi mereka lebih baik dibanding Denmark. Ya, Irak pernah menempati peringkat keempat pada Olimpiade Athena, Yunani 2004.

Namun demikian, Irak harus tetap waspada. Meski tak punya sejarah bagus, Denmark melangkah ke Olimpiade dengan bekal semifinalis Piala Eropa U21. Hal itu tentu jadi faktor yang bisa memotivasi semangat pasukan Denmark.

  • Susunan pemain:

Timnas Irak: Mohammed Hameed; Durgham Ismail, Ali Adnan, Ahmad Ibrahim, Hawbir Mooustafa; Saad Abdulameer, Ali Husni, Mahdi Kamil, Amjad Attwan; Hammadi ahmad, Mohammad Abdulraheem

Timnas Denmark: Lukas Fernandes; Jakob Blabjerg, Edigeison Gomes, Pascal Gregor, Kasper Larsen; Mikkel Desler, Casper Nielsen, Robert Skov, VIgen Christensen; Bech, Larsen.

Sumber : Liputan6.com

Henrik Larsen, Pemain Cadangan Yang Jadi Top Scorer Euro 1992

Henrik Larsen, Piala Eropa 1992, Timnas Denmark

Seperti yang sudah pernah kami bahas sebelumnya, Keberhasilan Denmark menjadi juara Euro 2012 menjadi bahan pergunjingan seluruh dunia. Pasalnya Denmark yang pada saat itu tidak diperhitungkan menjadi juara Piala Eropa 1992 malah keluar sebagai juara event sepakbola terakbar di benua Eropa tersebut.

Kesuksesan Denmark dalam menjadi Jawara Eropa tersebut tidak terlepas dari kontribusi maksimal yang dilakukan seluh punggawa Timnas, termasuk juga para pemain pengganti. Uniknya, salah satu pemain cadangan Timnas Denmark pada Piala Eropa 1992 menjadi kartu as The Danish Dynamite dalam menyegel gelar juara Euro dengan menjadi top skorer Kejuaraan Empat tahunan tersebut. Sosok pemain cadangan tersebut bernama Henrik Larsen.

Naman Henrik Larsen bukan nama yang cukup tenar di kancah sepakbola Eropa Eropa. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya untuk membela tim lokal Denmark, kendati ia pernah dibeli oleh klub asal Italia, Pisa. Namun baru setahun di Pisa, ia dipinjamkan ke beberapa klub setelah Pisa terdegradasi ke Serie B.

Di masa peminjamannya di Lyngby Boldklub, Larsen menunjukan permainan yang apik sehingga ia mencuri perhatian pelatih Timnas Denmark saat itu, Richard Moller Nielsen. Alhasil Larsen yang tidak pernah membela Timnas Denmark di level umur manapun akhirnya mendapat debutnya di Timnas Denmark dan masuk kedalam susunan pemain yang dibawa Nielsen ke Euro 1992.

Di Euro 1992, Larsen sejatinya hanya menjadi pemain pelapis dari John Jensen dan Kim Vilfort di lini tengah The Danish Dynamite. Ia baru mendapat kesempatan bermain di pertandingan kedua Denmark di fase grup menghadapi Swedia menggantikan John Jehnsen di menit 64. Meski pada saat itu Denmark harus dikalahkan Swedia, namun pelatih Nielsen melihat potensi Larsen dan mulai berani berjudi di partai ketiga kontra Prancis.

Pada pertandingan akhir fase grup tersebut, Nielsen menarik keluar Kim Vilfort dari starting line up dan menduetkan Larsen dan John Jensen di lini tengahnya. Hasilnya begitu terasa, baru 8 menit laga berjalan Larsen membuka keunggulan Denmark atas Prancis, di mana pertandingan itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Denmark. Melihat performa menjanjikan Larsen, Pelatih Nielsen tidak ragu untuk mulai memainkannya secara reguler di Euro 1992.

Kesempatan berikutnya datang di partai semifinal. Menghadapi sang juara bertahan Euro 1988, Belanda Larsen pun menunjukkan kebolehannya dengan mencetak dua gol ke gawang Belanda yang dikawal Hans van Breukelen. Hingga  waktu normal berakhir dengan skor 2-2 menjadi skor akhir, sehingga wasit harus meneruskan pertandingan pada babak tambahan waktu dan babak adu penalti.

Larsen juga menjadi eksekutor pertama Denmark pada babak adu penalti kontra Belanda, di mana ia dan rekan-rekannya sukses menjalankan tugas mereka sebagai eksekutor, sementara penalti Marco van Basten di kubu Belanda berhasil digagalkan Peter Schmeichel dan membawa Denmark lolos ke final, menghadapi Jerman.

Di partai final pelatih Nielsen tidak memainkan Henrik Larsen setelah ia tampil tiga kali berturut-turut. Meski tanpa Larsen, Denmark berhasil memenangkan trofi Piala Eropa 1992, di mana Larsen di akhir turnamen di daulat sebagai top skorer Euro 1992 bersama dengan Dennis Bergkamp, Tomas Brolin, dan Karl-Heinz Riedle.

Sumber : Bola.net